Lebih dari 130 Perusahaan AS Dilarang Berdagang dengan Huawei

Internasional
Share the knowledge

Putus nyambung hubungan Donald Trump dan Xi Jinping (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=UPwOa9TSYaw)
Putus nyambung hubungan Donald Trump dan Xi Jinping (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=UPwOa9TSYaw)

Keraguan Presiden Cina terhadap komitmen Presiden AS saat KTT G20 Juni silam yang mengaku  akan mencabut Huawei dari daftar hitam perdagangan, menemukan jawabannya lebih cepat. Pekan terakhir Agustus 2019 ini, AS memblokir 130 perusahaan dari menjual kepada Huawei.

Kenyataannya, Washington memang belum memberikan izin kepada perusahaan mana pun untuk menjual barang ke Huawei, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Cina.

“Luar biasa, sebaik yang akan terjadi,” kata Presdien AS, Donald Trump, setelah pertemuannya dengan Xi di KTT G20 Juni lalu, dilansir BBC. “Kami membahas banyak hal dan kami segera kembali ke jalurnya dan kami akan melihat apa yang terjadi.”

Namun waktu itu Cina tak seoptimistis Trump. China Daily, harian berbahasa Inggris yang sering digunakan Beijing untuk menyampaikan pesannya ke seluruh dunia, seperti dilansir Reuters, misalnya menyebutkan AS akan menghadapi jalan panjang sebelum dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan mereka, dengan kemungkinan akan lebih banyak pertikaian.

Pernyataan blokir tersebut disampaikan meskipun Trump mengklaim bahwa beberapa perusahaan (masih) akan diizinkan menjual produknya kepada raksasa teknologi Cina tersebut, yang sebelumnya telah ditambahkan ke “Daftar Entitas” (daftar hitam perdagangan AS), The Independent melaporkan.

Pemblokiran ini telah meningkatkan kemungkinan hilangnya potensi penjualan miliaran dollar untuk para produsen chip, perusahaan perangkat lunak, dan lainnya, dalam rantai pasokan Huawei AS.

Postcomended   Pemeran Lois Lane Kekasih Superman, Meninggal Dunia, Diketahui Menderita “manic depression”.

“Tidak seorang pun di cabang eksekutif tahu apa yang diinginkan (Trump) dan mereka semua takut untuk membuat keputusan tanpa mengetahui hal itu,” kata William Reinsch, mantan pejabat departemen perdagangan.

Pekan lalu, Trump kembali berjanji bakal menaikkan tarif impor Cina sebesar 550 miliar dollar AS, beberapa jam setelah Cina memberlakukan pungutan baru atas barang-barang AS sebesar 75 miliar dollar AS.

Kemudian Trump lagi-lagi melunakkan nadanya terhadap Cina pada pertemuan para pemimpin G7 pada akhir pekan, dengan mengatakan dia pikir dua negara ekonomi terbesar di dunia ini akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang jangka panjang yang telah mengguncang pasar dan menekan pertumbuhan.

Seorang juru bicara Departemen Perdagangan AS mengatakan, “Proses antarlembaga, yang menimbang permintaan lisensi tentang Huawei dan afiliasinya di luar AS, saat ini sedang berlangsung.”

Huawei tidak segera menanggapi permintaan komentar tetapi telah meminta AS menghapus perusahaan dari daftar entitas tersebut dan mengakhiri apa yang disebutnya “perlakuan tidak adil”.

Daftar Hitam Perdagangan

Huawei, pembuat ponsel pintar terbesar kedua di dunia, Mei silam ditempatkan dalam daftar hitam karena kekhawatiran keamanan nasional AS, ketika pembicaraan perdagangan dengan Cina macet. Jikapun ada, pemasok tersebut harus mendapatkan lisensi khusus yang harus melalui pengawasan ketat.

Postcomended   Boeing Tandatangani Kesepakatan Selamatkan Antonov

AS mengatakan Huawei dapat memata-matai pelanggan dan telah berusaha meyakinkan sekutu untuk mengecualikannya dari jaringan 5G. Huawei membantah tuduhan itu. Huawei telah menghabiskan 11 miliar dollar AS untuk mengimpor komponen dari perusahaan-perusahaan AS seperti Intel Corp, Qualcomm dan Micron Technology, tahun lalu.

Pejabat pemerintah mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk mengajukan lisensi setelah janji bantuan Trump, dengan mengatakan ekspor barang-barang yang tidak sensitive akan diizinkan. Ross dan Trump pada Juli menjanjikan tanggapan tepat waktu.

Satu-satunya bantuan yang dilihat oleh Huawei sejauh ini adalah perpanjangan lisensi umum sementara pada Agustus ini, yang memberi perusahaan-perusahaan AS pengecualian kecil untuk memperbaiki dan memelihara handset dan jaringan Huawei yang ada.

Pakar Cina, Derek Scissors  dari American Enterprise Institute, mengatakan, terobosan dalam pembicaraan perdagangan AS-Cina dapat memacu persetujuan lisensi untuk Huawei segera bulan depan. Kedua tim perdagangan akan bertemu pada bulan September di Washington, tetapi tidak ada tanggal khusus yang diungkapkan.

AS saat ini masih memiliki kasus yang tertunda terhadap Huawei karena tuduhan bahwa Huawei melanggar sanksi AS terhadap Iran, yakni kasus yang menimpa Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, yang telah ditahan di Vancouver sejak Desember atas tuduhan penipuan bank AS karena menyesatkan bank tentang bisnis perusahaan Iran.

Postcomended   Dian Pelangi Lanjutkan Pesona Busana Muslim di Pekan Fesyen New York 2017

Menanggapi larangan perdagangan, Huawei telah mengembangkan sistem operasi mobile sendiri yang diklaimnya 60 persen lebih cepat daripada OS Android yang saat ini digunakan ponsel Huawei. Dalam peluncurannya belum lama ini, OS buatan Huawei ini diberi nama HarmonyOS.***


Share the knowledge

Leave a Reply