Nasional

KPK Di Ujung Tanduk, Teten Masduki hingga Fadjroel Rahman “Dicari” ICW

Share the knowledge

Aksi tolak pengesahan revisi UU KPK pada 6 September 2019 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=YMLachM5C0U)

Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam akun Instagram bernama Sahabat ICW, memposting delapan tokoh yang dahulu dianggap lekat dengan upaya pemberantasan korupsi, namun kini “hilang”. Tujuh di antaranya disebut karena “terlalu dekat dengan istana”.

Postingan akun Sahabat ICW pada Kamis (12/9/2019) tersebut cukup provokatif; bagai sedang mencari kriminalis dengan tulisan besar di atasnya: “DICARI”.

Dalam postingannya, Sahabat ICW menulis: “Mohon bantuan teman-teman @kontras_update untuk menemukan para senior yang terhormat ini, karena mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia.”

Kedelapan sosok ini diposting satu-satu dalam satu rangkaian postingan. Dalam postingan tersebut, hanya Johan Budi yang ditulis “hilang sejak masuk ke perut banteng”. Johan adalah mantan jubir KPK.

Di urutan pertama postingan ada wajah Teten Masduki. Akun Sahabat ICW menyebutnya sebagai “mantan pegiat anti korupsi”. Postingan berikutnya, selain Johan, ada Ifdhal Kasim. Sahabat ICW menulisnya sebagai mantan pegiat hak asasi manusia.

Pada postingan keempat, ICW menampilkan wajah Fadjroel Rachman. Dia disebut sebagai mantan pegiat pro demokrasi. Berikutnya, ada wajah Alexander Lay yang disebut sebagai mantan pegiat reformasi hukum. Setelah Alexander, ada Jaleswari Pramodhawardani, mantan pegiat reformasi militer.

Postcomended   Indonesia Setuju Serahkan Yacht Terkait Korupsi 1MDB ke Malaysia

Di postingan ketujuh muncul wajah Andrinof Chaniago. Dia disebut sebagai mantan pegiat reformasi kebijakan publik. Dan kedelapan ada nama Abetnego Tarigan; mantan pegiat lingkungan hidup. Ketujuh tokoh terakhir selain Johan, diberi kepsyen “hilang karena terlalu dekat dengan istana”.

https:\\www.instagram.com/p/B2TSttBBwTy/?igshid=q6d7rg6fwzlc

Postingan ini disukai 21.024 dan dikomentari oleh 647 warganet. Mereka antara lain menulis: “Jangan lupa Budiman Sujatmiko, Dita Indah Sari, Adian Napitupulu, Rieke Diah Pitaloka dkk juga dicari keberadaannya… kmana mereka skrg?”

Warganet lain menulis kocak: “Jir besok2 gw ga lewat istana dah. Ada segitiga Bermuda nya kayanya.” Lainnya berkomentar: “Yang masuk ke perut banteng kayak nabi yunus ke perut paus apa gimana.”

Dilansir laman Tirto, saat dikonfirmasi, Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, mengatakan, poster online tersebut disampaikan oleh ICW sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap para aktivis yang kini berada di pemerintahan.

Postcomended   30 Agustus dalam Sejarah: Mahkamah Agung Menangkan Soeharto dari TIME

Menurut Adnan, para eks-aktivis itu justru membuat demokrasi Indonesia semakin tidak berjalan baik.”Ini mewakili kekecewaan dari teman-teman di luar yang melihat apa yang dilakukan teman-teman di dalam kurang berdampak, bahkan malah makin membuat kerja-kerja demokrasi kian sulit, setelah beberapa kebijakan Jokowi justru menyimpang dari semangat awalnya,” kata Adnan saat dikonfirmasi reporter Tirto, Kamis.

Hingga kini, kedelapan sosok yang wajahnya diposting tersebut belum berkomentar secara khusus. Sementara itu HJohan pada hari ini, Jumat (13/9/2019), kepada wartawan mengeluarkan pernyataan lagi bahwa dia mundur dari posisi stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Johan mundur karena sudah terpilih menjadi anggota DPR; pernyataan yang sudah pernah dilontarkan pada 2018.

“Dengan ditetapkanya saya sebagai anggota DPR periode 2019-2024 maka berakhir pula tugas saya sebagai Staf Khusus Presiden,” ujar Johan dalam pesannya kepada wartawan, Jumat (13/9/2019). Johan menambahkan, “Mari kita dukung dan support penuh kepemimpinan bapak Presiden Jokowi dalam melaksanakan tugas ke depan,” kata Johan.

Sementara itu, mereaksi terpilihnya Firly Bahuri sebagai Ketua KPK dalam proses voting yang dilakukan anggota DPR RI semalam (Kamis malam dan Jumat dini hari), salah seorang Wakil KPK, Saut Situmorang hari ini (Jumat) menyatalan mundur dari KPK. Firly sianggap memiliki catatan cacat integritas. Presiden Jokowi sendiri hari ini menyetujui sejumlah poin dalam revisi UU KPK sementara menolak yang lainnya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top