Aktivitas Manusia Makin Ancam Lingkungan, Banyak Spesies Akan ... Portal Sains Aktivitas Manusia Makin Ancam Lingkungan, Banyak Spesies Akan Hilang

Aktivitas Manusia Makin Ancam Lingkungan, Banyak Spesies Akan … Portal Sains Aktivitas Manusia Makin Ancam Lingkungan, Banyak Spesies Akan Hilang

Empat laporan komprehensif yang dirilis Jumat (24/3/2018) dalam konferensi lingkungan utama di Medellin, Kolombia, telah memperingatkan bahwa stok ikan Asia-Pasifik bisa habis pada 2048 dan lebih dari setengah unggas dan spesies mamalia Afrika bisa hilang pada 2100. Hal ini hanya bisa dicegah jika manusia mau mengambil langkah-langkah drastis.

Hasil survei ini menyebutkan bahwa kondisi ini disebabkan aktivitas manusia yang berlebihan dalam panen pertanian/perkebunan, serta akibat polusi, yang dapat menempatkan kesejahtetaan manusia sendiri dalam bahaya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa 90 persen terumbu karang di Asia-Pasifik akan menderita degradasi parah pada 2050. Sementara di Eropa dan Asia tengah, hampir sepertiga populasi ikan laut yang diketahui, dan 42 persen populasi hewan darat serta spesies tanaman, akan mengalami penurunan.

Postcomended   Gaet Wisman Vegetarian, Kemenpar Dukung Konser Budaya Alam Nusantara 2018

Di benua Amerika, kurang dari seperempat spesies flora fauna berisiko punah. “Ini tren yang mengkhawatirkan, membahayakan ekonomi, mata pencaharian, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat di mana-mana,” lembaga kebijakan keilmuan antarpemerintah untuk keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem (IPBES), menyatakan.

Laporan yang disusun oleh hampir 600 ilmuwan selama tiga tahun itu menggarisbawahi bahwa alam memberikan manusia cukup makanan, air bersih, energi, dan mengatur iklim Bumi, serta segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup dan berkembang.

Namun, “Kita merusak kesejahteraan masa depan kita sendiri,” ujar Ketua IPBES, Robert Watson. Salah satu dari laporan menemukan bahwa kontribusi alam kepada manusia bisa berada di urutan ribuan dolar per hektar per tahun.

Postcomended   Ngeri! Satu Ton Sabu Diselundupkan dari Cina ke Anyer

“Keanekaragaman hayati terus menghilang di semua daerah di dunia. kita kehilangan spesies, kita merendahkan ekosistem… Jika kita terus saja melakukan ‘business as usual’, kita akan terus kehilangan keanekaragaman hayati dalam tren yang meningkat,” ujarnya lagi seperti dilansir AFP.

Kajian IPBES membagi dunia menjadi empat wilayah: Amerika, Afrika, Asia-Pasifik, serta Eropa dan Asia tengah; seluruh planet kecuali Antartika dan laut lepas.

Ilmuwan-ilmuwan relawan disisir melalui 10.000 publikasi ilmiah untuk survei keanekaragaman hayati terluas sejak 2005. Temuan mereka diringkas dalam empat laporan yang disetujui oleh 129 anggota dari negara-negara anggota IPBES, di konferensi di Kolombia tersebut.

Laporan ini mengandung pedoman untuk pemerintah agar membuat kebijakan ramah pada keanekaragaman hayati di masa depan.

Teks laporan itu membuat suram saat membacanya, karena muncul pada minggu yang sama dengan kematian Sudan, badak putih jantan utara terakhir di dunia.(**/AFP/bersambung)

Share the knowledge