Japanese authorities plan to source the gold, silver and bronze needed by tapping the country’s "urban mine" — millions of discarded smartphones and other small consumer electronics. Credit: Sean Gallup/Getty Images

Pihak berwenang Jepang berencana mendapatkan emas, perak, dan perunggu yang diperlukan untuk medali olimpiade dengan menambang limbah elektronik negara itu. Jutaan ponsel cerdas dan produk elektronik konsumen kecil lainnya. dibuang beton-ton setiap tahun (kredit: Sean Gallup / Getty Images)

Jepang selalu punya cara untuk berbeda. Para juara Olimpiade musim panas Tokyo yang akan berlangsung dua tahun lagi, tepatnya 2020, akan memiliki kesan berbeda atas medali yang mereka raih: bahan medali yang mereka terima akan berasal dari e-waste, dan Jepang disebut memiliki cukup e-waste alias limbah elektronik untuk memproduksinya.

Menurut Nikkei Asian Review, seperti dilansir The Huffington Post, Jepang memiliki cukup e-waste untuk memproduksi medali-medali itu. Pada 2014, Jepang mampu memulihkan sekitar 3.452 pound perak dari produk elektronik konsumen kecil yang telah dibuang.

Laman Tokyo2020.org menyebutkan, Komite Penyelenggara Tokyo 2020 akan memroduksi sekitar 5.000 medali emas, perak, dan perunggu untuk Olimpiade musim panas dan Paralimpiade.

Postcomended   Kalah Menang, Suporter Jepang Bersih-Bersih Stadion: Bagian dari Budaya O-soji

Memanfaatkan kembali produk elektronik yang dibuang akan membantu menjaga produk-produk beracun ini keluar dari tempat pembuangan sampah. Barang elektronik tidak terurai secara biologis, dan banyak mengandung bahan berbahaya.

Jikapun produk-produk ini dapat didaur ulang, menurut The Huffington Post, mereka sering secara ilegal dikirim ke negara-negara berkembang untuk kemudian menjadi limbah kembali di tempat pembuangan sampah, saluran air atau ruang public.

Bertekad untuk memutus siklus, LSM nirlaba GENKI Net for Creating a Sustainable Society, menyelenggarakan pertemuan pada Juni 2016 yang diikuti para pemimpin pemerintah, penyelenggara acara, serta perusahaan-perusahaan teknologi di Tokyo untuk mulai merumuskan rencana membuat medali ramah lingkungan.

Misi GENKI adalah menciptakan masyarakat tanpa limbah dengan mengembangkan kemitraan dengan warga, bisnis, dan pemimpin pemerintah.

Postcomended   Sambut Turis Jelang Olimpiade, Jepang Mereformasi Toiletnya

Di Jepang, sekitar 650.000 ton peralatan elektronik kecil dan peralatan listrik rumah tangga dibuang setiap tahun, tetapi sangat sedikit yang didaur ulang. Menurut Nikkei, sekitar kurang dari 100.000 ton dikumpulkan untuk didaur ulang.

Para ahli lingkungan mengatakan, masalah e-waste akan menjadi lebih memprihatinkan karena ketergantungan dunia pada teknologi tersebut yang terus tumbuh. Menurut laporan PBB, pada 2014 di Jepang ada sekitar 46 juta ton limbah elektronik dari telepon yang dibuang, layar computer, dan barang elektronik lainnya.

Laman Tokyo2020.org menyebutkan, proyek ini akan menjadi latihan partisipasi warga di seluruh Jepang untuk memproduksi medali. Proyek ini akan membuat Olimpiade Tokyo 2020 menjadi yang pertama dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade dengan melibatkan warga dalam mengoleksi limbah elektronik untuk pembuatan medali antara lain bahan emas yang diekstraksi dari limbah-limbah tersebut.

Postcomended   Hari Emoji Dunia: Indonesia Paling Banyak "Tertawa"

Untuk menyukseskan rencana ini, Komite Penyelenggara Tokyo 2020 secara aktif bekerja dengan peserta proyek, yakni perusahaan operator seluler NTT DOCOMO, Pusat Sanitasi Lingkungan Jepang, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Metropolitan Tokyo.***

 

Share the knowledge