Alireza Beirandvand (sumber foto: The Washington Post)

Penonton dunia sedang fokus pada aksi pemain depan Portugis, Cristiano Ronaldo, ketika dia berlari untuk melakukan tendangan penalti ke gawang Iran di menit ke-51 dari pertandingan Piala Dunia, Senin (25/6/2018). Tapi Alireza Beiranvand (25) mencuri perhatian.Keberhasilan penjaga gawang Iran ini memblok tendangan pria yang sering digambarkan sebagai “Raja Penalti” itu, cukup menyita perhatian penonton internasional.

Kiper bertinggi 195 meter ini bagaimanapun berhasil memetik momen yang memastikannya eksis dalam sejarah Piala Dunia. Apalagi bagi Beiranvand, ini adalah Piala Dunia pertamanya.

The Guardian melaporkan seperti diteruskan The Washington Post, Beiranvand lahir dari keluarga nomaden di sebuah provinsi pedesaan Iran barat. Saat bekerja sebagai gembala, dia menemukan waktu luang untuk bermain sepak bola, dan bergabung dengan tim lokal di desa Sarab-e Yas ketika dia berusia 12 tahun.

Postcomended   Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan dan Selamatkan Kerugian Negara

Ketika ayahnya keberatan dia mengejar karir profesional di olahraga ini, Beiranvand membandel. Dia meminjam uang dari seorang kerabat dan melarikan diri ke Tehran, ibukota Iran.

Namun dia tiba di sana tanpa uang maupun akomodasi, yang memaksa pemain muda ini mendirikan kemah di luar klub sepakbola tempat dia berlatih.

“Saya tidur di dekat pintu klub, dan ketika saya bangun di pagi hari, saya melihat koin yang dijatuhkan orang untuk saya,” katanya kepada The Guardian. “Mereka mengira aku pengemis! Yah, aku (jadi bisa) sarapan enak untuk pertama kalinya sejak lama.”

Singkat cerita, dia akhirnya diizinkan ikut berlatih dengan tim, penuh waktu. Tetapi bahkan kemudian, kiper timnas Iran ini harus mengambil pekerjaan di pabrik penjahitan, pencucian mobil, dan toko pizza untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Postcomended   Dihadiri 6000 Wisman, Meriahnya Tahun Baru dan Optimisme Bintan di 2018

2011, Beiranvand membuat debut profesionalnya sebagai penjaga untuk tim Iran, Naft Tehran, dan dia pun tumbuh menjadi salah satu atlet bintang di negara itu. Pada 2014, ia ditarik untuk bergabung dengan kamp pelatihan untuk tim sepak bola nasional Iran

Dalam pertandingan November melawan klub Iran Tractor Sazi, Beiranvand melontarkan bola hampir 230 kaki ke setengah lawan, memungkinkan rekan satu timnya di Naft mencetak gol penting.

Dua tahun kemudian, Beiranvand direkrut oleh salah satu klub terbesar di Asia, Persepolis Football Club, dan dengan cepat menjadi pemain dengan nilai tertinggi lebih dari 1 juta dolar (sekitar Rp 1,5 miliar). Baru-baru ini, ia menggantikan penjaga gawang nasional lama, Alireza Haghighi, di jajaran awal tim.

Pertandingan Iran dengan Portugal berakhir dengan hasil imbang 1-1, Senin. Namun Beiranvand serta jalan yang diambilnya ke panggung dunia, membuat banyak orang Iran merasa seolah pulang dengan seorang juara.***

Share the knowledge