FILM TERBARU : Baru Shooting, Parodi Danur Dikritik Netizen ... Harian Jogja599 × 391Search by image Poster film Ngawur (Instagram @psychodiva2016)

FILM TERBARU : Baru Shooting, Parodi Danur Dikritik Netizen … Harian Jogja599 × 391Search by image Poster film Ngawur (Instagram @psychodiva2016)

 Riuhnya persimpangan jalan yang terjadi karena film Danur akan segera beradik tiri yang berjudul Ngawur karya SAS Film akhir akhir ini, sekelebat acap dipersepsi nyinyir apabila kita tidak mengetahui persis akan duduk persoalan sebuah karya seni parodi.

Seperti kita ketahui bersama parodi secara definitif diatur dalam hukum positif Indonesia, dan berhak digunakan apabila memenuhi beberapa syarat yang biasa disebut dengan fair use “Jika penggunaan Anda memenuhi syarat sebagai penggunaan wajar, maka itu tidak akan dianggap sebagai pelanggaran.” Jadi mana mungkin salah satu pihak akan menuntut pihak lain karena sebuah karya seni nya diparodikan.
Ini pun yang sekarang sedang terjadi, perseteruan kelas wahid di dunia perfilman Indonesia seperti yang sebelum nya telah diberitakan  http://dejournal.id/md-picture-panik/
P
ihak MD bersikukuh akan menghentikan pemutaran film pelesetan berjudul Ngawur itu di gedung-gedung bioskop.
Apakah cukup fair seorang eksekutif produser film turut campur dalam distribusi produk film tersebut dengan mengancam penghentian jalur distribusi dimana kita biasa menikmati film Indonesia yang disebut Bioskop. Kalau seorang eksekutif produser fight mengenai masalah copyright karya seni nya, itu adalah hal yang wajar yang akan dilakukan oleh semua insan seni dibelahan bumi manapun didunia ini.

Postcomended   SAATNYA PEMUDA INDONESIA PAHAMI KERAGAMAN NUSANTARA


Hal ini terjadi di ranah karya seni yang lain, seni musik, dimana seorang Melly Guslow begitu gerah dengan gaya bernyanyi seorang peserta ajang pencarian bakat disalah satu stasion tv Indonesia.
Melly Guslow yang biasa kita dengar dengan sebutan Teh Melly melayangkan beberapa kritik yang notabene kritik tersebut bisa kita kategorikan bahwa beliau merasa dilecehkan.
Seperti dikutip oleh salah seorang kolumnis kompasiana “Hanya karena si finalis AFI tersebut menyanyikan lagu tersebut dengan lafas huruf T yang terlalu dipaksakan serta penekanan2 kalimat lagu yang dibuat-buat, membuat Melly sebagai pencipta lagu merasa “dilecehkan“.
Apakah Teh Melly serta merta berusaha menghentikan penayarangan acara ajang pencarian bakat tersebut, dengan melayangkan surat kepada TV swasta tersebut dengan dalih misalnya : karena karya saya dilecehkan dengan bentuk parodi tersebut supaya scene tersebut diblok.
TIdak, hal itu tidak Teh Melly kerjakan, mungkin cukuplah dengan memberi kritik dan pandangan dari sudut pandang sebagai seorang pencipta karya seni, selanjutnya biar masyarakat sendiri yang menilai sesuai dengan kompetensi nya.

Postcomended   Pesona Wisata Kuliner Nusantara 2017 di TMII

Karena : Seni memang tak tumbuh dari ruang kosong. Ia akan menjadi bermakna ketika dihadapi sebagai proses tumbuh kembang pemikiran

Yuk lah kita ketawa aja liat parodi yang satu ini :

 

Share the knowledge