Awas! Lumba-lumba 'Pembunuh' Bersenjata Kabur Dari Ukraina - Global ... Liputan6.com lumba2-bersenjata130313b.jpg

Awas! Lumba-lumba ‘Pembunuh’ Bersenjata Kabur Dari Ukraina – Global … Liputan6.com lumba2-bersenjata130313b.jpg

Lumba-lumba yang dilatih oleh militer Ukraina untuk misi di laut, dikabarkan mati. Mamalia laut ini disebut telah menolak makanan dari pemelihara Rusia-nya, hingga kelaparan. Kabar ini diklaim utusan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, yang mengatakan bahwa dia diberitahu lumba-lumba terlatih itu sudah mati. Ukraina menyalahkan pihak Rusia yang mengambil alih fasilitas pelatihan mamalia laut itu menyusul dicaploknya wilayah di semenanjung Krimea itu oleh Rusia.

Fasilitas untuk melatih mamalia laut di Krimea adalah salah satu dari beberapa aset Ukraina yang jatuh di bawah kendali Rusia pada 2014 setelah aneksasi Moskow atas wilayah tersebut. Sejak itu, pihak berwenang Ukraina telah membuat permintaan berulang agar hewan yang mulai dilatih pada 2012 itu dikembalian ke pihak Ukraina.

Borys Babin, perwakilan permanen Poroshenko di Krimea, mengatakan kepada situs berita Ukraina, Obozrevatel, bahwa ketika pasukan Rusia mencaplok semenanjung itu, dan mengambil alih fasilitas pelatihan mamalia laut itu, lumba-lumba itu tidak dibawa ke tuan baru mereka.

Postcomended   Raih 83,3% SMS, Nama "Gelora Bandung Lautan Api" Diresmikan (1)

“Lumba-lumba dilatih oleh pasukan angkatan laut (Ukraina) di Sevastopol. Mereka akan berkomunikasi dengan pelatih mereka melalui peluit khusus,” kata Babin. “Orang-orang Rusia mengambil alih peluit-peluit ini berikut sisa peralatan khusus milik unit militer, tetapi hewan-hewan yang dilatih ini menolak bekerja sama dengan pelatih Rusia, termasuk menolak makanan, hingga kemudian mati.”

Fasilitas ini tidak berbeda dengan Program Angkatan Laut Mamalia Amerika Serikat (AS) yang berbasis di San Diego. Di sana, lumba-lumba dan mamalia laut lainnya diajarkan untuk memulihkan benda-benda di laut, mendeteksi ranjau dan bahaya laut lainnya, serta menjadi petugas yang waspada dan membantu menyelamatkan orang-orang di laut.

Krimea berfungsi sebagai bagian yang sangat penting dari kehadiran angkatan laut Ukraina. Negara ini menempatkan dua dari empat pelabuhan militer utamanya di Laut Hitam. Sevastopol berfungsi sebagai pelabuhan militer utama Ukraina.

Sudah bukan rahasia lagi sejumlah negara melatih binatang untuk keperluan militer, mulai sebagai mata-mata hingga untuk menyerang musuh.

Uni Soviet pernah menggunakan mamalia laut cerdas ini untuk kepentingan serupa sejak tahun 1973 di Sevastopol. Lumba-lumba digunakan angkatan laut Soviet untuk mendeteksi ranjau atau memasang bahan peledak pada kapal musuh.

Postcomended   Bukan Harta Benda, Ini Dia Faktor Kebahagiaan Rumah Tangga

Program ini berhenti seiring dengan runtuhnya Uni Soviet. Para lumba-lumba yang telah dilatih diserahkan ke Ukraina — yang kala itu digunakan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus.
Namun, seperti dilaporkan RIA Novosti, Ukraina memulai kembali pelatihan lumba-lumba untuk kepentingan militer. Caranya dengan melatih mereka menyerang musuh menggunakan pisau atau senjata yang terpasang di kepalanya.

Beberapa dari mereka dikatakan dilatih untuk menyerang musuh dengan senjata termasuk tombak, juga untuk melakukan serangan kamikaze.

Foto petugas militer yang sedang melatih lumba-lumba kerap tampil di media Ukraina. Namun, kementerian pertahanan negara pecahan Soviet itu menolak laporan soal pelatihan, juga menepis kabar soal kaburnya lumba-lumba bersenjata.

Amerika Serikat juga diketahui pernah menggunakan lumba-lumba dalam peperangan. Seperti dimuat CBS Seattle, hewan tersebut dilatih untuk mengumpulkan informasi intelijen selama Perang Irak.

Namun, dalam situsnya, US Navy Marine Mammal Program membantah keras kabar tersebut. Mereka menegaskan tak pernah melatih mamalia laut untuk membahayakan manusia atau membawa senjata untuk merusak kapal musuh.

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

Pasalnya, betapa sangat berbahaya karena lumba-lumba tidak bisa membedakan mana kapal musuh mana kapal teman, juga tak punya kemampuan membedakan mana penyelam yang ada di pihaknya dan penyelam dari pihak lawan.” (***/newsweek/newyorkdailynews)

Share the knowledge