(sumber gambar: savoirs.rfi.fr)

Tekad Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewujudkan janji kampanyenya pada 2016 yang ingin membuat Amerika hebat kembali, belum terhentikan. AS tengah menyiapkan undang-undang untuk membuat Cina hengkang dari investasi di bidang teknologi informasi. Sekutu-sekutu dekat yang memprotes kebijakan tarifnya tak dihiraukan. Senin ini (2/7/2018), Kanada mulai membalas AS.
Dikutip dari Reuters, Danhua Capital, telah berinvestasi di beberapa perusahaan perintis (startup) paling menjanjikan di Silicon Valley di bidang-bidang seperti drone, artificial intelligence (AI), dan cyber security.

Perusahaan modal ventura yang berbasis di luar Universitas Stanford, pusat kewirausahaan teknologi AS, ini, diketahui didirikan dan didanai dengan bantuan pemerintah Cina.

Bukan Danhua saja yang melibatkan modal asal Cina, lebih dari 20 perusahaan modal ventura di Silicon Valley memiliki hubungan erat dengan dana pemerintah Negeri Tirai Bambu ini.

Silicon Valley adalah julukan bagi suatu wilayah di selatan San Francisco Bay Area, California, AS, yang memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor. Markas besar Google dan Facebook juga berada di sana.

Sementara pemerintah AS semakin keras menentang akuisisi Cina terhadap perusahaan publik AS, investasi di perusahaan rintisan, bahkan oleh entitas yang didukung pemerintah AS, banyak yang masih belum tersentuh.

Karena itulah Kongres AS saat ini tengah menggeber penyelesaian rancangan undang-undang (RUU) yang secara dramatis akan memperluas kekuasaan pemerintah untuk memblokir investasi asing di perusahaan AS, termasuk investasi ventura.

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

Undang-undang baru ini akan memberi Komite Pemerintah AS tentang Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), kebebasan luas untuk memutuskan transaksi macam apa yang harus diawasi: menghilangkan ambang batas kepemilikan tertentu, dengan fokus khusus pada apa yang disebut teknologi “kritis”.

“Banyak transfer teknologi yang mengkhawatirkan bagi keamanan AS sedang terjadi di dunia startup,” kata Stephen Heifetz, mantan anggota CFIUS yang sekarang menjadi pengacara yang mewakili perusahaan melalui tinjauan CFIUS.

Rencana penerapan UU ini tak pelak menyebabkan kegelisahan di dunia startup. “Jendela untuk beberapa startup untuk mengumpulkan uang dari Cina mungkin akan ditutup,” kata Chris Nicholson, co-founder perusahaan AI Skymind, yang telah mengumpulkan uang dari grup Internet Cina, Tencent Holdings Ltd, dan kantor keluarga Hong Kong.

Sampai saat ini, sumber dana asli untuk investasi usaha belum menjadi masalah di Silicon Valley. Perusahaan-perusahaan ventura tidak berkewajiban mengungkapkan siapa investor mereka, yang membuat sejumlah pihak bertanya-tanya bagaimana CFIUS dapat mengawasi investasi startup.

Danhua Capital, yang didukung Zhongguancun Development Group, sebuah perusahaan milik negara yang didanai oleh pemerintah kota Beijing, memiliki saham di beberapa sektor teknologi yang paling sensitif. Investasinya termasuk manajemen data dan perusahaan keamanan Cohesity, dimana Departemen Energi AS dan Angkatan Udara AS adalah pelanggannya.

Postcomended   Demi Ibu, Pria Cina ini 20 Tahun Berpakaian Wanita

Drone startup Flirtey, yang pada Mei dipilih Departemen Transportasi AS untuk berpartisipasi dalam proyek “mengintegrasikan pesawat tak berawak dengan aman ke dalam ruang udara AS”, juga merupakan bagian dari portofolio Danhua.

Shoucheng Zhang, pendiri Danhua dan profesor fisika Universitas Stanford, kepada Reuters melalui email mengatakan: “Sebagian besar dari kami (mitra terbatas) adalah perusahaan publik di bursa saham New York atau Hong Kong. Kami tentu saja akan sepenuhnya mematuhi undang-undang dan peraturan apa pun.”

Seorang juru bicara untuk Flirtey mengatakan hal sama seraya berdalih bahwa investasi minoritas Danhua tidak datang dengan hak (memberikan) informasi atau kursi di dewan pembinanya. Perusahaan juga tidak terlibat dalam operasi Flirtey.

Perusahaan perintis Westlake Ventures, yang didukung pemerintah kota Hangzhou, Cina timur, menginvestasikan setidaknya 10 dana ventura lainnya di Silicon Valley, termasuk Palo-Alto yang berbasis di Amino Capital.

Perusahaan ventura yang didukung investasi Cina lainnya termasuk Oriza Ventures, yakni dengan pemerintah kota Suzhou. Perusahaan ini diketahui mendukung pengembangan teknologi di bidang AI dan startup mobil swakemudi SAIC Capital.

SAIC Capital adalah perusahaan ventura milik perusahaan otomotif milik negara (AS), SAIC Motor, yang telah berinvestasi di Silicon Valley di bidang teknologi penggerak otonom, pemetaan, dan startup kecerdasan buatan. Bahkan akselerator startup terkenal, 500 Startups, mengangkat sebagian dana utamanya dari pemerintah Hangzhou.

Postcomended   Ribuan Praktik Skandal Asusila Sejak 1946 di Gereja Katolik Jerman Bakal Dibongkar

Kontrol modal pemerintah AS telah memperlambat aliran uang Cina ke AS sejak 2016, tetapi sumber mengatakan investasi usaha lebih tahan banting daripada sektor seperti real estat, sebagian karena fokus pemerintah Cina dalam meningkatkan industri teknologi tinggi dalam negeri.

Presiden Donald Trump memang mundur dari niatnya menekan investasi teknologi Cina yang luas melalui “perintah darurat khusus”, namun akan lebih mengandalkan CFIUS. Dan jika Kongres gagal meloloskan RUU itu dengan cepat, Trump mengatakan dia akan menggunakan kekuasaan eksekutifnya.***

Tulisan asli dapat dilihat di: Reuters)

 

Share the knowledge