Ekonomi

Mahathir Batalkan Proyek Kereta Peluru Singapura-KL Besutan Najib Razak

A Chinese high-speed train in Shijiazhuang. AP file photo

Ilustrasi: kereta api peluru Cina di Shijiazhuang. AP file photo

Proyek kereta peluru yang semula direncanakan akan menghubungkan Singapura dan Kuala Lumpur (KL), dibatalkan. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang sedang berupaya mengurangi utang negaranya, kini sibuk meninjau ulang proyek-proyek yang sempat ditandatangani pendahulunya, Najib Razak, termasuk proyek kereta peluru tersebut.

Singapura pun setuju untuk menunda rencana pembangunan rel sepanjang 350 kilometer yang bernilai miliaran dollar itu ingga akhir Mei 2020, sementara kereta pertama tidak mungkin melewati rute tersebut sebelum Januari 2031, empat tahun kemudian dari yang diperkirakan semula.

Informasi ini disampaikan melalui pernyataan bersama kedua pemerintah yang dikeluarkan pada Rabu (5/9/2018) di Putrajaya, Malaysia. Proyek kereta peluru ini jika berjalan, akan dapat memangkas waktu perjalanan darat antara dua kota menjadi 90 menit, dari selama lima jam saat ini.

Postcomended   Paket Tour Lombok 4D3N

Dihadapkan pada kewajiban lebih dari 1 triliun ringgit (241 miliar dollar AS/ Rp 3374 triliun) utang, Malaysia telah mencari cara untuk memotong biaya dan telah mendorong untuk menunda proyek ambisius itu.

Dengan begitu, tender internasional yang sedang berlangsung akan dihapus dalam kemunduran bagi penawar potensial, termasuk dari Cina dan Jepang yang ingin mendapatkan potongan pesanan.

Sebagai kompensasi atas keterlambatan itu, Malaysia akan membayar Singapura 11 juta dollar AS (Rp 154 miliar) sebelum akhir Januari 2019. Menteri Perekonomian Malaysia, Azmin Ali, mengatakan. Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengatakan kedua negara masih tetap berkomitmen untuk proyek tersebut.

Postcomended   Kapal Nyaris Senggol-senggolan, AS dan Cina Saling Peringatkan

Mahathir, yang kembali berkuasa Mei lalu setelah kemenangan pemilihan yang mengejutkan, telah mengambil sikap tegas terhadap investasi yang menurutnya tidak menguntungkan orang Malaysia.

Pada Juli 2018, pemerintah Malaysia di bawahnya menangguhkan East Coast Rail Link, yang dibangun oleh China Communications Construction Co. dengan perkiraan harga 81 miliar ringgit. Dia juga tanpa batas menangguhkan proyek pipa gas Trans-Sabah yang didukung oleh perusahaan negara Cina.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top