variety.com

Seiring meraksasanya Alibaba, sang boss, Jack Ma, mulai mengintip laba dari bisnis perfilman dengan mendirikan Alibaba Pictures. Debutnya di film-film Hollywood dimulai dari “Mission: Impossible -Rogue Nation” pada 2015 sebagai investor di Paramount Pictures. Rupanya “Rouge Nation” cukup  “berarti” bagi Alibaba, sehingga dia kembali berinvestasi di “Mission: Impossible -Fallout” (2018). Sebuah sumber menyebutkan, box office film-film yang didukungnya ini sebenarnya belum secara signifikan meningkatkan kinerja Alibaba di pasar saham. 

Ada setidaknya 26 film dimana Alibaba Pictures nimbrung baik sebagai distributor, investor, maupun produser. Namun untuk film-film Hollywood, Alibaba baru sebatas sebagai investor, selebihnya adalah produser untuk film-film modern maupun klasik Cina, termasuk “Asura” yang telah tayang tahun ini tapi hasilnya jeblok.

Dilansir laman China Film Insider, Alibaba Pictures telah berkembang secara agresif dengan mendukung berbagai macam proyek. Musim panas 2018 ini, selain terlibat di “Fallout”, ada dua film Cina yang diproduseri Alibaba yang tayang yakni “Dying to Survive” dan “Hello Mr. Billionaire”.

Untuk film-film yang didukung serta diproduserinya ini, Alibaba menggunakan seluruh kekuatan jaringan e-commerce-nya, antara lain mempromosikannya melalui platform tiket online Tao Piaopiao (platform pemesanan film online di Cina).

Postcomended   Google Cekal Aplikasi Penambang Mata Uang Kripto dan Aplikasi Senjata Api

“Fallout” sendiri akan tayang di Cina pada 31 Agustus 2018. Wei Zhang, presiden Alibaba Pictures, mengatakan, waralaba “Mission: Impossible” memiliki rekam jejak yang terbukti di khalayak internasional,  termasuk Cina. “Kami senang untuk terus bekerja dan mendukung Paramount pada sekuel berikutnya,” kata Wei Zhang, presiden Alibaba Pictures, dikutip laman 4-traders yang melansir data dari Alibaba Group Holding Ltd.

Dalam perjanjian kerjasamanya dengan Paramount, masih menurut 4-traders, Alibaba akan menjadi mitra pemasaran resmi untuk film-film blockbusternya pada musim panas 2018, antara lain melalui penjualan tiket via Taopiaopiao

Li Jie, wakil presiden senior Alibaba Pictures dan CEO Taopiaopiao, mengungkapkan bahwa pihaknya kini memiliki solusi berbasis data terbaru yang diluncurkan pada April lalu yang bernama Beacon.

Jie mendeskripsikan Beacon sebagai layanan one-stop shop untuk membantu produser film memaksimalkan efisiensi dalam iklan, memantau kinerja dan menganalisis metrik konsumen –seperti menggunakan teknologi pemetaan panas untuk lebih memahami lalu lintas pejalan kaki di bioskop.

Ekosistem Alibaba yang luas, masih menurut 4-traders, menawarkan paparan Paramount untuk lebih dari 500 juta konsumen di platform, seperti pasar online Taobao, pusat video-streaming Youku, dan dompet digital Alipay. Semua ini dilakukan Alibaba juga saat memimpin pemasaran online untuk  “Rogue Nation” pada 2015. Film ini dikabarkan meraup perolehan 682 juta dollar AS di boxoffice seluruh dunia.

Postcomended   Bintang "Walk of Fame" Donald Trump, Raib Dicungkil

Seiring dengan perolehan “Fallout” yang mengesankan pada pekan pertama tayang di Amerika Utara dan 36 tempat lainnya di seluruh dunia, Alibaba Pictures seperti berada di jalur untuk menjadi pemenang besar musim panas ini. Sekuel keenam film waralaba “Mission: Impossible” ini memulai awal yang kuat dengan mengumpulkan 153 juta dollar AS di seluruh dunia pada akhir pekan pertamanya.

Penjualan boxoffice Cina termasuk yang paling cepat berkembang di dunia. Negara ini diperkirakan akan melampaui Amerika Utara pada 2020 sebagai pasar film terbesar di dunia dalam jumlah pendapatan dan jumlah penonton boxoffice, menurut perusahaan konsultan Deloitte.

Namun menurut laman China Film Insider, profitabilitas Alibaba Pictures pada tahun ini (2018) masih belum diketahui, dan ini jelas menyangkut para pemegang sahamnya, karena keberhasilan box office film-film yang didukung Alibaba sebenarnya belum secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan di pasar saham.

Dikutip dari Wikipedia, Alibaba Pictures dulunya adalah ChinaVision Media. Pada 2014, Alibaba Group membeli saham mayoritas ChinaVision Media seharga 805 juta dollar AS. Sebagai pemilik saham mayoritas, Alibaba berhak mengganti nama perusahaan ini menjadi Alibaba Pictures Group.

Postcomended   Konsumsi Antibiotik Melonjak, Wabah “Superbugs” Mengancam Dunia

Pada April 2015, perusahaan ini menjadi perusahaan film Cina terbesar dengan nilai pasar sebesar 8,77 miliar dollar AS dan pada Juni tahun yang sama naik menjadi senilai 9,6 miliar dollar AS.***

 

Share the knowledge