Internasional

Koran Belanda Ungkap Karyawan Cina Curi Rahasia Perusahaan Semikonduktor Belanda

Share the knowledge

 

Markas ASML, produsen semikonduktor ternama Belanda (gambar dari: www.koreaherald.com/view.php?ud=20160920000972)

Markas ASML, produsen semikonduktor ternama Belanda (gambar dari: www.koreaherald.com/view.php?ud=20160920000972)

Penguasaan teknologi Cina saat ini membuat dunia terpana. Dari mana mereka mendapatkan ilmunya? Hari ini (Kamis/11/4/2019) seorang karyawan Cina disebut satu koran Belanda telah mencuri rahasia perusahaan Belanda. Ini bukan pertama Cina dituding mencuri.

Kantor berita Reuters dalam laporannya menyebutkan, karyawan Cina mencuri rahasia perusahaan dari pembuat peralatan semi konduktor Belanda, ASML. Informasi ini didapat Reuters dari laporan di surat kabar keuangan terkemuka Belanda, Financieele Dagblad (FD.

Pencurian ini, tulis FD, mengakibatkan kerugian ratusan juta dollar. Koran itu mengatakan, mengutip penyelidikannya sendiri, teknologi telah dicuri oleh karyawan Cina tingkat tinggi di departemen penelitian dan pengembangan dan bocor ke pemerintah Cina.

Namun ASML sendiri, menurut koran ini dengan mengutip informasi dari perusahaan yang berbasis di Veldhoven ini, tidak menemukan bukti kuat tentang keterlibatan pemerintah Cina. Jikapun benar menurut ASML, yang dicuri itu bukan cetak biru untuk mesin litografi yang membuat ASML menjadi pemimpin dunia dalam peralatan semikonduktor.

Koran FD mendasarkan laporannya sebagian pada sumber-sumber perusahaan dan sebagian pada keputusan November 2018 oleh pengadilan tinggi Santa Clara, California, AS, dalam kasus antara anak perusahaan ASML AS dan XTAL Inc., yang mengajukan kebangkrutan sebulan kemudian.

Postcomended   Inggris Bakal Paksa Para Bos Jejaring Sosial Bertanggung Jawab atas Konten Berbahaya di Platform-nya

Dokumen-dokumen dari pengadilan ini menunjukkan enam mantan karyawan ASML, semuanya dengan nama Cina, melanggar kontrak kerja mereka dengan berbagi informasi tentang proses perangkat lunak ASML dengan XTAL, demikian ditunjukkan oleh FD

Awal pekan ini (minggu kedua April), ASML menyambut baik perjanjian Cina-Eropa, yang menyebutkan Beijing tidak akan lagi memaksa perusahaan asing untuk berbagi pengetahuan sensitif ketika beroperasi di Cina.

Ekspor ASML ke Cina meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 1,8 miliar euro (sekitar Rp 30 triliun) pada 2018 karena Beijing mendorong pertumbuhan industri semikonduktor domestiknya, yang sekarang terhitung sekitar seperenam dari total penjualan ASML.

Apa itu semikonduktor? Semikonduktor adalah suatu benda yang tidak bisa menghantarkan arus listrik pada suhu yang rendah. ASML diketahui menjadi pemimpin dunia dalam peralatan litografi, yakni suatu metode memproduksi semikonduktor dan peralatan MEMS (Micro Electro Mechanical Systems).

ASML tidak secara langsung menjawab pertanyaan apakah karyawan Cina dan pemerintah Cina terlibat, seperti yang dituduhkan oleh koran FD. Namun seorang juru bicara ASML mengatakan kepada Reuters, perusahaan mengetahui laporan FD ini dan sedang mempersiapkan tanggapan.

Tuduhan Mencuri Bukan yang Pertama

Postcomended   Profesor di Universitas di AS Dipecat karena Meminta Siswa Tak Bicara Bahasa Cina

Buka kali ini saja Cina dituding mencuri rahasia perusahaan lain. Juli tahun lalu, otoritas Amerika Serikat (AS)  menuduh mantan karyawan Apple Inc bernama Xiaolang Zhang, mencuri rahasia dagang. Dalam pengaduan pidana yang diajukan di pengadilan federal, dia dituduh telah mengunduh cetak biru rahasia yang terkait dengan mobil swakemudi ke laptop pribadi dan kemudian mencoba melarikan diri dari AS.

Pengaduan itu mengatakan, Zhang,mengungkapkan niat bekerja untuk startup mobil swakemudi (self-driving) Cina dan memesan penerbangan menit terakhir ke Cina setelah mengunduh rencana papan sirkuit untuk mobil swakemudi. Pihak berwenang menangkap Zhang 7 Juli 2018 di bandara San Jose setelah ia melewati pos pemeriksaan keamanan.

Pengaduan pidana tersebut mengatakan, Zhang dipekerjakan untuk mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras untuk proyek kendaraan otonom (swakemudi) Apple. Zhang bertugas merancang dan menguji papan sirkuit untuk menganalisis data sensor.

Pada Oktober 2018, satu penelitian menyebutkan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah mengirimkan tentaranya untuk mempelajari sains dan teknologi di universitas-universitas Barat sebagai bagian dari upaya luas untuk menyerap teknologi militer yang dimiliki negara-negara pesaingnya.

Cina menerjemahkan kegiatan ini sebagai “memetik bunga di negeri asing untuk membuat madu di Cina”. Para siswa yang terdaftar itu menyembunyikan afiliasi mereka dengan militer Cina. Mereka bekerja pada teknologi mutakhir seperti misil supersonik dan teknik navigasi tingkat lanjut. PLA terutama menarget negara-negara seperti Ausave3stralia, Jerman, Amerika Serikat, Inggris dan Singapura.

Postcomended   Perempuan Cina Bunuh Kedua Anak dan Dirinya Gara-gara Suaminya Pura-pura Mati

Laporan baru yang dirilis Senin (29/10/2018) oleh Institut Kebijakan Strategis Australia, seperti dilaporkan Newsweek, menyatakan, membantu militer pesaing mengembangkan keahlian dan teknologinya bukan (dimaksudkan) untuk kepentingan nasional. Namun tidak jelas bahwa universitas dan pemerintah Barat sepenuhnya sadar akan fenomena ini.(***/dariberbagaisumber)

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top