Filipina Belajar dari Indonesia soal Pendidikan Islam Kabar24 - Bisnis.com

Filipina Belajar dari Indonesia soal Pendidikan Islam Kabar24 – Bisnis.com

Indonesia membantu Filipina mendapatkan pemahaman lebih baik tentang pendidikan Islam dengan menyelenggarakan lokakarya. Dari lokakarya ini terungkap, sebagian besar sekolah Islam di Filipina didanai negara lain seperti Arab Saudi, dan mereka menolak menerapkan kurikulum pemerintah. Dari ribuan sekolah Islam di Filipina, hanya 81 yang mematuhi peraturan, dan hanya berfokus pada ajaran agama, sains dan teknologi tak diajarkan.

Lokakarya yang diikuti pejabat -pejabat dari Kementerian Agama Indonesia dan Departemen Pendidikan Filipina serta perwakilan sekolah-sekolah Islam dari kedua negara ini, dibuka Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, Rabu (28/3/2018). Materi lokakarya diharapkan dapat membantu Filipina memerangi ekstremisme agama di Filipina Selatan.

Mita Parocha, Spesialis Program pendidikan dari Departemen Pendidikan Filipina mengatakan, para pejabat bertukar informasi tentang sistem pendidikan Islam kedua negara yang sangat membantu semua pihak. “Mendapatkan informasi tentang pendidikan Islam penting bagi Muslim Filipina,” kata Parocha.

Postcomended   Terbongkar, Celah Keamanan Besar Prosesor Intel

Dia mengatakan, pemerintah Filipina menghadapi sejumlah masalah, antara lain bagaimana menempa kesatuan suara di sekolah-sekolah Islam yang juga dikenal di sana sebagai madrasah, serta mengenai pendanaan, dan isu-isu lainnya.

Meskipun merupakan negara Katolik terbesar di Asia, dia mengatakan, Filipina memiliki undang-undang yang memisahkan urusan agama dan negara. Menurut undang-undang ini, pemerintah hanya dapat mendanai sekolah berbasis non-agama, yang menawarkan kurikulum umum. Kurikulum ini berfokus pada ilmu pengetahuan modern yang diajarkan dengan standar internasional.

Ini, katanya, menimbulkan masalah untuk pendanaan sekolah-sekolah Islam, yang sebagian besar dilaporkan didanai oleh negara lain, seperti Arab Saudi. Sebagian besar sekolah Islam menolak menerapkan kurikulum pemerintah karena mereka berkonsentrasi pada pendidikan Islam, katanya. Dari ribuan sekolah Islam di Filipina, hanya 81 yang mematuhi peraturan itu, tambahnya.

Postcomended   Autopilot Tesla-S Harus Tetap di Bawah Kendali Pengemudi

Oleh karena itu, lokakarya memungkinkan pihak-pihak yang peduli untuk saling belajar. “Saya terkesan dengan pendidikan Islam di sini (Indonesia( meskipun saya membaca ada beberapa masalah,” katanya mengacu pada serangan bermotif agama baru-baru ini di negara ini. “Saya terkesan mengetahui bahwa sains dan teknologi modern diajarkan di madrasah di Indonesia.”

Alzad T. Sattar, wakil pendidikan madrasah di Departemen Pendidikan di Daerah Otonom di Mindanao Muslim, mebambahkan, muslim di Filipina selatan telah berjuang untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sistem pendidikan Islam sejak Spanyol menjajah negara itu 484 tahun yang lalu.

“Pemerintah Filipina sekarang mulai membantu tetapi saya kira itu belum cukup,” katanya kepada The Jakarta Post. “Kami (Muslim) adalah minoritas, jadi kami tidak mendengar sebanyak yang ada di mayoritas.” Sattar mengatakan bahwa orang-orang di pemerintahan Filipina sebagian besar umat Katolik yang tidak mampu mengembangkan kurikulum Islam dengan benar.(***/inquirer.id)

Share the knowledge