Keluarga

Korupsi dan Warisan Budaya Kolonial

Pendidikan Anti Korupsi - Buku Pendidikan Anti Korupsi untuk PT SlideShare768 × 1087Telusuri gambar

Pendidikan Anti Korupsi – Buku Pendidikan Anti Korupsi untuk PT SlideShare768 × 1087Telusuri gambar

Disadari atau tidak, korupsi sudah menjadi budaya yang mendarah daging dalam masyarakat Indonesia, terutama di kalangan elite politik. Ia layaknya sebuah candu dalam tubuh, di mana tubuh akan merasakan kegigilan sekaligus merasa gelisah ketika obat terlarang tidak dikonsumsi. Penyakit yang sulit dihilangkan kecuali dengan pembiasaan dan komitmen yang kuat.

Kerap menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat Indonesia terkait kasus yang menimpa salah satu ketua DPR RI Setya Novanto yang telah menjadi tersangka korupsi suap E-KTP. Alih-alih banyaknya drama yang dimainkan, layaknya sinetron dalam dunia perfilman. kendati demikian, kasus ini masih dan harus terus diusut hingga menemukan titik temunya.

Banyaknnya drama yang dimainkan oleh salah satu pejabat tertinggi kursi DPR RI. Sempat menjadi viral di kalangan para pencinta media sosial. Pasalnya, Setya Novanto yang diduga menjadi dalang dari kasus E- KTP, tak sadarkan diri akibat kecelakan yang dialaminya sebelum pihak KPK menindak lanjuti kasusnya tersebut. Dan Ini yang kedua kalinya. Drama yang dimainkan oleh saah satu pejabat legislatif ini sempat membuat netizen geram sekaligus lucu. Hingga pada akhirnnya meme-meme lucu pun banyak bermunculan di media sosial.

Sungguh perilaku yang sangat memalukan yang dilakukan oleh pejabat Indonesia. Ini Juga merupakan pukulan tajam untuk para pejabat lainnya. Pejabat yang katanya menjadi representasi masyarakat Indonesia yang berjanji untuk melindunggi hak-hak asasi manusia, justru berbanding sebaliknnya. Pelajaran penting bagi para pejabat untuk tidak sekali-kali bermain dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Postcomended   Kekhawatiran Teman SMA Pelaku Bom Surabaya Akhirnya Terbukti

Secara keseluruhan sejak tahun 2004 hingga Juni 2017, data statistika KPK menunjukkan ada 78 kepala daerah yang berurusan dengan KPK. 18 gubernur dan 60 orang wali kota atau bupati dan wakilnnya. Sedangkan di tahun 2017 terdapat lima orang pejabat daerah yang terjaring kasus korupsi.

Adapun lima orang tersebut adalah gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dengan korupsi Rp 4,7 miliar, Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i yang menggunakan dana desa, wali kota Tegal Siti Masitha diduga menerima uang suap sebesar Rp 5,1 miliar, bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen yang diduga menerima uang sebesar Rp 4,4 miliar, serta wali kota Batu Eddy Rumpoko yang diduga menerima uang suap senilai Rp 500 juta. Data tersebut diambil dari Kompas.com. dan mungkin yang belakangan ini adalah kasus suap E-KTP yang dialami oleh ketua DPR RI Setya Novanto.

Data di atas tentu menunjukkan keadaan yang miris. Jika ditotal secara keseluruhan, berapa banyak kerugian yang dialami oleh negara dengan statistika KPK yang ditunjukkan dari tahun 2004 sampai 2017. Mungkin kata banyak kurang mampu merepresentasikan kerugian tersebut. Maka hari ini Indonesia dalam keadaan yang genting.

Korupsi dan Kolonialisme

Virus korupsi yang sudah menyebar sampai kalangan masyarakat bawah. Sebagai contoh suap menyuap dalam sektor pendidikan dan kesehatan, premanisme pasar, pungli dan lain sebagainnya. Merupakan gejala korupsi yang sering kali terjadi di masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, korupsi yang juga terjadi di kalangan masyarakat atas, bukan tidak mungkin itu terjadi di kalangan masyarakat bawah. Di kala hukum rimba berlaku, hawa nafsu pun akan memainkan perannya, apa pun carannya mesti dilakoni.

Postcomended   Associated Press: Pengadilan Indonesia Menghukum Politisi yang Dipuji Presiden Donald Trump

Indonesia merupakan negara bekas jajahan Belanda. hal ini tentu tidak bisa menghapus lembaran sejarah bangsa ini. Belanda yang pernah singgah bahkan berkuasa di negri ini, bukan tidak meninggalkan apa pun. Ternyata budaya korupsi merupakan salah satu budaya yang melekat oleh bangsa Belanda. VOC yang merupakan sistem penjajahan, pernah melakukan korupsi besar besaran di Indonesia. Hingga pada tanggal 31 Mei 1799 dinyatakan pembubarannya.

Budaya korupsi yang dilakukan oleh VOC, bukan tidak tanpa suatu bukti. Beberapa bukti yang dapat menjelaskan di antaranya; Pasar Ikan yang merupakan tempat VOC mengendalikan sistem pasar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Di tempat inilah kapal yang melewati pintu gerbang pelabuhan wajib membayar uang pungli atau rokok. Ini membuktikan korupsi sudah ada dari zaman kolonial.

Fakta kedua, yaitu ada pada tatanan birokrasi. Tepatnya di Museum Sejarah Jakarta yang dulu merupakan Balai Kota Batavia. Di tempat ini lah VOC pernah berkuasa. Tempat yang juga menjadi saksi bisu keserakahan pengurus VOC. Sebelum dinyatakan bangkrut, kerena tidak sanggup membayar hutang akibat korupsi besar besaran yang dilakukan oleh pengurus VOC sendiri.

Hingga pada tanggal 31 Desember dinyatakan bangkrut. Adapun hutang yang diemban sebesar 140 juta gulden. Kala itu merupakan jumlah uang yang sangat tinggi.

Postcomended   Sejumlah Kejanggalan Setya Novanto pada Hari Kecelakaan dan Masuk Rumah Sakit yang Terungkap di Persidangan Ini, Bikin Geli

Cerminan Mentalitas Bangsa  

Data di atas cukup membuktikan bahwa hari ini korupsi tidak pernah absen dari kehidupan bangsa Indonesia. Keadaan yang cukup miris. Bagaimana tidak, negara yang merupakan lembaga terbesar yang menjamin hak-hak setiap warga. Justru menindas wargannya sendiri. Ini merupakan gambaran dari mentalitas bangsa yang merosot.

Keberadaan KPK dalam memberantas para pelaku korupsi mungkin memberikan dampak yang signifikan. Akan tetapi bukan berarti memberikan efek jera terhadap para pelakunya. Sebuah pepatah pernah menjelaskan bahwa “seorang hamba harus dipukul dengan tongkat sedangkan seorang yang merdeka cukup dengan Isyarat”. Lantas apakah kita masih layak dikatakan sebagai orang yang merdeka? Jawabannya hanya ada pada diri kita masing-masing.

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top