Loading...
Lifestyle

Makan Daging Merah Setiap Hari Dapat Picu Serangan Jantung

Share the knowledge

Daging merah telah lama dicap memiliki reputasi buruk sebagai pemicu penyakit khususnya terkait jantung.  Studi terbaru ini, memperkuatnya. Makan burger daging sapi sekali sehari misalnya, menurut penelitian ini, benar-benar dapat memicu serangan jantung.

“Konsumsi daging merah secara teratur dapat meningkatkan tingkat penyakit kardiovaskular (terkait jantung dan metabolismenya) yang memicu zat kimia lebih dari 10 kali,” kata studi tersebut yang dilansir Daily Mail.

Senyawa organik, dikenal sebagai TMAO (trimethylamine N-oxide), diproduksi di usus selama proses pencernaan.
Tingkat tinggi TMAO telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, dan kematian dini.

Studi pertama dari jenisnya telah menunjukkan bahwa mereka –hanya dalam sebulan– naik rata-rata tiga kali lipat di antara peserta yang menjalani diet daging merah. Dalam beberapa kasus, risiko melonjak sepuluh kali lipat dibandingkan mereka yang makan makanan vegetarian atau ayam.

Dr Stanley Hazen, direktur Pusat Klinik Cleveland untuk Mikrobioma dan Kesehatan Manusia, mengatakan, “Ini adalah studi pertama dari pengetahuan kami untuk menunjukkan ginjal dapat mengubah seberapa efektif mereka mengeluarkan senyawa yang berbeda tergantung pada diet seseorang, selain (diet) garam dan air.”

“Kami tahu faktor gaya hidup sangat penting untuk kesehatan kardiovaskular dan temuan ini dibangun di atas penelitian kami sebelumnya pada hubungan TMAO dengan penyakit jantung. Mereka memberikan bukti lebih lanjut untuk bagaimana intervensi diet mungkin merupakan strategi pengobatan yang efektif untuk mengurangi kadar TMAO dan menurunkan risiko penyakit jantung,” jelas Hazen.

Postcomended   18 Juli dalam Sejarah: Adolf Hitler Terbitkan Manifesto Politiknya dalam "Mein Kampf"

Ini diproduksi ketika usus bakteri mencerna choline, lesitin dan karnitin; nutrisi yang berlimpah dalam produk hewani seperti daging merah dan hati. Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal ini didasarkan pada sampel darah dan urin yang diambil dari 113 orang.

Mereka diberi tiga paket makanan yang berbeda dalam urutan acak di mana daging merah, daging putih atau sayuran menyediakan 25 persen dari asupan protein mereka. Setelah mereka menghentikan diet daging merah, level TMAO mereda selama bulan berikutnya.

Tim AS terkejut menemukan pilihan diet mengubah keefektifan ginjal untuk mengeluarkan senyawa ini. Hazen mengatakan daging merah meningkatkan kadar TMAO yang telah dikaitkan dengan perkembangan pengerasan arteri (aterosklerosis)  dan komplikasi penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya telah menyebabkan tes TMAO sekarang digunakan secara klinis di seluruh dunia untuk mengukur risiko penyakit kardiovaskular. Sementara studi lain oleh tim sama, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation, menunjukkan penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan menargetkan jalur mikroba usus yang mengubah karnitin menjadi TMAO.

Postcomended   Semiliar Lebih Penduduk Bumi Kurang Bergerak: Perempuan Asia Tenggara Pengecualian

Karnitin –juga digunakan dalam minuman energi dan suplemen– dapat menginduksi produksi TMAO bahkan untuk vegan dan vegetarian yang terus makan makanan normal mereka. Ini mengikuti desain kelas obat baru yang potensial awal tahun ini untuk pencegahan penyakit jantung dan pembekuan dengan mengganggu jalur mikroba dimana kolin diubah menjadi TMAO.

Hazen dan rekannya membandingkan dampak pil karnitin harian pada pemakan daging dengan vegetarian.
Pada vegetarian menunjukkan kemampuan terbatas untuk menghasilkan TMAO dari karnitin, sementara yang pemakan daging melakukannya dengan sangat cepat.

Setelah satu bulan suplementasi, kedua kelompok menunjukkan peningkatan kapasitas untuk menghasilkan TMAO.
Hazen mengatakan: “Sungguh luar biasa bahwa vegan dan vegetarian hampir tidak bisa membuat TMAO dari diet karnitin.

Temuan baru yang mencolok tentang jalur yang disebabkan oleh menelan karnitin ini –bahkan jika hanya diberikan sebagai suplemen dalam bentuk kapsul– memberikan wawasan penting tentang intervensi baru untuk menghambat TMAO, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,

“Dengan mengungkap jalur baru ini, kita berpotensi mengembangkan perawatan baru untuk menghentikan proses ini sebelum berkembang menjadi penyakit kardiovaskular,” ujar Hazen. Penyakit jantung adalah pembunuh terbesar di setiap negara di dunia.

Postcomended   Indonesia Telah Tenggelamkan 516 Kapal Penangkap Ikan Ilegal Sejak 2014

Daging merah (sapi, domba, dan babi) adalah sumber protein, vitamin dan mineral yang baik, dan dapat membentuk bagian dari diet seimbang. Tetapi makan banyak daging merah –apalagi yang diproses– kemungkinan akan meningkatkan risiko kanker usus.

Direkomendasikan bagi orang yang makan lebih dari 90g (berat-matang) daging merah dan olahan –yang mencakup daging dan sosis– setiap hari,  agar asupan per harinya dikurangi menjadi 70g.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top