MERS: Getting a Handle on a Serious Zoonotic Coronavirus Infection ... Genetic Engineering & Biotechnology News500 × 243Search by image Ungulates such as camels and goats are suspected of being intermediate hosts of MERS-CoV. [Crystal Eye Studio/Shutterstock]

MERS: Getting a Handle on a Serious Zoonotic Coronavirus Infection … Genetic Engineering & Biotechnology News500 × 243Search by image Ungulates such as camels and goats are suspected of being intermediate hosts of MERS-CoV. [Crystal Eye Studio/Shutterstock]

Penyakit jenis baru, MERS, atau sekarang sering disebut MERS-CoV, kembali menghantui jamaah calon haji tahun ini. Dua jemaah haji dinyatakan meninggal terserang virus ini, Kamis (10/8/2017). Arab News menyebutkan, mereka adalah pria Arab Saudi berusia 58 tahun, dan seorang pria ekspatriat berusia 50 tahun. Keoala Puaat Haji menyarankan jamaah jangan berkeinginan berfoto dengan unta.

Hal ini telah dibenarkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka melalui pesan singkat yang diterima Media Center Haji, Sabtu (12/8/2017), mengatakan, lokasi keduanya meninggal berada di luar kota haji, tepatnya kota Hail dan Khamis Mushayt.

Eka lantas mengingatkan jamaah agar selalu mencuci tangan dengan sabun saat akan memegang makanan. Jangan mendekati onta karena onta diprediksi sebagai medium penularan Mers-CoV. “Kami sarankan agar jamaah haji jangan berfoto dengan onta,” pinta Eka.

Postcomended   Arab Saudi Mencabut Larangan Yoga

Virus MERS-Cov (Middle East Respiratory Sindrome-Corona Virus), pertama kali muncul pada September 2012. Semua kasusnya terkait dengan enam negara di Semenanjung Arab. Arab Saudi menghadapi kasus terbanyak.

Alodokter.com melansir, penyakit saluran pernapasan MERS disebabkan virus korona. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, tapi para pakar menduga virus ini berasal dari onta yang banyak terdapat Timur Tengah.

Menular seperti flu, tapi penularannya tak semudah flu. Penularan antar manusia umumnya melalui kontak langsung, misalnya kepada orang yang merawat penderita MERS.

Gejala MERS mirip flu karena virus penyebabnya sejenis. Ini membuat penyakit ini sulit diidentifikasi dengan cepat.

Gejala-gejala MERS yang umumnya muncul meliputi: demam, batuk-batuk, napas pendek, dan angguan pencernaan seperti diare, mual, dan muntah. Tanda-tanda pneumonia juga sering ditemukan pada pemeriksaan pengidap MERS.

Postcomended   Pangeran Saudi Gondrong Ini pun Diborgol

MERS yang sudah parah berpotensi memicu gagal organ, terutama ginjal, dan syok sepsis (zat racun pada virus ikut dalam peredaran darah ke seluruh tubuh yang memicu reaksi pembengkakan seluruh organ).

Faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko tertular MERS adalah: usia yang sudah tua, kekebalan tubuh yang lemah, pengidap penyakit kronis (seperti kanker, diabetes, atau penyakit pada paru-paru), orang yang pernah berkunjung ke Arab Saudi (pasalnya orang yang sudah terinfeksi virus korona bisa tidak mengalami gejala apa pun), dan mereka yang sering berada si dekat pengidap (misalnya paramedis atau keluarga yang serumah).

Hingga saat ini belum ada metode untuk mengatasi MERS. Penyakit ini juga belum ada vaksinnya. Karena itu pencegahan sangat dianjurkan seperti: rutin mencuci tangan pakai sabun, membersihkan benda yang sering disentuh banyak orang sesering mungkin seperti pegangan pintu atau telepon.

Postcomended   Baru Dibentuk, KPK Arab Saudi Langsung Tangkap Alwaleed dan 10 Pangeran Lainnya

Selain itu juga menutup hidung maupun mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu dan langsung membuang tisu tersebut ke tempat sampah. Dan jangan memakai peralatan yang sudah digunakan pasien, misalnya piring, sendok, atau handuk.**(ra)