Internasional

Korea Selatan dan Jepang Retak, Seoul Bakal Balas Tendang Jepang dari “Daftar Putih”

Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=9po28Dqu6gQ)

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=9po28Dqu6gQ)

Korsel mengatakan bakal menendang Jepang dari “daftar putih” negara-negara dengan status perdagangan jalur cepat mulai September; satu langkah besar yang memperdalam keretakan diplomatik dan perdagangan antara kedua negara. Konflik yang berakar dari dosa Perang Dunia II.

Dalam pengumuman “pembalasan” yang disampaikan Senin (12/8/2019) ini, pihak Seoul menyebutkan seperti dilaporkan Reuters, peraturan perdagangan yang lebih ketat termasuk potensi proses permohonan izin yang panjang, akan diberlakukan untuk ekspor Korea Selatan (Korsel) ke Jepang,

Menteri Perindustrian Korsel, Sung Yun-mo, mengatakan, Jepang akan dimasukkan ke dalam kategori perdagangan yang baru dibuat dari negara-negara yang belum menjalankan sistem kontrol ekspor mereka sejalan dengan “prinsip-prinsip kontrol ekspor internasional”.

Park Tae-sung, seorang pejabat senior kementerian perdagangan Korsel menambahkan, Jepang telah ditunjuk sebagai negara pertama dalam kelompok baru karena praktik perdagangan yang tidak tepat, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Hubungan kedua negara telah memburuk sejak putusan Mahkamah Agung Korsel tahun lalu yang menyatakan,  perusahaan-perusahaan Jepang harus memberi kompensasi kepada Korsel yang selama Perang Dunia II diharuskan menjadi pekerja paksa.

Postcomended   Seorang Kepala Riset Terkemuka Peringatkan Ancaman Brexit Terhadap Sains

Pemerintah Jepang tidak segera mengeluarkan tanggapan publik, tetapi seorang pejabat senior kementerian luar negeri mengatakan kepada penyiar NHK bahwa tanggapan akan datang setelah analisis lebih lanjut tentang perincian keputusan Korsel.

Pejabat kementerian luar negeri lain mengatakan bahwa Tokyo tidak mengharapkan dampak langsung, NHK melaporkan. Jepang mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka mengeluarkan Korsel dari “daftar putih” negara-negara yang telah menikmati pembatasan perdagangan minimum, dengan alasan erosi kepercayaan.

Hal itu terjadi setelah pada Juli Jepang memberlakukan pembatasan ketat pada ekspor ke Korsel atas bahan-bahan yang digunakan untuk membuat chip smartphone; barang ekspor utama Korsel. Tokyo pekan lalu melakukan pengiriman pertama bahan-bahan berteknologi tinggi ke Korsel sejak pembatasan itu diberlakukan.

Postcomended   Turki Mulai Terima Kloter Pertama Sistem Rudal Rusia S-400, NATO Gerah

Presiden Korsel, Moon Jae-in, mengatakan, pembalasan ekonomi Jepang tidak hanya tidak adil secara intrinsik, tetapi juga tidak adil karena berasal dari pelanggaran era kolonial Jepang. Namun Moon menyebutkan, warga Korsel seharusnya tidak bereaksi emosional dan tetap menjaga hubungan konstruktif dengan orang-orang Jepang.

“Kita harus mengambil napas dalam-dalam untuk mempertimbangkan penanggulangan mendasar dengan cara yang keras namun tenang,” kata Moon pada pertemuan para pembantu seniornya, Senin.

Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada impor Jepang, Korsel pekan lalu mengumumkan rencana untuk berinvestasi sekitar 7,8 triliun won (6,48 miliar dollar AS) dalam penelitian dan pengembangan untuk bahan, suku cadang dan peralatan lokal selama tujuh tahun.

“Pemerintah akan mengejar strategi yang terperinci untuk lebih mengembangkan ekonomi kita secara substantif dengan menjadikan pembalasan ekonomi oleh Jepang sebagai kesempatan untuk mengubah yang jahat menjadi baik,” kata Moon. Sung mengatakan dia siap untuk berbicara kapan saja Tokyo meminta pertemuan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top