Keluarga

Melahirkan Anak Lima Kali atau Lebih Dikaitkan dengan Potensi Tinggi Alzheimer

(Huffington Post)

Penelitian ini mungkin dapat mendukung program KB. Disebutkan bahwa perempuan yang pernah melahirkan lima kali atau lebih, 70% lebih mungkin mengembangkan Alzheimer, dibanding yang melahirkan lebih sedikit. Bahkan wanita tanpa demensia yang melahirkan lima atau lebih, pun mendapat skor lebih rendah pada tes kognitif, ketimbang mereka yang memiliki anak lebih sedikit. Peneliti mengaitkan dengan “roller coaster” hormonal. 

Kesimpulan ini ditarik berdasarkan penelitian baru terhadap lebih dari 3.500 wanita di Korea Selatan dan Yunani. Penelitian ini hanya mengamati wanita yang berusia lebih dari 60 tahun; usia rata-rata perempuan yang diuji di kedua negara adalah 71.

Namun studi ini juga menemukan bahwa wanita yang pernah mengalami satu atau dua kehamilan yang tidak lengkap, jauh lebih kecil kemungkinannya mengembangkan Alzheimer, dibanding wanita yang tidak pernah hamil sama sekali. Artinya, kehamilan lebih sering atau tidak pernah hamil sama sekali, lebih berisiko dibanding mereka yang pernah hamil (walaupun tidak sukses) sekitar 1-2 kali.

“Berdasarkan penelitian sebelumnya, kami berharap kehamilan dengan kelahiran dapat dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer,” kata penulis studi Dr Ki Woong Kim, seorang neuropsikiatris di Seoul National University, melalui emailnya. “Namun kami cukup terkejut bahwa kehamilan yang tidak lengkap dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari Alzheimer, yang kami tidak harapkan pada awal penelitian kami.”

Postcomended   26 Oktober dalam Sejarah: WHO Tetapkan Daging Olahan Penyebab Kanker!

Alzheimer adalah kerusakan mental progresif pada otak yang menghancurkan memori dan kemampuan berpikir sampai orang tersebut tidak dapat melakukan tugas yang paling sederhana sekalipun. Penyakit yang tidak dapat disembuhkan begitu dimulai ini, dianggap disebabkan oleh penumpukan plak beta amyloid di otak dan kusutnya neurofibriller yang disebut tau.

Laporan Alzheimer Dunia pada 2016 mengatakan, lebih dari 47 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia. Di Amerika Serikat (AS) saja, 5,5 juta saat ini hidup dengan Alzheimer; 3,4 juta dari mereka adalah wanita. Menurut Asosiasi Alzheimer, wanita berusia 60-an dua kali lebih mungkin mengembangkan Alzheimer sebagaimana prevalensi mereka pada kanker payudara.

Usia lanjut adalah faktor risiko terbesar untuk Alzheimer, dan wanita biasanya hidup lebih lama daripada pria. Tetapi usia bukanlah satu-satunya faktor. Studi menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki lebih banyak plak amyloid daripada pria dengan usia dan status mental yang sama.

Postcomended   Musik Bikin Merinding? Artinya Otak Anda Unik

Studi lain menemukan bahwa wanita dengan masalah memori ringan atau yang pernah menjalani operasi dengan anestesi, kondisinya menurun lebih cepat daripada pria. Studi Stanford menemukan, wanita yang membawa gen ApoE-4, faktor risiko genetik, dua kali lebih mungkin mengembangkan Alzheimer sebagai wanita tanpa ApoE-4. Namun, pria yang membawa ApoE-4 memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi.

Akibat “Roller Coaster” Hormonal  

Target yang jelas untuk penelitian ini adalah hormon dan peran kehamilan, dengan hasil beragam.
Kehamilan adalah roller coaster hormonal. Selama trimester pertama, kadar estrogen naik sedikit, dan kemudian meroket selama sisa kehamilan.

Pada trimester ketiga, kata Kim, kadar estrogen bisa “mencapai 40 kali lipat lebih tinggi” daripada tingkat puncak mereka selama siklus menstruasi alami. Dalam empat hari setelah melahirkan, kadar estrogen bagi kebanyakan wanita cepat turun ke tingkat rata-rata. Pada saat yang sama, kadar progesteron dan hormon stres yang disebut kortisol meningkat dengan cepat selama kehamilan tetapi kemudian menurun setelah bayi lahir.

Menurut Kim, ketidakseimbangan itu mungkin menjadi faktor hasil yang tidak biasa dari studinya.
“Karena sebagian besar kehamilan yang tidak lengkap terjadi pada trimester pertama kehamilan, ada kemungkinan bahwa tingkat estrogen yang sedikit meningkat pada trimester pertama kehamilan berada dalam kisaran optimal untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer,” katanya.

Postcomended   Sekelompok Spesies Orangutan "Aneh" Diidentifikasi di Sumatra

Tetapi terlalu banyak kelahiran dapat melakukan hal yang sebaliknya, kata Kim, dengan terus menerus mengekspos wanita ke tingkat estrogen dan hormon stres yang meningkat secara dramatis, diikuti dengan penarikan mendadak, sehingga mengurangi cadangan otak.(***/CNN)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top