Internasional

Kurdi Digempur Turki, Washington Terpaksa Ambil Alih “The Beatles”

Share the knowledge

 

Dua dari empat "anggota The Beatles", Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, yang dulu dikenal menggorok sandera wartawan dan pekerja bantuan. Keduanya disebut telah diamankan pihak AS dari tahanan SDF yang sedang kewalahan digempur Turki. (gambar dari: YouTube)

Dua dari empat “anggota The Beatles”, Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, yang dulu dikenal menggorok sandera wartawan dan pekerja bantuan. Keduanya disebut telah diamankan pihak AS dari tahanan SDF yang sedang kewalahan digempur Turki. (gambar dari: YouTube)

Aksi militer Turki terhadap Kurdi yang saat ini menahan lusinan militan ISIS paling berbahaya, membuat Washington terpaksa mengambil kendali. Awalnya, Presiden AS menolak tanggung jawab tersebut, namun pasukan koalisi yang dipimpin Kurdi (SDF) yang kewalahan menahan gempuran Turki telah mengancam meninggalkan kamp tahanannya.

Presiden AS, Donald Trump, sebenarnya telah berulang kali menolak bertanggung jawab atas tahanan ISIS tersebut, namun pada Rabu(9/10/2019) dia mengumukan, ketika pasukan Turki menyerang timur laut Suriah, AS mengambil alih sejumlah tahanan ISIS paling berbahaya dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF), AFP melaporkan.

Mereka termasuk dua pejuang ISIS asal Inggris yang terkenal kejam, yang merupakan bagian dari sel empat orang yang diculik dan disiksa yang dikenal sebagai “The Beatles”. The Beatles lah yang dulu dikenal memenggal kepala tawanannya, termasuk wartawan asing dan pekerja bantuan.

Menurut laporan media, pasukan Amerika Serikat (AS) berencana mengambil kendali atas beberapa lusin pejuang ISIS yang ditangkap dari kamp-kamp SDF untuk mencegah mereka melarikan diri. Itu bisa mempercepat kebutuhan untuk menyelesaikan masalah sekitar 2.000 pejuang asing ISIS, dan 8.000 militan ISIS lokal, yang telah ditahan oleh SDF sejak pasukan koalisi ini menghancurkan ISIS awal tahun ini.

SDF adalah suatu koalisi yang dibentuk ketika perang saudara di Suriah Meletus dalam satu dekade terakhir. mereka sebenarnya bersifat multietnis, gabungan milisi Kurdi, Arab, dan Asiria/Syria, serta beberapa pasukan Armenia, Turkmenistan, dan Chechnya, namun pimpinan SDF secara militer dikuasai oleh Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang sebagian besar adalah milisi Kurdi.

Postcomended   Gili Trawangan Tetap Wow Selama Ramadan

Terkait kecemasan kaburnya tahanan ISIS paling berbahaya ini, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, Kamis, menyerukan pertemuan darurat koalisi pimpinan AS melawan ISIS.

“Koalisi internasional harus bertemu karena kita berada dalam situasi baru dan karena perang melawan Daesh berisiko muncul kembali ketika Daesh sedang menunggu kesempatan ini,” kata Le Drian, merujuk pada ISIS dalam sebutan Arabnya.

Dengan SDF yang mengancam akan meninggalkan kamp tahanannya yang terancam dikepung Turki, pasukan AS telah bergerak untuk menyita pejuang ISIS paling berbahaya. “Kami telah mengambil sejumlah pejuang ISIS yang sangat kejam dan kami ingin memastikan tidak ada yang terjadi pada mereka,” kata Trump, Rabu.

“Jika orang-orang Kurdi atau Turki kehilangan kendali, Amerika Serikat telah mengambil dua gerilyawan ISIS yang melakukan pemenggalan di Suriah –yang dikenal sebagai The Beatles– keluar dari negara itu dan ke lokasi yang aman yang dikendalikan oleh AS,” cuit Trump.

Inggris dan Prancis Ogah Ambil Risiko

Postcomended   Sajian Tikus Panggang Kamboja, Warisan Masa Sulit Rezim Khmer Merah

Inggris telah menolak memikul tanggung jawab atas dua “anggota The Beatles” ini, Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, dengan alasan tidak ingin mengambil risiko kekacauan domestik dengan memulangkan mereka. Sekarang harapannya adalah bahwa mereka akan dikirim ke AS untuk diadili atas pembunuhan jurnalis AS, James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja bantuan AS, Peter Kassig.

Julukan “The Beatles” diberikan oleh sandera mereka karena aksen Inggris mereka yang kental. Mereka bahkan disebut para sanderanya sesuai nama anggota band Inggris legendaris tersebut: “John”, “Paul”, “George”, dan “Ringo”.

Menurut seorang pejabat AS yang namanya tidak diidentifikasi, dua “anggota” The Beatles ini telah dipindahkan dari Suriah dan berada di lokasi yang aman. “Mereka ditahan di tahanan militer sesuai dengan hukum perang,” katanya.

Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh hanya dua dari ratusan pejuang ISIS yang dianggap masih sangat berbahaya. Banyak negara merasa mengadili mereka di negara asalnya dapat menginspirasi serangan jihadis domestik baru. Prancis misalnya telah menyerahkan beberapa pejuang ISIS berkewarganegaraan Prancis ke Irak untuk dipenjara.

“Banyak dari mereka datang dari Eropa, tetapi mereka harus kembali ke Jerman, Prancis,” kata Trump Rabu.
“Kami mengatakan kami juga tidak menginginkannya, tetapi seseorang harus mengawasi mereka,” katanya kepada wartawan. “Kami melakukan sesuatu untukmu, mengambil kembali orang-orangmu.”

Fionnuala Ni Aolain, pelapor khusus untuk Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, menyerukan pembentukan proses sistematis untuk memulangkan mereka. “Terlepas dari meningkatnya permintaan internasional untuk mengatasi masalah ini, negara-negara Barat tidak berbuat banyak untuk mengatasinya,” tulisnya Selasa di situs web Just Security.

Proses pengembalian yang efektif, tulis Aolain, dalah satu-satunya cara yang berarti bagi kita untuk meminta pertanggungjawaban individu atas kejahatan serius dan sistematis yang dilakukan di Suriah dan Irak.”

Postcomended   Tom Cruise Pamer Tempat Syuting "Mission: Impossible 6"

Hina Shamsi dari Uni Kebebasan Sipil Amerika mengatakan, para tahanan ISIS tidak dapat dibiarkan tanpa batas di tangan militer AS, juga. AS harus segera memulangkan mereka ke negara asal mereka atau ke AS untuk diadili dalam sistem peradilan pidana federal, katanya.

“Militer harus mematuhi hukum domestik dan internasional, dan tidak mengulangi kesalahan hukum, moral, dan strategis yang mahal dari pelecehan dan pengadilan yang tidak adil,” katanya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top