Kapal Berbendera Hong Kong Kandas, Bencana Intip Laboratorium Alam Unesco

Internasional
Share the knowledge

 

Kapal MV Solomon Trader kandas di terumbu karang di Lavangu Bay, pulau Rennell Timur ketika mencoba memuat bauksit di pulau itu, dan menumpahkan bahan bakarnya ke laut. Lokasi ini tak jauh dari situs warisan Unesco (kredit foto: Komisi Tinggi Australia via https://www.abc.net.au/news/2019-02-26/pacific-oil-spill-sparks-fears-of-environmental-catastrophe/10849664)
Kapal MV Solomon Trader kandas di terumbu karang di Lavangu Bay, pulau Rennell Timur ketika mencoba memuat bauksit di pulau itu, dan menumpahkan bahan bakarnya ke laut. Lokasi ini tak jauh dari situs warisan Unesco (kredit foto: Komisi Tinggi Australia via https://www.abc.net.au/news/2019-02-26/pacific-oil-spill-sparks-fears-of-environmental-catastrophe/10849664)

Bencana lingkungan sedang terjadi di kawasan Pasifik setelah sebuah kapal besar kandas dan mulai menumpahkan minyak di sebelah situs Warisan Dunia Unesco di Kepulauan Solomon; sebuah laboratorium alam.

Para pejabat Australia mengungkapkan masalah ini pada Jumat (1/3/2019). Rekaman yang diambil minggu ini menunjukkan hanya sedikit kemajuan yang telah dilakukan dalam menghentikan kapal Solomon Trader dari kebocoran minyak sejak kandas pada 5 Februari, menurut Komisi Tinggi Australia di Kepulauan Solomon.

Para ahli Australia memperkirakan lebih dari 80 ton minyak telah bocor ke laut dan garis pantai di daerah yang secara ekologis rentan tersebut. Sementara itu, lebih dari 660 ton minyak, kata para ahli tersebut, masih berada di atas kapal berbendera Hong Kong ini yang terus bocor.

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

Dilansir Associated Press, kapal itu disewa oleh perusahaan Bintan Mining di Kepulauan Solomon untuk membawa bauksit. Bauksit adalah bahan tambang yang digunakan dalam produksi aluminium.

Kepala eksekutif Kepulauan Bintan Solomon, Fred Tang, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar Jumat.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan ada risiko tinggi bahwa sisa minyak akan bocor dan respon yang lambat dari otoritas terkait sangat mengecewakan.

Dikatakan bahwa pemerintah Kepulauan Solomon telah menyebutkan, tanggung jawab menyelamatkan kapal dan mengurangi dampak lingkungan terletak pada perusahaan yang terlibat.

Selandia Baru melaporkan bahwa pemilik kapal King Trader Ltd. telah mengirim tim untuk membantu operasi penyelamatan, sementara Bintan mengklaim bahwa sebagai penyewa kapal, mereka tidak memiliki tanggung jawab hukum atas kapal atau pertanggungjawaban atas kecelakaan tersebut.

Postcomended   Kegemaran Warga Cina pada Durian Ancam Habitat Binatang Langka

Badan yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan PBB, Unesco, telah menetapkan sepertiga selatan Pulau Rennell yang berada di wilayah Kepulauan Solomon, sebagai situs Warisan Dunia. Dikatakan pulau itu adalah atol karang terangkat terbesar di dunia dan merupakan “laboratorium alami sejati” untuk studi ilmiah.

Kawasan ini juga merupakan rumah bagi sekitar 2.000 orang, yang menurut catatan Komisi Tinggi bergantung pada lautan bersama dengan sumber daya alam pulau itu untuk mata pencaharian mereka.

Baik Australia dan Selandia Baru telah mengirim para ahli untuk membantu memantau tumpahan minyak dan potensi penyelamatan kapal.***


Share the knowledge

Leave a Reply