https://static.independent.co.uk/s3fs-public/styles/article_small/public/thumbnails/image/2017/10/25/12/marawi-city-damage-2.jpg

Pemerintah Filipina, Senin (23/10/2017), telah mengumumkan berakhirnya pertempuran selama berbulan-bulan terhadap kelompok pemberontak terafiliasi ISIS di kota Marawi. Upaya pembangunan kembali telah dimulai di sana, bahkan telah dibicarakan sejak Juni 2017 kala pemberontak ISIS belum lagi habis ditumpas. Satu proyek pembangunan senilai lebih dari 1 miliar dolar AS, siap digelar.

https://www.japantimes.co.jp/wp-content/uploads/2017/07/f-philfocus-a-20170724-870×525.jpg

Pengepungan terhadap Marawi dimulai pada Mei 2017, ketika pasukan keamanan Filipina mencoba menangkap Isnilon Hapilon, seorang militan dalam daftar paling dicari biro investigasi federal Amerika Serikat (FBI).

Isnilon, seperti dilansir The Independent, adalah salah seorang pemimpin kelompok teroris yang berbasis di Filipina bentukan Abu Sayyaf, yang terafiliasi dengan ISIS.

https://southfront.org/wp-content/uploads/2017/06/3-15.jpg

Lebih dari 1.000 orang terbunuh sejak konflik dimulai, termasuk 800 lebih gerilyawan. Sebanyak 600 ribu orang mengungsi.

Setelah perang yang melelahkan itu, Marawi hancur. Gambar-gambar yang muncul mengenai Marawi belakangan ini adalah reruntuhan kota: bangunan-bangunan yang diliputi lubang peluru, puing-puing bangunan yang berserakan di jalanan, dan rangka bangunan masjid yang telanjang, terbakar.

Postcomended   Muslim Marawi Ajari Warga Kristen Teriak "Allahu Akbar"

Dalam pertemuan Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Kepala Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, mengumumkan, Senin, bahwa tentara telah “berhasil mengalahkan terorisme di Filipina”.

http://media.interaksyon.com/wp-content/uploads/2017/07/marawi-destruction_reuters.jpg

“Setelah 154 hari pengepungan Marawi oleh kelompok ISIS yang diilhami Daesh, atau seminggu setelah Panglima Tertinggi mengumumkan pembebasan Marawi, sekarang kami mengumumkan penghentian semua operasi tempur di Marawi,” kata Lorenzana.

Pemerintah memperkirakan bahwa upaya pembangunan kembali akan memakan biaya lebih dari satu miliar dolar AS (sekitar Rp 13 triliun).

Walikota Marawi, Majul Gandamra, mengatakan kepada surat kabar Filipina The Inquirer, “Secara emosional, sangat sulit bagi kita untuk melihat reruntuhan dan kehancuran yang ditinggalkan oleh kekejaman yang dilakukan oleh kelompok militan tersebut.”

Postcomended   Istri Asal Bekasi dari Pimpinan Gerilyawan Maute Ditangkap Saat Sedang Bersama 6 Anaknya

Arsitek Felino Palafox Jr, yang mendukung rekonstruksi kota tersebut, mengatakan, Marawi adalah kota yang progresif dan berkembang dengan bangunan-bangunan bertingkat berukuran sedang, sekolah, rumah sakit, lokasi bisnis,  masjid-masjid besar dan kecil.

http://www.mindanews.com/wp-content/uploads/2017/06/25marawirubble.jpg

“Hampir semuanya (di wilayah Mapandi dan Bangolo), dibakar dan dihancurkan. Kami menahan air mata saat kami diberi tahu tentang peristiwa tersebut,” sebut Felino.

Pada Juni lalu, saat pemberontak belum lagi habis ditumpas, Pemerintah Filipina telah mempersiapkan rencana komprehensif untuk merehabilitasi dan membangun kembali Kota Marawi yang hancur akibat pertempuran antara militer dan militan Maute tersebut.

Juru Bicara Presiden Ernesto Abella menyatakan, seperti dikutip CNN, program pembangunan ini akan dibiayai dua pihak:  Perusahaan Hiburan dan Mainan Filipina (Pagcor) yang akan menggelontorkan dana 10 juta peso atau setara Rp 2,6 miliar. Sisanya akan diambil dari anggaran nasional.***

Postcomended   Aleppo pun Menangis