Manoj Punjabi tak Beri Izin Tayang “Ngawur”? – Kapanlagi.com

 Polemik antara MD Picture dan SAS Film berlangsung alot. Perkembangan berita mengenai polemik itu mengisyaratkan bahwa film berjudul Ngawur—yang disebut-sebut sebagai parodi dari Danur—akan tetap tayang.

Sementara itu, Manoj Punjabi—produser eksekutif film Danur—gerah dengan penggarapan film berjudul Ngawur. Seperti diberitakan sebelumnya, ia dan beberapa person yang terlibat dalam film Danur tak terima dan siap untuk mengambil langkah hukum terkait digarapnya film Ngawur.

Postcomended   KEMENHUB TERBITKAN PM 108 TAHUN 2017 SEBAGAI PAYUNG HUKUM ANGKUTAN ONLINE

Aktor senior, Tio Pakusadewo menanggapi ringan reaksi Manoj Punjabi tersebut. Tio menanggap bahwa Manoj panik karena film Ngawur segera beredar.

“Dia (Manoj) udah panik duluan aja. Tapi, nggak apa-apa, biar seru aja,” Ujar Tio.

Sebagai sebuah karya seni, Ngawur memang merupakan bentuk kreativitas yang terilhami oleh beberapa film. Hal itu berlandaskan asas bahwa tak ada yang orisinil di muka bumi ini. Karya seni yang diparodikan selama masih dalam taraf wajar (fair use)—tidak dapat dituntut secara hukum.

Postcomended   Pesona Nusa Dua Fiesta 2017 Siap Bius 30 Ribu Pengunjung

Kepanikan MD Picture dapat dengan wajar diterima, sebab Danur sudah menciptakan narasi baru bagi film horor nasional. Danur merupakan kisah nyata yang ditulis oleh Risa Saraswati. Dalam premier film tersebut di Trans Studio Mall Bandung disediakan lima bangku kosong yang berguna untuk tempat duduk para makhluk halus.

Postcomended   Ratusan Pemotor Kelimpungan Dihadang TransJkt dan Operasi Tilang

Sepertinya, atas dasar itu pulalah SAS Film mengangkat tokoh dalam Danur untuk menjadi salahsatu tokoh dalam Ngawur. Lepas dari polemik yang terjadi, suatu karya seni—selama itu bermakna—harus dihargai sebagai ide yang diproses oleh sang seniman.

Seni memang tak tumbuh dari ruang kosong. Ia akan menjadi bermakna ketika dihadapi sebagai proses tumbuh kembang pemikiran.***