#PesonaIndonesia

Lombok dan Kepingan Surga yang Jatuh #HariToleransiInternasional

39 Tempat Wisata di Lombok Paling Indah yang Wajib Dikunjungi Saat ... Tempat Wisata Seru448 × 290Search by image Objek Wisata Batu Layar Lombok

39 Tempat Wisata di Lombok Paling Indah yang Wajib Dikunjungi Saat … Tempat Wisata Seru448 × 290Search by image Objek Wisata Batu Layar Lombok

Kiranya tak banyak yang dapat saya ingat. Terlebih, berbagai peristiwa yang membanjiri pemberitaan di media tak ubahnya hanya singgah untuk kemudian berakhir di keranjang sampah informasi.

Samar-samar terbayang, menjelang tahun Monyet Api berakhir, kiranya ingatan kita hanya dipenuhi berbagai peristiwa yang nyata-nyata hanya menyisakan luka sejarah. Seolah langit Indonesia hanya diselimuti awan pekat praktik intoleransi; tindakan kekerasan atas nama agama; dan berbagai wacana dalam narasi tunggal bertema Jakarta.

Perbicangan soal Indonesia, seakan dilokalisir dan bermuara hanya pada soal politik. Energi kita terlalu terserap habis pada berbagai perdebatan tak berkesudahan di grup percapakan. Seolah hidup hanya perkara Pilkada dan tindakan penistaan agama. Tak ada ruang berpaling. Indonesia yang menurut penutur cerita adalah surga dunia di tenggara Asia, tak pernah kita temukan nyata dan ada. Menyebalkan.

Namun, ternyata ada jalan keluar dari sengkarutnya kenampakan negeri. Indonesia ternyata tidak hanya bisa dibaca hanya dari cerita yang muncul di layar gawai. Melihat Indonesia ternyata mengharuskan kita bercumbu langsung dengan tanahnya. Menghisapi udaranya. Mengarungi lautannya. Melintasi udaranya. Dan yang pasti, mensyukuri keberadaannya.

Melihat Indonesia dari dekat, ternyata mampu menjawab keraguan: Indonesia bukanlah hanya sebatas legenda. Indonesia nyatanya memang ada. Indonesia yang didalamnya dipelihara oleh jiwa-jiwa bening, yang lahir dari rahim kejujuran dan kesederhanaan. Indonesia yang ditopang oleh pilar-pilar keberagaraman, seraya dilindungi atap rumah bernama persatuan. Dari Lombok, sebuah pulau di tengah Indonesia, nyata-nyata Pancasila menemukan tempat tumbuhnya.

Lombok dalam Pandangan

Mendengarnya saja, memori kita seolah dibawa pada sebuah landskap pemandangan lautan biru bersanding debur ombak yang membawa buih air jatuh dipelukan pasir putih. Lombok memang punya banyak cerita tentang laut. Laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakatnya. Masyarakat tumbuh dengan menyerap sifat kebesaran laut.

Postcomended   Myanmar Tolak Tudingan PBB; Cate Blanchett Desak DK PBB Segera Bertindak #HariToleransiInternasional

Tak heran, di sebuah desa di Lombok Barat bernama Jagaraga Indah, pemeluk Islam dan Hindu bisa hidup berdampingan tanpa pernah belajar bagaimana cara bertoleransi. Masyarakat hidup dengan mensyafi kebesaran jiwa yang tumbuh dari kemampuan untuk berdamai dengan perbedaan.

Lombok selalu menjadi destinasi unggulan untuk berwisata. Keelokan alamnya tak ubahnya laksana kepingan surga yang jatuh di teras bumi. Lombok tak semata menawarkan keindahan, lebih-lebih dia datang membawa suguhan ketenangan.

Tempat Wisata di Lombok Terbaru 2018 Paling Indah dan Murah Mytrip123.com1067 × 708Search by image Wisata Lombok

Tempat Wisata di Lombok Terbaru 2018 Paling Indah dan Murah Mytrip123.com1067 × 708Search by image Wisata Lombok

Di sini, terlalu banyak tempat guna menyepi agar mampu berdialog dengan diri. Terlalu luas pantainya untuk kita susuri, guna menumbuhkan kembali jiwa-jiawa yang kering. Karenanya, akan terasa terlalu sebentar tatkala kita menginjakan kaki di kota seribu kubah ini.

Mengarah ke timur, di Lombok tak hanya pantai yang akan kita temui. Masih banyak punggungan pegunungan yang setia menunggu untuk kita daki dan kunjungi. Deretan bukit yang mengapit Rinjani, berkelok memanjakan mata.

