Kim Jong Un saat meninjau fasilitas peluncuran roket di Sohae (sumber: internet)

Entah apa yang membuat Kim Jong Un menjadi sejinak ini. Prongyang mulai membongkar fasilitas peluncuran dan pengujian roket yang telah disepakati dalam perjanjian tidak resmi dengan Presiden  Donald Trump. Ini disebut bagai kemenangan besar Amerika Serikat (AS). Apakah Trump dapat melakukan hal serupa terhadap Rouhani dan Putin? Belakangan, Trump mulai melempar komunikasi serupa terhadap Presiden Iran seperti yang pernah dilakukannya terhadap Kim: komunikasi ancam-mengancam, antara lain via Twitter.

Menyusul KTT Singapura antara Kim Jong Un dan Trump, keduanya merilis pernyataan bersama menggunakan bahasa yang lemah dan samar seputar denuklirisasi. Namun dalam konferensi pers setelah KTT, Trump mengumumkan pertukaran yang tampaknya dianggap adil oleh Kim, yakni: AS akan menghentikan latihan militer dengan Korea Selatan (Korsel), sedangkan Korea Utara (Korut)  setuju membongkar tempat uji coba rudal.

Lebih dari satu bulan sejak KTT itu, AS mengakhiri perjanjian verbal, namun Korut mempertahankannya. Citra satelit yang ditinjau oleh 38 North menunjukkan Korut membongkar bagian-bagian kunci dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae, di mana Kim Jong Un telah memimpin peluncuran roket untuk menempatkan satelit ke orbit di masa lalu.

Postcomended   Apple Bakal Luncurkan Beragam Produk Baru pada 12 September 2018

Sejauh ini, sebuah situs berbasis rel untuk mengangkut roket dan mesin pengujian mesin vertikal telah dibongkar, 38 North melaporkan. Secara absolut, ini hanya mewakili sebagian kecil dari infrastruktur rudal nuklir Korut. Tetapi apa yang dilakukan Korut memiliki komponen-komponen kunci yang dapat memberi harapan.

Dengan menghapus infrastruktur kereta api untuk mengatur peluncuran kendaraan satelit, Korut mungkin telah mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak akan mencari celah yang sama yang telah menghancurkan kesepakatan sebelumnya. Pada 2012 setelah negosiasi pembekuan rudah dengan Presiden Barrack Obama, Korut meluncurkan apa yang mereka katakana untuk menempatkan satelit di orbit, namun menggunakan roket bertenaga nuklir, dan ini mengecewakan AS kala itu.

Di Sohae –di mana derek telah terlihat merobohkan stan pengujian mesin– Korut sebelumnya pernah bekerja untuk mengembangkan mesin untuk rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM), yang antara lain pernah diancamkan Kim bisa menjangkau gedung kepunyaan Trump di New York, Empire State Building.

Postcomended   11 Juli dalam Sejarah: Laksamana Cheng Ho Memulai Penjelajahan ke Samudra Hindia

ICBM dianggap telah mengancam tanah air AS dengan cara yang dapat merusak aliansi AS di Asia dan akhirnya bahkan menggeser peran AS sebagai kekuatan dominan di kawasan itu. Seperti yang dilaporkan oleh Business Insider sebelumnya, pembekuan program ICBM Korut telah menjadi fokus utama Pentagon selama bertahun-tahun.

Rouhani dan Putin

Untuk sementara ancaman Korut dianggap reda, namun Trump “mengalihkan” komunikasi ancam-mengancamnya ke Timur Tengah. Trump via Twitter dengan berang balas mengancam Iran setelah Presiden Iran, Hasan Rouhani, mengatakan kepada Trump bahwa kebijakan keras terhadap Teheran akan merupakan “induk segala peperangan”.

Trump dengan gusar balik mengancam Rouhani agar tak mengancam AS jika tak mau menanggung akibatnya. Melalui Twitter, Trump menulis, “Jangan pernah sekalipun mengancam Amerika Serikat atau Anda akan merasakan konsekuensi seperti yang sudah dialami sejumlah pihak sepanjang sejarah.”

Akan tetapi Trump bagai berada di ketiak Putin ketika dia tak dapat mengelak temuan agen intelijen negaranya, dan mengakui meski dengan canggung bahwa Rusia telah mengintervensi pemilu presiden AS 2016 yang berhasil memenangkannya sebagai Presiden AS.

Postcomended   Trump Dicap Tak Bisa Bedakan Mana yang Baik untuk Negara atau Dirinya

Kini, Rusia dengan semena-mena memamerkan senjata-senjata buatannya yang antara lain mengandung nuklir, tanpa mendapat kritik pedas Trump. Sikap standar ganda Trump ini telah mengundang para warganet untuk menyindir Trump dengan meme-meme kejam dan melecehkannya. (***/businessinsider/CNN/BBC)

 

Share the knowledge