Nasional

Masyaallah Adem – ANIES SANDI Ubah Wajah Jakarta Di Bulan Ramadhan Jadi Sejuk

Empat Mega Proyek Anies-Sandi Demi Ubah Wajah Jakarta - Tribunnews.com Tribunnews.com

Empat Mega Proyek Anies-Sandi Demi Ubah Wajah Jakarta – Tribunnews.com Tribunnews.com

Jakarta memang terkenal sebagai kota yang sangat panas, namun siapa sangka di bulan yang penuh berkah, kota yang terkenal dengan jumlah penduduknya sangat banyak ini berubah menjadi lebih “sejuk”.

Bagaimana tidak, setelah sepasang kaki Gubernur dan Wakil Gubernur ini menginjak pelataran wihara terbesar di Indonesia tersebut, banyak orang yang menganggap jika Jakarta sebagai pusat keagamaan memang sudah sepantasnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pasalnya, warga yang mendiami ibu kota Indonesia tersebut juga memiliki keberagaman kepercayaan sehingga agama dan negara tidak boleh terpisahkan sebab hal ini bisa mengarah pada kehidupan sekuler.

Oleh sebab itu, sebagai pemimpin Jakarta, Anies dan Sandi bertekad untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada semua warga masyarakatnya yang memiliki ragam kepercayaan ini. Tanpa mengabaikan istilah Jakarta sebagai pusat keagamaan, untuk membentuk Jakarta menjadi lebih religious ada tiga parameter yang harus terpenuhi.

Postcomended   "MSG Isn't Toxic", Generasi Micin, Mitos yang Tak Terbukti

Pertama adalah sikap pemimpin yang taat beragama. Kedua, memiliki komitmen yang kuat atas keagamaannya dan ketiga, membangun keberagamanan agama dalam membentuk komitmen berbangsa dan bernegara. Ketiga indikator tersebutlah yang akan menjadikan Jakarta pusat keagamaan serta tolak ukur tingkat religiusitas seorang pemimpin daerah.

Sebagai contoh kecil adalah upaya Anies – Sandi dalam memberikan izin kepada semua umat beragama dalam memanfaatkan wilayah monas untuk kepentingan keagamaan.

Di bulan yang penuh berkah ini pula, Jakarta sebagai pusat keagamaan juga akan tercipta atas adanya program buka bersama gratis di Monas ataupun takbiran di Monas tanpa harus melibatkan keberadaan bir ataupun Alexis. Bahkan, dirinya sempat membayangkan jika pihak presiden menutup semua perusahaan bir di Indonesia, maka sudah bisa dibayangkan betapa sakralnya ramadhan di Indonesia. tidak hanya itu saja,

Jakarta sebagai pusat keagamaan juga turut serta dalam perayaan Idul Fitri melalui pembagian THR yang dikhususkan kepada fakir miskin dan juga kepada mereka yang non-muslim. Merupakan sebuah gagasan yang luar biasa tanpa mempermasalahan keberagaman dalam beragama.

Postcomended   Perusahaan Angkutan Daring Diberi Waktu Dua Bulan Daftar Resmi

Nampaknya perubahan yang sangat besar akan terjadi pada Jakarta sebagai pusat keagamaan. Dalam hal ini, pihak Gubernur dan Wagub sangat mendorong masyarakatnya untuk selalu berkomitmen terhadap agamanya yang diwujudkan dalam membangun bentuk hubungan sosial yang sejahtera dan damai antara umat beragama.

Saat ini, nilai agama nampaknya menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan kembali setelah sebelumnya agama dinomerudakan dalam urusan politik, hingga berdampak pada ketidakadanya kegiatan keberagamaan pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat keagamaan dilakukan dengan menapaki permasalahan yang telah berlalu seperti halnya peristiwa 212 hingga doa bersama untuk Al-Quds Palestina.

Kesemuanya itu merupakan suatu hal yang nantinya tidak lagi memandang dari sisi politik ataupun lainnya, namun dari sisi universalitas. Dengan demikian, hal ini akan menjadikan titik awal kemunculan ragam terobosan yang digalakkan oleh Anies –Sandi dalam membangun Jakarta lebih religious.

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top