Meyakini bahwa Bumi itu datar tak hanya terjadi di kalangan sebagian muslim di Indonesia, melainkan juga bule Amerika. Namun ketika di Indonesia masih hanya sebatas perang kata dan teori, pria California ini telah beraksi: membuat roket yang akan meluncurkan dirinya untuk membuktikan bahwa Bumi datar; meskipun kemudian dibatalkan.

Semula pria bernama Mike Hughes (61) ini berniat meluncurkan dirinya pada Sabtu (25/11/2017), namun batal karena tidak memiliki izin federal yang diperlukan. Selain itu, ada masalah mekanis pada “peluncur motor/roket” yang memaksa ilmuwan roket otodidak “Mad” Mike Hughes ini untuk menunda eksperimennya.

“Biro Pengelolaan Tanah AS (BLM) mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak mengizinkan saya melakukannya… setidaknya tidak di lokasi itu,” kata Hughes dalam sebuah pengumuman di YouTube, di tengah perhatian internasional atas rencananya untuk meluncurkan diri ke “atmosflat”. “Ini sangat mengecewakan,” katanya.

Postcomended   Hanya 13% Bumi Rusak Akibat Tumbukan Asteroid: Bagaimana Dinosaurus Bisa Musnah?

Hughes adalah pengemudi limusin yang telah menghabiskan beberapa tahun terakhir membangun roket bertenaga uap di garasi rumahnya. Proyeknya menghabiskan biaya 20.000 dolar AS, yang mencakup cat Rust-Oleum untuk menghiasinya dan rumah motor yang dia beli di Craigslist sehingga dia bisa membawa roketnya ke jalanan.

The Washington Post melaporkan pada Jumat sore, Hughes awalnya berencana melakukan eksperimennya di atas Amboy, kota hantu yang terletak di sepanjang Route 66 di California, yang memiliki populasi 4 orang.

Jika berhasil, roket Hughes akan meluncurkannya satu mil ke langit dengan kecepatan 500 mil per jam, menurut Associated Press (AP). Hughes mengakui bahwa niatnya itu menakutkan. “Tapi toh tak satu pun dari kita yang keluar dari dunia ini hidup-hidup,” ujarnya.

Namun percobaan Hughes meluncurkan dirinya ke udara bukan yang pertama. Pada Januari 2014, ia meluncurkan dirinya 1.374 kaki ke udara, juga menggunakan roket buatan sendiri juga.

Postcomended   Tanda-tanda Kiamat Bumi Sudah Nyata

Saat mendarat, dia rebah dan menghabiskan beberapa hari untuk pulih dari peluncurannya. Pada saat itu, dia bukanlah seorang yang percaya Bumi datar. Namun ideologinya berubah.

Sponsor utamanya untuk peluncuran terbarunya iti adalah kelompok yang disebut Penelitian Flat Earth, yang namanya tertulis dalam huruf besar dan tebal di sisi roketnya.

Peluncuran ini hanyalah tahap pertama perjalanannya untuk membuktikan bahwa Bumi itu datar. Ke depan, ia berharap bisa berwisata ke luar angkasa dan memotret Bumi yang menurutnya berbentuk cakram.

“Saya tidak percaya pada sains,” kata Hughes kepada AP. “Saya tahu tentang dinamika aerodinamika dan fluida dan bagaimana segala sesuatu bergerak melalui udara, sekitar ukuran tertentu dari nosel roket, dan dorongan. Tapi itu bukan sains, itu hanya formula. Tidak ada perbedaan antara sains dan fiksi ilmiah,” paparnya.***

Postcomended   Rotasi Bumi Melambat, Wilayah Khatulistiwa Terancam Gempa Besar pada 2018

Share the knowledge