Internasional

Masjid Besar di Kashmir Diminta Tutup untuk Hindari Kerumunan Perayaan Idul Adha

Share the knowledge

Pengamanan di Kashmir diperketat selama perayaan Idul Adha. Di malam hari, warga dilarang keluar rumah (gambar dari: https://www.financialexpress.com/india-news/eid-prayers-peaceful-but-festive-buzz-missing-in-kashmir/1673434/)

Pengamanan di Kashmir diperketat selama perayaan Idul Adha. Di malam hari, warga dilarang keluar rumah (Kredit: PTI, via https://www.financialexpress.com/india-news/eid-prayers-peaceful-but-festive-buzz-missing-in-kashmir/1673434/)


India dan pakistan selalu punya alasan untuk bergolak. Senin (12/8/2019),
pasukan India melakukan pembatasan ketat terhadap masjid-masjid di seluruh Kashmir untuk menghindari terjadinya kerumunan perayaan Idul Adha. Warga dipaksa tetap berada di rumah. 

Saksi mata mengatakan, masjid terbesar di wilayah Himalaya, Masjid Jama, diperintahkan ditutup dan orang-orang hanya diperbolehkan salat di masjid-masjid lokal yang lebih kecil sehingga tidak ada kerumunan besar yang bisa berkumpul.

Menurut penduduk, ini karena otoritas terkait takut pada protes anti-pemerintah atas pengupasan otonomi daerah mayoritas Muslim.

Kepala polisi Kashmir, Dilbagh Singh, Senin malam mengatakan, “Perayaan Idul Adha berlangsung damai hari ini”.
“Ada protes yang menyimpang di Srinagar tetapi tidak ada yang besar,” katanya kepada AFP.

Inspektur Jenderal kepolisian regional Swayam, Prakash Pani, menambahkan, “Hanya ada beberapa yang dilaporkan cedera, jika tidak seluruh lembah, situasinya normal.”

Kashmir telah dikurung pengamanan selama delapan hari ketika pemerintah nasionalis Hindu di New Delhi berusaha membasmi sikap penentangan terhadap langkahnya untuk memaksakan kontrol pusat yang lebih ketat atas wilayah tersebut.

Postcomended   Giliran malaysia Tuding Kemungkinan Adanya Anti-Persaingan atas Merger Grab-Uber

Internet dan komunikasi telepon telah diputus dan puluhan ribu pasukan tambahan telah membanjiri kota utama Srinagar dan kota-kota serta desa-desa lain di Lembah Kashmir.

Pihak berwenang telah melonggarkan pembatasan sementara, Minggu, untuk membiarkan penduduk membeli makanan dan pasokan untuk Idul Adha, salah satu perayaan Muslim paling penting tahun ini.

“Jam Malam”

Tetapi keamanan diperketat lagi setelah protes sporadis yang melibatkan ratusan orang pada siang hari, kata warga. Mobil van polisi berkeliling di jalan-jalan Minggu malam memberi tahu orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah.

“Saya tidak percaya kita dipaksa tetap berada di rumah pada perayaan ini. Ini adalah perayaan kegembiraan dan kebahagiaan,” kata warga, Shanawaz Shah, kepada AFP. Satu petisi menentang penguncian yang diajukan seorang aktivis politik akan disidangkan di Mahkamah Agung, Selasa.

Pengekangan ini berlanjut ketika pria terkaya negara itu, Mukesh Ambani, mengatakan pada pertemuan umum tahunan Reliance di Mumbai, Senin, bahwa perusahaannya akan mengindahkan seruan Modi untuk investasi swasta di Kashmir, dengan pengumuman yang akan dibuat dalam beberapa hari mendatang, media India melaporkan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, bersikeras pekan lalu bahwa keputusan untuk mencabut otonomi Kashmir diperlukan untuk pengembangan ekonominya, dan untuk menghentikan “terorisme”.

Postcomended   Negara Maju Kian Akrab dengan Startup Sewa Sepeda dan e-Skuter

Terlalu Takut untuk Makan 
Warga mengatakan tindakan keras keamanan telah membuat mereka terlalu takut untuk merayakann Idul Adha. Seorang pedagang domba di pasar Srinagar yang mengaku bernama Maqbool, mengatakan, jumlah pembeli hewan untuk pesta tradisional ini jauh lebih rendah.

Dia mengaku telah beralih dari “untung besar” tahun lalu menjadi “kerugian besar” kali ini. Beberapa ribu orang ambil bagian dalam satu unjuk rasa setelah salat Jumat yang dihancurkan dengan gas air mata dan pelet senapan, kata penduduk. Namun pihak berwenang membantah ada protes.

Modi mengatakan perubahan itu akan membawa kedamaian dan kemakmuran ke wilayah yang dirusak oleh pemberontakan puluhan tahun terhadap pemerintahan India yang telah menewaskan puluhan ribu orang.
Dia telah memenangkan dukungan luas di India untuk langkah ini.

Namun para pemimpin Kashmir setempat mengatakan bahwa menanggalkan wilayah otonominya berisiko memperburuk kerusuhan. Banyak pemimpin politik lokal telah ditahan dan laporan media India mengatakan beberapa telah dibawa ke pusat penahanan di luar negara.

Langkah ini juga memicu kemarahan di Pakistan, yang juga mengklaim Kashmir. Kedua negara tetangga ini telah berperang dua kali di wilayah Himalaya ini yang mereka pisahkan setelah kemerdekaan mereka pada tahun 1947.

Postcomended   Startup Hermeus Berencana Bangun Pesawat Lima Kali Kecepatan Suara

Mirip Nazi

Dalam serangkaian cuitan, Minggu, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, membandingkan taktik India di Kashmir dengan taktik Nazi. Khan mengatakan, ideologi Supremasi Hindu, seperti Supremasi Arya Nazi, tidak akan berhenti di Kashmir.

Para pejabat mengatakan Khan akan mengunjungi bagian Kashmir yang dikuasai Pakistan minggu ini untuk menunjukkan solidaritas.

Pakistan telah mengusir duta besar India, menghentikan sedikit perdagangan bilateral yang ada dan menangguhkan transportasi lintas perbatasan sebagai protes atas langkah New Delhi terhadap Kashmir.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top