Melalui suara yang seakan-akan resepsionis salon rambut sedang menerima pesanan reservasi, sepotong perangkat lunak milik Google ini menipu manusia dengan suara yang sangat manusiawi. Alarm massal bersahutan di kalangan kritikus teknologi dan mereka yang cemas bahwa teknologi AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) sedang dikembangkan tanpa pengawasan atau peraturan yang tepat.

Menyusul kecaman luas atas dilema etika yang diangkat oleh sistem Duplex Google terbaru, yang memungkinkan AI meniru suara manusia untuk membuat janji, Google mengklarifikasi dalam sebuah pernyataan bahwa sistem eksperimental ini akan memiliki pemberitahuan/pengungkapan yang bersifat built-in (bawaan perangkat yang bersangkutan).

Dilansir The Verge, ini artinya bahwa apa pun bentuknya nanti, Duplex merupakan produk konsumen yang akan dilengkapi beberapa jenis pengumuman lisan kepada bahwa ia sebenarnya sedang berbicara dengan AI. Berita tentang perubahan pendekatan Google mengenai transparansi produk Duplex ini pertama kali dilaporkan CNET.

“Kami memahami dan menghargai diskusi seputar Google Duplex. Seperti yang telah kami katakan sejak awal, transparansi dalam teknologi itu penting,” kata juru bicara Google kepada The Verge, Kamis (10/5/2018).

“Kami merancang fitur ini dengan pengungkapan yang sudah ada di dalamnya (disclosure built-in), dan kami akan memastikan sistem tersebut diidentifikasi secara tepat. Apa yang kami tunjukkan di I/O adalah demo teknologi awal, dan kami berharap dapat memasukkan umpan balik saat kami mengembangkan ini menjadi sebuah produk,” ujarnya.

Postcomended   Tom Cruise Dikabarkan Hengkang dari Agama Kontroversial Ini

Duplex sejauh ini memang belum menjadi produk yang bisa digunakan. CEO Google, Sundar Pichai, memperkenalkannya di atas panggung pada Selasa (7/5/2018) di konferensi pengembang I/O perusahaan, dengan hanya panggilan telepon pra-rekaman.

Dalam konferensi tersebut, Pichai memperdengarkan percakapan seakan-akan antara resepsionis salon dengan calon konsumen. Hadirin tertawa saat suara kecerdasan buatan itu mengeluarkan suara “mm” dan “hmm”, layakya manusia.

Demo tersebut menunjukkan bagaimana Google Assistant dapat terdengar jauh lebih hidup ketika menggunakan teknik generasi baru WaveNet dari DeepMind serta kemajuan lainnya dalam pemrosesan bahasa alami. Semua itu membantu terciptanya perangkat lunak yang meniru pola ucapan manusia secara lebih realistis.

Singkat kata, Duplex sangat meyakinkan seperti manusia karena memasukkan “bug” seperti “mm” dan “hmm” dan frasa lainnya yang lebih banyak ke dalam perpustakaan lisan Google Assistant.

Postcomended   Gurun Sahara Makin Mekar, Menyamai Luas Amerika Serikat

Bagaimanapun kemiripan sangat ini telah membunyikan alarm massal di kalangan kritikus teknologi. Zeynep Tufekci misalnya, menyebut demo itu “mengerikan” . Reaksi awal para pemirsa yang positif di I/O, tulis Zeynep di Twitter-nya, membuktikan bahwa Silicon Valley telah kehilangan etika, tanpa kemudi, dan belum belajar apa-apa.

Google pada awalnya mengatakan dalam posting blog yang ditulis oleh insinyur Yaniv Leviathan dan Yossi Matias bahwa “penting bagi kami bahwa pengguna dan bisnis memiliki pengalaman yang baik dengan layanan ini, dan transparansi adalah bagian penting dari itu.”

Duo itu menambahkan, pihaknya ingin menjadi jelas tentang maksud panggilan tersebut, sehingga (kalangan) bisnis memahami konteksnya, dan bahwa Google akan bereksperimen dengan cara melakukan hal ini di bulan-bulan sebelum Duplex dapat memasuki pengujian dalam platform Google Assistant pada musim panas 2018.

Tetapi perusahaan tidak secara eksplisit menyatakan bahwa pengungkapan built-in akan menjadi fitur wajib. Perwakilan Google memberi tahu The Verge bahwa perusahaan merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu individu bahwa mereka (nantinya), mungkin, berbicara dengan perangkat lunak. Tim Google Assistant juga, ibuhnya, sedang mencari cara untuk melindungi produk terhadap penyalahgunaan seperti panggilan spam.

Postcomended   200 Juta Facebooker Ngaku “Single”, Zuckerberg Luncurkan Fitur Kencan

Setelah kecaman online yang bertubi-tubi, Google kini tampak mengambil langkah ekstra untuk memastikan publik bahwa mereka mengambil sikap transparan, termasuk memastikan bahwa Duplex akan membuat dirinya “diidentifikasi dengan tepat” (sebagai mesin), untuk kepentingan semua pihak yang terlibat.(***/theverge)

Share the knowledge