Keluarga

Masih Sering Salah Membedakan Margarin dan Mentega? Simak Perbedaannya

10 Perbedaan Mentega dan Margarin. Udah Jadi Kebiasaan Asal Sebut ... Hipwee 10 Perbedaan Mentega dan Margarin. Udah Jadi Kebiasaan Asal Sebut, Padahal Beda Banget

10 Perbedaan Mentega dan Margarin. Udah Jadi Kebiasaan Asal Sebut … Hipwee 10 Perbedaan Mentega dan Margarin. Udah Jadi Kebiasaan Asal Sebut, Padahal Beda Banget

Hingga kini masih saja ada yang tidak bisa membedakan antara mentega dan margarin. Ada juga yang bisa namun salah kaprah dalam menyebut margarin sebagai mentega, terlebih di Indonesia yang masyarakatnya lebih mengenal margarin daripada mentega alias butter dalam Inggris.

Mentega dan margarin memang mirip. Keduanya sering terlihat sama dan memiliki fungsi sebanding. Padahal perbedaan yang ada di antara mereka sangat signifikan. Mari kita telisik perbedaannya.

Mentega, seperti halnya keju, adalah produk turunan susu. Dengan begitu, mentega adalah produk hewani. Dia dibuat ketika susu dididihkan, yang menyebabkan unsur padat (lemak mentega) dari susu terpisah dengan unsur cairnya (buttermilk) hingga kemudian menghasilkan produk pabrikan yang disukai banyak orang.

Mentega sebenarnya dapat dengan mudah dibuat di rumah. Jika ingin dijual secara komersial, mentega harus mengandung setidaknya 80% lemak. Sisanya berupa air dan protein susu.

 

Bagaimana dengan margarin? Margarin sama sekali tak mengandung susu, namun rasanya memang mirip dengan mentega. Dilansir situs Taste and Home, saking miripnya, ada waktu ketika mewarnai margarin menyerupai mentega dilarang di beberapa Negara.

Margarin terbuat dari minyak, air, garam, dan beberapa bahan tambahan seperti pengemulsi. Biasanya tidak mengandung susu sama sekali, sehingga disebut produk nabati. 

Margarin terbentuk melalui proses kimia yang rumit; hal lain yang membedakan margarin dengan mentega. Karena itu tak ada margarin yang merupakan produk rumahan.

Sama dengan mentega, margarin pun, bahkan diatur secara hukum, yakni harus setidaknya mengandung 80% lemak; meskipun produsen bisa saja menguranginya dengan menyebutnya sebagai produk “olesan”.

Sebagai produk hewani, mentega memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi yang tidak ada dalam margarin. Sementara itu margarin memiliki lebih banyak lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal; jenis lemak yang baik. Tetapi margarin juga sering mengandung lemak trans; jenis lemak yang sangat buruk. 

Komposisi masing-masing menjelaskan mengapa mentega jauh lebih kental daripada margarin saat berada pada suhu kamar. Lemak jenuh (pada mentega) membuat ikatan padat yang tetap kaku sampai panas diterapkan.

Meskipun kebanyakan pembuat roti dan para koki lebih suka menggunakan mentega karena rasanya lebih yahud, namun margarin tetap memiliki tempat. Karena kandungan airnya yang tinggi, makanan yang dipanggang menggunakan margarin biasanya memiliki tekstur yang lebih lembut. 

Berhati-hatilah ketika mencoba membuat substitusi. Banyak resep dari buku masakan lama yang meminta margarin daripada mentega. Namun ketika resep meminta mentega, jangan diganti juga oleh margarin terutama untuk pembuatan kue.(***/msn/tasteandhome)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top