Mole.my

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri “baru”, Malaysia sedang merencanakan memanaskan kembali industri otomotifnya dengan mengangkat proyek mobil nasional ketiga. Untuk itu, Malaysia kini sedang mencari peluang tersebut dengan menggaet produsen mobil Jepang termasuk Nissan Motor dan Toyota Motor. Proyek mobnas pertama, Proton, disebut mengalami kinerja suram.

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan hal tersebut kepada wartawan Selasa (7/8/2018) di sela-sela kunjungan kerja empat hari ke kota Fukuoka, Jepang. Dia mengatakan, mengakses keahlian otomotif Jepang akan “penting” untuk memproduksi mobil dengan standar modern.

“Beberapa anggota delegasi saya akan mengunjungi Daihatsu, tetapi kami memiliki satu perusahaan (yang) telah menulis kepada Nissan dan Toyota untuk melakukan kerja sama dengan mereka,” kata Mahathir, tanpa menyebutkan nama perusahaan lokalnya itu. Daihatsu Motor kini sepenuhnya telah dimiliki oleh Toyota Motor.

Postcomended   Air Terjun Resun, Atraksi Menarik dari Kabupaten Lingga

Berbicara tentang memproduksi kendaraan nasional ini baru dimulai setelah kemenangan tak terduga Mahathir dalam pemilihan umum Mei silam. Dia menyalakan kembali perdebatan tentang perlunya proyek mobil yang dibantu negara.

Dilansir laman Nikkei Asian Review, dalam pidato sebelumnya kepada sekelompok siswa sekolah menengah yang menghadiri kamp musim panas Pemimpin Sekolah Masa Depan Jepang, Mahathir menggambarkan mobil listrik ramah lingkungan sebagai pilihan masa depan.

Selama ini, proyek mobnas Malaysia bagai hidup segan mati tak mau. Beberapa pemain lokal bersikeras bahwa penjualan kendaraan tahunan Malaysia yang hanya di bawah 600.000 unit, tidak mewakili skala ekonomi yang dibutuhkan untuk produksi, alias tidak memenuhi keekonomian.

Proton, proyek mobnas pertama yang didirikan selama periode pertama Mahathir memimpin, sebagian dijual ke pabrikan Cina, Zhejiang Geely Holding, setelah menunjukkan kinerja suram meski sudah beberapa dekade digelontor bantuan negara.

Postcomended   Selamat Bergabung GenPI Bali

Usai kegagalan Proton, Malaysia sempat menjajal lagi proyek mobnas kedua, yang diberi nama Perusahaan Otomobil Kedua (Perodua). Perodua adalah perusahaan patungan dengan perusahaan Jepang, termasuk Daihatsu.

Pada 2011, produk Perodua ada yang masuk ke Indonesia. Namun alih-alih mobil dengan merek Perodua atau merek Malaysia asli, mobil impor dari Malasyia ini tetap memakai nama pabrikan Jepang, yakni Daihatsu All New Sirion pada 2011 silam.

Mobil ini di Malaysia diberi nama Myvi yang dijual dengan harga kala itu sekitar Rp 130-170 juta. Daihatsu Motor Co Ltd, Jepang, mengeluarkan rilis yang menyatakan, basis Myvi adalah Boon baru yang dipasarkan di Jepang Februari 2010. Namun di Malaysia sendiri, Perodua telah memroduksi sejumlah jenis mobil. Pada 2014, Perodua melansir Axia. Dengan rekanan Daihatsu, mobil ini tetap saja berbasis Daihatsu Ayla.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge