Internasional

Konsentrasi Gas Efek Rumah Kaca Melampaui Ambang Baru

Polarpedia Polarpedia

Polarpedia Polarpedia

Karbondioksida, senyawa yang oleh para ilmuwan gas dikatakan paling bertanggung jawab atas pemanasan global, mencapai tingkat tertingginya dalam catatan sejarah pada April 2018 lalu, yakni mencapai 410 bagian per juta. Menurut Scripps Institute of Oceanography, angka ini paling tinggi dalam setidaknya 800.000 tahun terakhir. Kondisi ini bisa mendorong Bumi makin berada di luar tingkat pemanasan yang dianggap aman.

“Mulai kemarin, atmosfer Bumi baru saja melintasi ambang perubahan iklim lainnya yang mengganggu,” tulis pengamat Lingkungan, Chris Mooney, 4 Mei 2018.

Sebelum terjadi Revolusi Industri, tingkat karbondioksida (CO2) telah berfluktuasi selama abad millennium tetapi tidak pernah melebihi 300 bagian per juta. “Manusia terus membakar bahan bakar fosil. Karbondioksida terus menumpuk di udara… sesederhana itu,” kata ilmuwan Scripps, Ralph Keeling, yang menyimpan catatan terpanjang kondisi karbondioksida atmosfer di Bumi.

Sebelum Revolusi Industri di akhir 1800-an, tingkat karbondioksida masih sekitar 280 bagian per juta. Waktu itu sejumlah besar gas rumah kaca mulai dilepaskan dengan membakar bahan bakar fosil. Ini artinya hingga April lalu kadar karbondioksida Bumi meningkat 46 persen lebih tinggi.

Keeling telah menyimpan pengukuran karbon dioksida di Observatorium Mauna Loa di Hawaii sejak 1958. Dia melakukan itu bersama mendiang ayahnya, Charles David Keeling. Menurut seri pengukuran Kurva Keeling, konsentrasi rata-rata karbondioksida di atmosfer adalah 410,31 bagian per juta (ppm) untuk April lalu.

Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah catatan Mauna Loa bahwa rata-rata bulanan telah melampaui 410 bagian per juta. Ini juga peningkatan 30% dalam konsentrasi karbon dioksida di atmosfer global sejak Kurva Keeling dimulai pada tahun 1958.

Postcomended   Nonton Konser Musik Dua Minggu Sekali, Harapan Hidup Bertambah 9 Tahun

“Sebagai seorang ilmuwan, yang paling memprihatinkan saya adalah bahwa kita telah melewati lagi ambang batas jumlah bulat (melewati 400),” cuit Katharine Hayhoe, ilmuwan iklim di Universitas Texas Tech, di akun Twitter-nya, Kamis (3/5/2018).

Karbondioksida disebut gas rumah kaca karena kemampuannya menjebak radiasi matahari dan membuatnya terbatas di atmosfer. Gas ini adalah yang paling umum di antara semua gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, yang dikaitkan dengan pembakaran bahan bakar fosil.

Peningkatan gas seperti karbondioksida, metana, dan nitrous oxide, memicu perubahan iklim dan membuat “planet ini lebih berbahaya dan tidak ramah bagi generasi mendatang,” kata Organisasi Meteorologi Dunia.

Postcomended   Paspor Paling “Powerful” Tak Lagi Dipegang Singapura

Meningkatnya jumlah karbondioksida dan gas lainnya, artinya meningkat juga “efek rumah kaca” alami planet ini. Gas-gas ini telah menyebabkan suhu bumi meningkat selama abad terakhir ke tingkat yang tidak dapat dijelaskan oleh variabilitas alam.

Menurut Laboratorium Penelitian Sistem Bumi NOAA di Boulder, Colorado, karbondioksida tidak terlihat, tidak berbau dan tidak berwarna, namun bertanggung jawab atas 63% pemanasan yang disebabkan oleh semua gas rumah kaca.

Jika tren saat ini terus berlanjut, para ilmuwan bahkan percaya Bumi sekarang sedang kembali ke periode seperti pada pertengahan Pliosen atau bahkan mungkin Miosen.

Pada periode hangat pertengahan Pliosen lebih dari 3 juta tahun yang lalu, tingkat CO2 juga sekitar 400 bagian per juta, dengan permukaan laut diketahui 66 kaki atau lebih tinggi, dan planet ini kala itu masih lebih hangat dibanding sekarang.

Namun angka itu bertahan untuk jangka waktu panjang . Berbeda dengan saat ini yang meningkat cepat. Gerakan Bumi menuju kondisi seperti era Pliosen kata Keeling, dapat saja terjadi dalam dekade dan abad yang sudah di depan kita.

Bahkan lebih jauh ke belakang, pada era Miosen antara 14-23 juta tahun yang lalu, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer diyakini telah mencapai 500 bagian per juta.

Postcomended   Penampakan Mobil Terbang Uber di Ajang CES 2018

Keeling mengatakan, Bumi saat ini pada 1 derajat Celsius (1,8 derajat Fahrenheit) di atas tingkat era pra-industri. Mungkin peningkatan suhu belum sampai ke 1,5 atau 2 derajat Celcius, kata Keeling, tetapi semakin mendekat setiap saat.(***/USAtoday/washingtonpost)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top