Dokter Syaraf Otak Sebut Bahwa Trump Mempunyai Gangguan Otak ... Reportase News634 × 355Search by image Trump menentang ucapan dirinya sendiri, terbakar emosi dalam wawancara, membuat wajah aneh-aneh

Dokter Syaraf Otak Sebut Bahwa Trump Mempunyai Gangguan Otak … Reportase News634 × 355Search by image Trump menentang ucapan dirinya sendiri, terbakar emosi dalam wawancara, membuat wajah aneh-aneh

Kim Jong Un mungkin termasuk yang bakal tertawa lebar mendengar diagnosis seorang dokter AS mengenai laporan terbaru kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dokter ahli gangguan otak, Ford Vox, mengungkapkan bahwa Trump menunjukkan gejala-gejala predemensia. Sebelumnya, terkait pernyataan Trump bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel, Korea Utara memanfaatkan keriuhan yang terjadi dengan menyebut Trump sebagai “dottard”; suatu kondisi terkait demensia.

Vox, dokter spesialis otak di Atlantas Shepherd Center, mendiagnosis, gejala predemensia itu terlihat dari penggunaan bahasa Trump yang kacau, tidak memedulikan kesopanan dan bertentangan dengan dirinya sendiri.

Selain itu, imbuh Vox, Trump menunjukkan ekspresi emosi negatif dan juga sering lupa menandatangani sesuatu dalam sebuah acara seremonial. Ini kata Vox menunjukkan gejala penyakit yang mengkhawatirkan.

Postcomended   Irma Ciptakan Eksodus Masal Terbesar dalam Sejarah Amerika

Diagnosis tersebut diperkuat pernyataan pembawa acara televisi, Joe Scarborough, yang mengatakan, orang-orang terdekat Trump selama kampanye presiden mengatakan kepadanya bahwa Trump mengalami gejala tahap awal demensia, termasuk saat pidato pengumuman Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilaporkan Dailymail, Rabu (13/12/2017), banyak yang mempertanyakan kemampuan Vox mendiagnosis seseorang tanpa bertemu secara langsung.

Apalagi ini dilakukan beberapa bulan setelah terbitnya artikel oleh dokter lain yang memperingatkan diagnosis oleh orang yang tak memiliki kualifikasi tentang Trump. Namun bagaimanapun juga diagnosis awal Vox itu mendapatkan pujian dari para kritikus Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan, Jumat (14/12/2017), Trump akan menjalani pemeriksaan fisik pada awal 2018. Hal ini dilakukan karena Trump mengalami kesulitan melafalkan kata-kata secara jelas; mirip gejala kelu lidah, seusai pidatonya tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel, Rabu (6/12/2017).

Postcomended   Topan Harvey Mengubah Jalanan di Texas Menjadi Lautan

Saat pidato tersebut, Trump melafalkan kalimat and God bless the United “Shtesh”, alih-alih “State”. Kondisinya ini memicu warganet berspekulasi. Ada yang menduga Presiden AS itu mengalami stroke. Ada juga yang menduga dia kesulitan bicara dengan gigi palsu.

Sarah Huckabee menyebut, spekulasi publik tersebut sangat menggelikan. ”Tenggorokan presiden sudah kering, tidak lebih dari itu,” katanya, seperti dikutip NBC News, Jumat (8/12/2017).

Sanders mengatakan, Trump dijadwalkan menjalani uji medis rutin awal tahun depan di Walter Reed National Military Medical Center. Pemeriksaan itu, kata Sanders, telah dilakukan kebanyakan presiden secara historis.

Trump, 70, tercatat menjadi orang tertua yang pernah terpilih menjadi presiden. Dokter pribadinya, Dr. Harold Bornstein, menulis sebuah surat “keterangan sehat” seraya menyatakan bahwa Trump, karena tidak merokok dan tidak minum alkohol, akan menjadi individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.(***/republika/sindo/detik)

Share the knowledge