Keren, Paytren Asset Management akan Gandeng Komunitas Islam ... kampungpaytren.net550 × 293Search by image ID, JAKARTA — Perusahaan lokal di bidang teknologi finansial (fintech) Paytren berencana meluncurkan manajemen investasi syariah bernama Paytren Asset ...

Keren, Paytren Asset Management akan Gandeng Komunitas Islam … kampungpaytren.net550 × 293Search by image ID, JAKARTA — Perusahaan lokal di bidang teknologi finansial (fintech) Paytren berencana meluncurkan manajemen investasi syariah bernama Paytren Asset …

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menerbitkan izin usaha untuk PT Paytren Aset Manajemen, salah satu perusahaan manajemen aset milik Jam’an Nurchotob Mansur alias Ustad Yusuf Mansyur. UYM, begitu jamaahnya menyingkat panggilannya, entah beruntung atau memang pada dasarnya tak bersalah, telah sekian kali harus berurusan dengan polisi sehubungan bisnis online-nya, namun sekian kali pula lolos dari jerat hukum.

Alhamdulillaah dengan izin Allah, izin untuk manajer investasi syariah dari OJK untuk Paytren Aset Manajemen sudah keluar hari ini,” ujar UYM kepada CNNIndonesia, Rabu (25/10/2017).

Saat ini UYM juga tengah menunggu izin uang elektronik dari Bank Indonesia (BI) untuk Paytren Payment Gateway. Perusahaan yang terakhir ini, dibentuk dengan modal dasar Rp 25 miliar, termasuk Rp 10 miliar modal disetor.

Sebelumnya, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo, mengatakan, sejumlah e-commerce tengah mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka, yakni Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

Postcomended   Taksi Daring Tidak Ada Biaya Buka Pintu

Sekitar sebulan yang lalu, muncul isu salah satu bisnis UYM dihentikan oleh otoritas terkait. Namun hal ini rupanya terkait proses perizinan yang sedang berlangsung. Peraturan mebyebutkan, selama proses perizinan masih berlangsubg, e-commerce yang bersangkutan belum boleh beroperasi.

Apa yang dilakukan UYM adalah terkait aturan bahwa bisnis keuangan selain bank yang sudah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih, harus mengajukan izin kepada Bank Indonesia (BI).

Bukan kabar baru bahwa dalam menjalankan bisnisnya, UYM seringkali harus berurusan dengan pihak berwenang termasuk polisi. Setelah tawaran investasinya di bisnis perhotelan ditegur OJK, UYM tidak jera mengajak umat kembali berbisnis bersama.

Pada 22 Agustus 2013, UYM meresmikan PT Veritra Sentosa Internasional (VSI), yang segera saja viral di media sosial. Belum setahun, muncul masalah. Mitra VSI tidak bisa melakukan transaksi dengan VPay, alat pembayaran berbagai jasa di VSI.

Postcomended   Liriknya "Bernafsu", Malaysia Menyensor "Despacito"

VSI adalah perusahaan online virtual yang bergerak di jasa transaksi online untuk pembayaran listrik, pulsa ponsel, tagihan PDAM, televisi berbayar, hingga zakat.

Pada Juni 2017, UYM pernah dilaporkan oleh beberapa pihak di Surabaya karena dianggap merugikan terkait investasi properti Condotel Moya Vidi.  
Namun Polda Jatim  belakangan memutuskan menghentikan penyidikannya karena tak cukup bukti. “Artinya, ya, di-SP3,” kata Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP Yudhistira.
“Ini adalah bagian dari cara dan jalan Allah membersihkan dirinya,” ujar UYM menanggapi kasus tersebut.
Pada 17 Oktober 2017, lagi-lagi sejumlah orang yang mengaku berinvestasi di bisnis milik UYM, melaporkan ke polisi karena merasa tertipu. Yuni Hastuti, yang merasa tertipu oleh tawaran investasi Mas Murni, mengadukan Yusuf ke Polres Kota Bogor.
Dalam laporannya, Yuni merasa ditipu oleh tawaran investasi Mas Murni milik UYM yang menjanjikan keuntungan 8% per tahun dari modal disetor. Beberapa tahun berlalu, Yuni merasa tidak mendapat apa-apa.
Laporan serupa dilayangkan Wiyoto, warga Kediri, Jawa Timur. Dia menyetor Rp 10 juta pada 2015 untuk investasi membangun apartemen haji. Namun bagi hasil yang dijanjikan tak kunjung datang.
Wiyoto lalu melaporkan UYM ke Polresta Surakarta pada pertengahan Juli 2017, karena kala itu dia tinggal di Solo. Wiyoto pun dipanggil untuk memberi kesaksian pada 12 Oktober 2017.
Namun lagi-lagi UYM lolos dari jerat hukum karena kepolisian menyatakan tak cukup bukti.

Menanggapi hal tersebut, UYM hanya mengatakan, “Kalau ada yang merasa tak dapat apa-apa, silakan mundur.”(***/Republika/Kompas/Viva/Kontan)

Postcomended   Ngeri-ngeri Sedap Tol Trans Jawa