IndustryWeek

Produsen mobil terlaris di AS, Toyota, mulai mencemaskan bakal terkerek naiknya harga mobil itu di negeri Paman Sam. Pasalnya perang dagang yang dikibarkan sang presiden, Donald Trump, bakal menambah komponen harga sebesar 3.000 dolar AS (sekitar Rp 40 juta) ke setiap unit mobil Toyota yang dijual. Alih-alih ingin melindungi industri lokal, kebijakan Trump dicemaskan akan memukul balik industri otomotif negerinya, hingga dapat mencapai ratusan miliar dollar AS.

Angka 3000 dollar AS tersebut adalah pajak yang dikenakan untuk biaya stiker (logo) saja, terutama truk pickup dan minivan. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan CNBC, Jumat (3/8/2018), pihak Toyota mengatakan, tarif 25 persen pada impor otomotif, yang akan dibebankan kepada konsumen sekadar sebagai penambahan pajak, akan meningkatkan biaya setiap kendaraan yang dijual di Amerika Serikat (AS).

Toyota –selain Honda– bahkan seperti disebut laman Cars.com yang diteruskan USA Today, sudah lebih Amerika dari Amerika. Dalam laporannya pada 2014, USA Today melansir survei tahunan Cars.com yang menunjukkan bahwa dalam dua tahun berturut-turut mobil paling populer yang dirakit di AS dengan persentase konten domestik yang diperlukan adalah Toyota Camry.

Lima kendaraan teratas  lainnya semuanya berasal dari Toyota atau Honda. Setelah Camry, dalam daftar tersebut termasuk sedan Honda Accord, minivan Toyota Sienna, minivan Honda Odyssey, dan Honda Pilot SUV. Setelah itu barulan muncul nama-nama Amerika mulai Chevrolet Traverse, GMC Acadia, dan Buick Enclave.

Padahal menurut laporan USA Today, AS telah menerapkan aturan bahwa produk kendaraan harus memiliki setidaknya 75% konten domestik. Camry, Sienna, Odyssey, dan Pilot semuanya memiliki 75%. Sisanya ada 80%, kata Cars.com.

Saking larisnya, Camry memiliki pabrik perakitan sendiri di AS, tepatnya di Kentucky. Para eksekutif Toyota mengatakan Jumat, bahwa Toyota melaporkan rekor laba. Pendapatan bersih Toyota secara global naik dari 5,52 miliar dollar AS menjadi 5,91 miliar dolar AS selama kuartal pertama. Akan tetapi mereka juga mengatakan, kenaikan tarif dapat membahayakan lini bawah Toyota dan berdampak negatif terhadap pekerja.

Postcomended   Langit Bandung Segera "Dihiasi" Cable Car

CNBC mencatat, Camry yang dirakit di Kentucky, akan dikenakan biaya tambahan 1.800 dolar AS jika tarif 25 persen diberlakukan. Kenaikan biaya serupa akan terlihat pada pickup Tundra dan minivan Sienna dengan 2.800-3.000 dolar AS ditambahkan ke harga masing-masing. Pelanggan armada seperti perusahaan taksi Uber atau Lyft, disebut akan terpengaruh oleh peningkatan harga ini.

Seperti diketahui, administrasi Trump telah memulai perang dagang terlebih dulu dengan Cina dengan menerapkan tarif 25 persen atas impor baja, dan 10% untuk aluminium. Kini, pemerintah AS telah secara total mengenakan pajak impor tersebut senilai beberapa miliar dolar, menurut Forbes. Ketika negara-negara lain membalas, hingga 105 miliar dollar AS, total pukulan ke ekonomi AS bisa mencapai  210 miliar dollar AS.

Trump mengatakan langkah penerapan tarif adalah salah satu cara melindungi keamanan nasional, dengan mendasarkan kebijakannya itu pada laporan Departemen Perdagangan yang menyatakan telah terlalu banyak logam murah membanjiri pasar dan mengancam merusak pangkalan industri Amerika.

Namun dilansir laman dmv.org, banyak pengamat mencemaskan bahwa tarif memang akan mengecilkan persaingan di dalam negeri, namun di sisi lain akan membahayakan perekonomian AS sendiri. Sebab biaya tambahan retribusi kemungkinan akan diteruskan ke pembeli domestik dan akhirnya ke konsumen sebagai biaya merayap.

Postcomended   30 Juli dalam Sejarah: VW Kodok Klasik Diproduksi untuk Terakhir Kalinya

Dan alih-alih melindungi perekonomian nasional, pajak perdagangan telah memukul hubungan antara AS dan Cina yang adalah importir terkemuka mobil buatan Amerika. Pasalnya, Cina siap membalas. Taktik balas dendam ini, menurut laman dmv,org, menyentuh sejumlah barang AS tetapi bisa sangat memberatkan industri otomotif, yang mengirimkan mobil senilai 11 miliar dolar AS ke negeri Tirai Bambu ini setiap tahun.

Cina mengimpor hampir 270.000 kendaraan dari AS per tahun, termasuk 70.000 dari Ford, 30.000 dari General Motors, dan sekitar 15.000 dari Tesla. Sejumlah kendaraan berbendera asing juga dikirim ke negara Asia ini dari Amerika, termasuk lebih dari 100.000 BMW yang diproduksi di pabrik besar perusahaan Carolina Selatan.

Namun, mobil buatan Amerika hanya membuat sebagian dari 1,2 juta kendaraan yang diimpor oleh China setiap tahun, memberi negara itu banyak ruang untuk menahan setiap pelambatan pengiriman mobil dari AS.

Laporan Departemen Perdagangan yang direferensikan oleh Trump memang menunjukkan bahwa  produsen baja dan aluminium Amerika telah mengalami pukulan berat selama bertahun-tahun: ndustri baja kehilangan 35% dari pekerjaannya sejak tahun 2000 dan pekerjaan di sektor aluminium jatuh sebesar 58% antara 2013 dan 2016.

Namun, banyak suara terkemuka di dunia otomotif berpendapat tren yang tidak menguntungkan serupa dapat diteruskan ke industri mereka di belakang tarif, termasuk Matt Blunt, presiden American Automotive Policy Council, kelompok advokasi untuk produsen “Big Three” AS. : Ford, General Motors, dan Fiat-Chrysler.

Postcomended   Gerakan Khas Michael Jackson Ini Mengherankan para Dokter

“Kami prihatin dengan konsekuensi yang tidak diinginkan yang akan ditawarkan, terutama yang akan menyebabkan harga yang lebih tinggi untuk baja dan aluminium di sini di Amerika Serikat, dibandingkan dengan harga yang dibayar oleh pesaing global kami,” kata Blunt dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah tarif disetujui.

Ini kata Blunt, akan menempatkan industri otomotif AS, yang mendukung lebih dari 7 juta pekerjaan Amerika, dengan kerugian kompetitif. Ini juga belum termasuk pukulan yang mungkin terjadi pada industri suku cadang AS, yang menciptakan komponen individual kendaraan dan mempekerjakan sekitar 880.000 orang. (***/newsweek/dmv.org/USAtoday)

 

 

Share the knowledge