Garam Langka: Impor Bukan Solusi Tepat Industri Bisnis600 × 400Search by image

Garam Langka: Impor Bukan Solusi Tepat Industri Bisnis600 × 400Search by image

Garam mahal dan langka di pasaran. Dari semula Rp 5.000 menjadi Rp 12.000 per bungkus. Pemerintah pun memutuskan mengimpor. Australia ketiban rejeki karena pemerintah berniat mengimpor dari negeri jiran jauh ini. Diduga, munculnya kebutuhan impor garam adalah ulah kartel. Apa kata pemerintah dan YLKI?

Pernyataan Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, ini, mungkin bisa mewakili kecemasan kita bersama bahwa jangan sampai ada permainan pihak-pihak tertentu yang menciptakan kondisi kelangkaan garam untuk mengeruk keuntungan. Jazuli meminta agar masalahnya dikaji dulu sebelum memutuskan mengimpor

Pemerintah sendiri merasa sudah cukup alasan untuk mengimpor garam. Direktur Jenderal Pemanfaatan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bramantya Satryamurti, membeberkan, bahwa hasil produksi Mei-Juli 2017 dari petani di 15 kabupaten ditambah dari PT Garam hanya mencapai 6.200 ton. Padahal dalam periode sama biasanya bisa mencapai 498 ribu ton dengan asumsi 166 ribu ton produksi per bulan. 

“Jadi saat ini sedang masa recovery. Diharapkan setelah Agustus normal,” ujarnya Jumat (28/7/2017).

Postcomended   Internis: Begitu Usia 40, Cek Gula Darah

Share the knowledge