Mansoori, Orang Arab Pertama yang Capai Stasiun Luar Angkasa Internasional #beritahariini

Internasional
Share the knowledge

Hazzaa al-Mansoori (gambar dari: https://dubaiofw.com/first-uae-astronaut-sent-to-space/)
Hazzaa al-Mansoori (gambar dari: https://dubaiofw.com/first-uae-astronaut-sent-to-space/)

Hazzaa al-Mansoori (35) telah membuat sejarah sebagai orang Arab pertama yang mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), setelah meluncur dari Kazakhstan. Di dalam pesawat ruang angkasa Rusia itu, Mansoori ditemani astronot Rusia dan NASA.

Mansoori berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Dia meluncur ke luar angkasa ditemani Oleg Skripochka dari Rusia dan astronot NASA, Jessica Meir. Mereka merapat Rabu (25/9/2019) di ISS setelah perjalanan enam jam.

“Ketiganya memasuki laboratorium yang mengorbit dan bergabung dengan enam kru stasiun untuk upacara penyambutan kru yang menyenangkan hari ini,” NASA bercuit.

Sebuah video menunjukkan para pendatang baru ini memasuki bagian kepala ISS terlebih dahulu melalui lubang palka untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka yang menyambut mereka dengan pelukan terkembang.

Mansoori menerima dukungan dari seluruh dunia jelang apa yang dia gambarkan sebagai misi “impian”-nya. Di Dubai, kerumunan orang yang berkumpul di Pusat Luar Angkasa Mohammed Bin Rashid untuk menyaksikan peluncuran, meletus dalam sorakan dan menjuluki Mansoori sebagai pahlawan nasional. Beberapa membawa bendera UEA.

Mansoori akan menghabiskan delapan hari di ISS dan akan menjadi orang UEA dan Arab pertama di laboratorium yang mengorbit tersebut. Tapi jangan salah, Mansoori bukan Muslim pertama yang mengantariksa.

Postcomended   Para Peselam Tangkap Rekaman Luar Biasa Pertemuan dengan Hiu Legendaris

Pernah Salat di Kecepatan Tinggi

Menulis di Twitter sebelum peluncuran di pusat ruang angkasa Baikonur, mantan pilot angkatan bersenjata UEA ini mengatakan, dia dipenuhi dengan perasaan kemuliaan dan kekaguman yang tak terlukiskan.  “Hari ini saya membawa mimpi dan ambisi negara saya ke dimensi yang sama sekali baru. Semoga Allah memberi saya kesuksesan dalam misi ini,” katanya.

Sehari sebelum peluncuran, dia mengatakan akan merekam rutinitas doanya di ISS dan menyiarkannya kepada orang-orang di Bumi. “Sebagai pilot pesawat tempur, saya sudah berdoa di pesawat saya,” katanya, menjelaskan bahwa dia memiliki pengalaman salat dengan kecepatan tinggi.

Mansoori berencana untuk melakukan eksperimen dan mengatakan dia akan membawa makanan orang Emirat untuk dibagikan kepada kru, yang untuk waktu singkat akan menjadi nomor sembilan di ISS.

Pada konferensi pra-penerbangan, Meir (42), mengatakan, kru berkomunikasi dengan menggunakan “Runglish”; campuran bahasa Rusia dan Inggris. “(Sekarang) kita masih harus bekerja pada bahasa Arab,” canda dia.

Postcomended   26 April dalam Sejarah: Pilot Ukraina Menangis Saat Mengenang Terbang di Atas Chernobyl

Para pendeta Ortodoks Rusia memberkati pesawat ruang angkasa sebelum peluncuran, dalam sebuah layanan doa tradisional yang sering diadakan sebelum peluncuran roket Rusia.

Pesawat ruang angkasa yang membawa Mansoori mengangkasa ini adalah yang terakhir meluncur dari landasan peluncuran di mana kosmonot Soviet Yuri Gagarin pergi ke luar angkasa di atas Vostok 1, menjadi manusia pertama di luar angkasa pada 1961.

Mansoori akan kembali ke Bumi bersama Nick Hague dari NASA dan kosmonot Rusia Alexey Ovchinin pada 3 Oktober 2019. Skripochka dan Meir akan tetap di ISS hingga musim semi 2020. Orang Arab pertama di luar angkasa adalah Sultan bin Salman Al-Saud dari Arab Saudi, yang terbang dengan misi pesawat ulang-alik AS pada 1985.

Dua tahun kemudian, pilot angkatan udara Suriah, Muhammad Faris, menghabiskan satu minggu di stasiun ruang angkasa Uni Soviet. Sebagai bagian dari rencana luar angkasanya, UEA juga telah mengumumkan tujuannya untuk menjadi negara Arab pertama yang mengirim wahana tak berawak ke orbit Mars pada 2021, menamakannya “Harapan”.

Postcomended   26 Juni dalam Sejarah: Snouck Hurgronje, Orientalis yang Memanipulasi Islam, Meninggal

ISS adalah adalah sebuah contoh kerja sama yang jarang antara Rusia dan Barat. ISS telah mengorbit Bumi sekitar 28.000 kilometer per jam sejak 1998. Rusia bertekad untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri luar angkasa, terutama untuk penerbangan luar angkasa berawak.***


Share the knowledge

Leave a Reply