Internasional

Lagi, Paus Fransiskus Sibuk Memecat Ulama-ulama Cabul

(Kredit: Pool Photo via AP)

Paus Fransiskus menatap ribuan umatnya dari balkon pusat Basilica St Peter di Vatikan (Pool Photo via AP)


Paus Fransiskus kembali memecat dua uskup Cile yang terjebak dalam krisis asusila yang meluas di negara itu, kata Vatikan, Sabtu (13/10/2018). Pemecatan ini disebut paling keras yang bisa dilakukan Gereja. Memimpin sejak 2013, Paus akomodatif ini malah disibukkan skandal asuslia massif yang dilakukan ulama-ulama Katolik di berbagai negara. Pemecatan kali ini dilakukan di tengah ancaman pengungkapan ribuan skandal asusila di gereja Katolik Jerman.

Vatikan menyebut kedua Uskup yang dipecat itu adalah Francisco Jose Cox Huneeus, Uskup Agung Kota La Serena, dan Marco Antonio Fernrdenes Fernandez, Uskup Agung Iquique. Pernyataan Vatikan di Spanyol mengatakan keputusan Paus itu definitif dan tidak terbuka untuk mengajukan banding.

Dilansir lama Reuters, Ini merujuk pada bagian dari hukum Canon (Gereja) yang terkait dengan kejahatan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Postcomended   Eropa Terancam Kehilangan Konsep Ayah, Ibu, Suami, dan Istri #HariAyahNasional

Pemecatan terhadap kedua pendeta itu secara resmi disebut “reduced to the lay state” yang artinya mereka bukan lagi Imam. Ini adalah hukuman paling keras yang dapat Gereja berikan kepada ulamanya.

Bulan lalu Fransiskus juga memecat Pastor Fernando Karadima, seorang imam Cile lainnya yang telah berusia 88 tahun yang melakukan pelecehan seksual terhadap remaja laki-laki selama beberapa tahun.

Paus sedang berada di pusat skandal pelecehan yang lebih luas yang masih dalam penyelidikan. Ini belum termasuk informasi yang dirilis Konferensi Waligereja Jerman pada 25 September 2018 lalu, yang menyebutkan bahwa sekitar 3.677 orang –lebih dari setengah dari mereka berusia 13 tahun atau lebih muda dan hampir sepertiga dari mereka adalah anak laki-laki altar– disiksa oleh pendeta antara 1946-2014.

Postcomended   FBI dan CIA Tekan Trump untuk Menahan Sebagian Dokumen Terkait Pembunuhan JFK

Laporan yang disusun para peneliti universitas, menemukan bukti bahwa banyak kasus tidak dibawa ke pengadilan, dan kadang-kadang pelaku kekerasan dipindahkan ke keuskupan lain tanpa pemberitahuan kepada jemaatnya mengenai reputasi mereka.

Skandal pelecehan seksual juga dilaporkan meletus di Irlandia pada 1990-an dan kemudian Australia dan AS dalam beberapa dekade berikutnya.

Skandal asusila ini bahkan mengancam langsung kepausan Fransiskus sendiri, ketika mantan duta besar Vatikan yang anti-LGBT garis keras, Uskup Carlo Maria Vigano, menuduhnya merehabilitasi seorang Kardinal Amerika (Theodore McCarrick) yang “tidur” dengan para siswa seminari, yang kemudian memaksa ulama Katolik yang juga sudah sangat sepuh itu.***

Postcomended   Cemooh Tawaran F-16 dari AS, Kian Mesra dengan Rusia dan Cina

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top