Ekonomi

Media Asing Soroti Peristiwa Keracunan Massal Miras Oplosan: Pelarangan Menimbulkan Pasar Gelap Miras Ilegal

Dokter di Haltim Ini Akan Dipecat Akibat Sering Pesta Miras di ... Cakrawala News Dokter di Haltim Ini Akan Dipecat Akibat Sering Pesta Miras di Rumah Dinasnya - image on

Dokter di Haltim Ini Akan Dipecat Akibat Sering Pesta Miras di … Cakrawala News Dokter di Haltim Ini Akan Dipecat Akibat Sering Pesta Miras di Rumah Dinasnya – image on

Jumlah korban yang besar membuat media asing menyoroti kasus kematian akibat minuman keras (miras) oplosan yang terjadi baru-baru ini di Bandung, Cicalengka, dan Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 52 orang di tiga wilayah ini tewas mengenaskan. Dailymail menulis, kematian akibat alkohol beracun umum terjadi di Indonesia. Sejumah negara, sebut media Inggris ini, sampai harus memperingatkan warganya yang berwisata ke Indonesia (meskipun menyebutnya Bali dan Lombok) untuk berhati-hati mengonsumsi miras lokal. CNN, menulis, polisi berjanji membasmi miras sebelum bulan suci Ramadan tiba. Sedangkan Washington Post menyoroti kebijakan Indonesia yang berupaya mengekang alkohol legal, namun justru menjadi bumerang.

Dailymail membandingkan dengan kejadian tahun 2017 yang menurut mereka hanya memakan korban jiwa 32 orang. Sementara hanya dalam beberapa bulan terakhir ini saja sudah lebih dari 100 orang tewas karena minum alkohol beracun. Di Jakarta dan kota-kota satelitnya saja, sebut media ini, sudah ada 31 korban tewas pada awal bulan ini, diikuti kasus dramatis yang terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ini.

Sementara CNN yang mengutip data statistik resmi, menyebutkan, 300 orang meninggal akibat konsumsi minuman keras ilegal antara tahun 2008-2013. Sedangkan pada 2014-2018, tulis media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini, korban bertambah banyak, 500 orang.

Postcomended   Nuansa Ramadan Dan Lebaran Di Jawa Timur Bakal Heboh

Kasus terakhir, puluhan lebih korban di dua kota dirawat di rumah sakit dengan keluhan mual, pandangan kabur, dan kehilangan kesadaran. Kepala rumah sakit pemerintah di Cicalengka, Yani Sumpena, mengatakan mereka kewalahan dengan masuknya banak pasien keracunan alcohol. “Semua pasien datang dengan sesak napas, kesadaran berkurang, dan pandangan kabur,” kata Amelia, seorang dokter di rumah sakit pemerintah di Cicalengka kepada TV Indonesia, dikutip Washington Post.

Media-media asing ini lalu mengutip ucapan pihak kepolisian yang berjanji akan membasmi pembuat dan distributor miras yang beredar di pasar gelap ini untuk membendung jatuhnya kembali korban jiwa.

Wakil Kepala Kepolisian Nasional Muhammad Syafruddin mengatakan, kasus kematian terkonsentrasi di Jawa Barat dan Jakarta, tetapi ada juga kasus di Kalimantan Selatan dan daerah lain. “Ini adalah fenomena gila. Jika kita membiarkannya terus berlanjut, akan merugikan bangsa,” kata Syafruddin saat berdiri di depan tujuh tersangka yang diborgol pada konferensi pers.

“Saya telah memerintahkan semua kepala polisi di Indonesia agar kasus-kasus seperti ini tak terjadi lagi, nol korban, yang berarti mengungkapkan akar mulai dari produsen, distributor, penjual, sampai mereka yang memiliki ide mencampur alkohol dengan bahan kimia yang fatal.”

Pada kesempatan itu, polisi menunjukkan sejumlah alkohol yang disita. Beberapa di antaranya dikemas dalam kantong plastik bening yang dijual seharga sekitar Rp 25.000, serta botol-botol bermerek standar yang mengaku sebagai wiski atau anggur.

Postcomended   17 Mei dalam Sejarah: Pembakaran Memoar Lord Byron, Kejahatan Terbesar dalam Sejarah Sastra

Syafruddin mengatakan produksi alkohol ilegal harus diberantas sepenuhnya dengan kampanye bumi hangus dan menyerukan kerjasama kabinet dan lembaga pemerintah. Namun tidak jelas seberapa efektif tindakan keras itu.

Bagai Buah Simalakama

Indonesia yang mayoritas Muslim, sebut Daiymail dan Washinton Post, telah melarang penjualan minuman beralkohol pada 2015 di puluhan ribu mini market dan toko kecil lainnya setelah adanya tekanan dari muslim konservatif, selain juga dengan penerapan pajak yang tinggi. Namun ini telah menciptakan pasar gelap yang signifikan bagi miras ilegal di kalangan orang miskin di negara Muslim terbesar di dunia ini, di mana minum alkohol tidak disarankan tetapi tidak ilegal.

“Jika apa yang dibutuhkan di pasar resmi terbatas karena kebijakan (pemerintah), maka kebutuhan akan dipenuhi oleh mereka yang ingin mendapatkan keuntungan, dari pasar gelap,” ujar Sugianto Tandra, peneliti di Pusat Studi Kebijakan Indonesia. Seorang warganet berpendapat, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, melarang atau tidak melarang menjadi seperti buah simalakama.

Metanol (spiritus) yang berpotensi mematikan dapat menjadi produk sampingan dari alkohol bajakan. Dalam serentetan kematian baru-baru ini, polisi mengatakan bahwa methanol kadang-kadang dikombinasikan dengan bahan-bahan seperti campuran obat batuk dan losion anti nyamuk. Syafruddin mengatakan, pengujian laboratorium terhadap alkohol yang beredar di pasar gelap dalam beberapa penggerebekan di Jakarta menunjukkan ada kandungan metanol.

Postcomended   Sejumlah Perusahaan Termasuk Mozilla dan Tesla, Istirahatkan Facebook-nya #FacebookDown

Dilansir CNN, meskipun alkohol legal di Indonesia, “minuman rumahan” tetap populer, terutama di daerah pedesaan, di mana jenis “oplosan” banyak dijual di kantong plastik bening di sudut-sudut jalan. SafeProof, kelompok advokasi alkohol palsu, mengungkapkan, minuman keras ilegal dapat mematikan yakni ketika alkohol atau metanol dioplos dengan spiritus yang disuling, akan memungkinkan penjual meningkatkan volume cairan dan efek-efeknya.

Menurut Pusat Penyakit AS, metanol dapat membuat orang merasa mabuk, namun juga beracun bahkan dalam jumlah yang sangat kecil. Keracunan metanol bisa menyebabkan kebingungan, pusing, mengantuk, sakit kepala dan ketidakmampuan mengoordinasikan gerak otot. Ini dapat menyebabkan mual, muntah, hingga gagal jantung dan napas.(***/dailymail/washingtonpost/CNN)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top