Jangan tanya bagaimana akses jalan kesana. Di Lombok, jalan tak ubahnya permadani Turki. Tak ada kemacetan yang akan menyita waktu dan usia. Dan yang pasti, Lombok akan membawa kita pada rasa syukur atas goresan Tuhan dalam kanvas besar bernama Nusantara.

Sembalun namanya. Sebuah desa yang hidup di kaki Rinjani yang cantik. Sembalun akan membawa siapa saja yang pernah berkunjung ke sana, merasakan bagaimana jatuh cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tanpa alasan selain kerinduan bisa kembali suatu hari nanti. Cinta yang mampu menjadi penawar kegelisahan perasaan, akan hari esok yang sering kali tak begitu menjanjikan. Sembalun menawarkan pilihan, menikmati alam seraya menghidupi hidup.

4 Tempat Wisata Di Lombok Paling Menawan! | BONJOUR Bonjour Bag404 × 276Search by image Gili Nanggu, wisata lombok, wisata di lombok

4 Tempat Wisata Di Lombok Paling Menawan! | BONJOUR Bonjour Bag404 × 276Search by image Gili Nanggu, wisata lombok, wisata di lombok

Terselip di antara rumah, berdiri sebuah tempat baca bagi anak-anak di Sembalun. Tak begitu besar tempatnya. Namun, di dalamnya tertanam beribu mimpi anak-anak Sembalun kelak nantinya. “Adalah mereka yang sedia membaca yang mampu melihat dunia,” begitu masyarakat Sembalun percaya pada kekuatan tradisi literasi yang sedari dini mulai diperkenalkan pada anak-anak. Sungguh, negeri ini masih punya harapan di esok hari.

Postcomended   Malaysia, India, dan Indonesia dalam Memandang Hubungan Sesama Jenis

Kekuatan memelihara tradisi, berjalan seiring dengan keinginan mengimbangi zaman. Keduanya bergandengan dikhidmati masyarakat Sembalun. Kepercayaan mereka pada kekuatan lain yang menjaga alam, mereka insafi dengan menjaganya sebagai warisan guna keseimbangan hidup.

Manusia dan alam tak ubahnya seperti dua entitas yang dieja dalam hela nafas bersamaan. Pemahaman itu yang mengalir dalam arteri kearifan masyarakat Sembalun. Alam dan manusia bersamaan tugasnya mengabdi pada sang pemilik hidup.

Imaji Kebangsaan

Di bagian tengah, Lombok menawarkan cerita tentang imaji kehidupan masyarakat maritim. Dari sebuah pantai bernama Kuta, kita akan semakin sadar Indonesia tumbuh dari pecahan nikmat Tuhan melalui suguhan keindahan. Dari Kota Mataram, tempat ini bisa ditempuh sejauh kurang lebih 70 KM mengarah ke Tenggara.

Di sana, tercipta sebuah bukit bernama Mandalika. Mandalika mengajak kita kembali merenungi identitas kebangsaan, tentang manusia Indonesia yang dibentuk dari ganasnya samudra, namun dipinggirkan dari penulisan sejarah bangsa.

Postcomended   ITDC RAIH JUARA UMUM INDONESIA SUSTAINABLE TOURISM AWARD 2017

Sebelum menuju Kuta, tepat di bagian selatan Lombok, kita akan melewati sebuah desa bernama Sade. Desa Sade adalah salah satu desa adat di Kab. Lombok Tengah, dimana penduduknya masih memegang tradisi lokal yang terlihat dari cara mereka berpakaian sampai pada penataan tata ruang.

Rumah di Desa Sade masih mempertahankan bentuk rumah asli Suku Sasak. Dengan undakan tiga anak tangga di dalam rumah, Suku Sasak percaya angka tersebut mencerminkan akulturasi islam, hindu, dan animisme yang hidup dalam naungan rumah yang sama.

Di luar rumah, petakan kios menjajakan kain tenunan Sasak. Dengan variasi harga dan rupa yang beragam, penduduk hidup dari perniagaan produk kebudayaan semacam itu. Kemampuan masyarakat melihat potensi ekonomi dari segi ini, adalah pembelajaran lain tentang celah dalam budaya yang mampu juga menghidupi manusia.

Budaya adalah perkara keseharian, budaya sejatinya harus masuk dalam banyak dimensi kehidupan. Sehingga, manusia akan merasa menyatu dengan budaya, karena ada nilai kebermanfaatan didalamnya.

Menulis tentang Lombok adalah sebuah pekerjaan panjang. Menggambarkanya melalui narasi, adalah upaya mengingat kembali bagaimana pulau ini masih penuh dengan banyak materi. Sehingga, menulis tentang Lombok pastilah tulisan yang berseri. Masih banyak kekayasan di lombok yang belum mampu terlihat oleh lensa aksara.

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top