Internasional

Membangkangi Resolusi PBB, AS Segera Buka Kedutaannya di Yerusalem

AS Segera Buka Kedutaan di Al Quds (Yerusalem) pada Mei 2018 - Amal ... Harapan Amal Mulia Amal Mulia - As Buka Kedubes di Yerusalem bulan Mei

AS Segera Buka Kedutaan di Al Quds (Yerusalem) pada Mei 2018 – Amal … Harapan Amal Mulia Amal Mulia – As Buka Kedubes di Yerusalem bulan Mei

PBB benar-benar dianggap macan ompong oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kekalahan telak voting di antara negara-negara anggota Majelis Umum PBB yang menolak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, awal Desember 2017, tak membuatnya mundur untuk memindahkan kedutaan AS ke kota suci tiga agama tersebut. Menantu laki-lakinya beserta istrinya, diplot untuk menghadiri pembukaannya minggu depan.

Walikota Yerusalem, Nir Barkat, di akun Facebook-nya, Senin (7/5/2018), memposting gambar dia sedang berdiri di tangga dekat plang penunjuk arah ke alamat kedutaan AS yang bertulisak tiga bahasa: Ibrani, Arab, dan Inggris.

Dalam postingan tersebut yang ditulis memakai Bahasa Ibrani dan Inggris, dia mengatakan, “Ini bukan mimpi – ini kenyataan! Pagi ini, saya bangga dan bersemangat untuk memasang tanda-tanda pertama untuk kedutaan AS, yang akan dibuka minggu depan di Yerusalem.”

Plang tersebut mengarah ke satu gedung yang sekarang menjadi konsulat di lingkungan Arnona, di sebelah selatan Kota Tua Yerusalem yang bersejarah. Rencananya kedutaan AS ini akan dibuka Senin (14/5/2018). Langkah ini merupakan perwujudan janji Trump saat kampanye pilpres AS, 2016.

Postcomended   Buklet Kampanye Melania Trump Diduga Mencontek (Lagi)

Menantu laki-laki Trump, Jared Kushner, beserta istrinya, Ivanka Trump, dan Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin, akan berada di antara orang-orang yang diharapkan akan menghadiri pembukaan itu.

Pengakuan Trump dikecam oleh Majelis Umum PBB awal Desember 2017 yang menggelar voting dengan hasil 128 negara mendukung resolusi PBB yang mengecam pemindahan ibukota ke Yerusalem, dan hanya sembilan suara menentang, 35 abstain. Salah satu negara yang menentang adalah Guatemala. Negara ini bahkan akan menyusul membuka kedutaan di Yerusalem dua hari setelah AS.

Kalah telak, Trump lalu mengancam akan memutuskan bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung kecaman. Dua negara sekutu dekatnya, Inggris dan Jerman berada di jajaran yang mengecam AS.

“Mereka mengambil jutaan dolar dan bahkan miliaran dolar, dan mereka memberi suara yang menentang kita,” katanya kepada para wartawan di Gedung Putih, 12 Desember 2017. “Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli,” ujarnya.

Postcomended   Penyuka Gulat Sumo Ini Menjadi Pria Tertua yang Masih Hidup

Menanggapi rencana pembukaan kedutaan AS, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat, dalam sebuah pernyataan, Senin (7/5/2018), mengatakan, “Langkah ini tidak hanya ilegal tetapi juga akan menghalangi pencapaian perdamaian yang adil dan abadi antara dua negara berdaulat dan demokratis di perbatasan 1967, Israel dan Palestina hidup berdampingan aman dan damai. Mereka yang menghadiri upacara itu akan mengirimkan pesan yang tidak menyenangkan, sebuah pesan bahwa mereka mendorong pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hak asasi rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut.”

Para pemimpin Palestina, yang pada mulanya menyambut Trump sebagai seorang wasit dalam konflik Israel-Palestina, membalik posisi setelah pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sikap terang-terangan Trump yang condong ke Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pekan lalu, saling memuji persahabatan AS dan Israel yang makin dalam dan kuat.

Netanyahu mengatakan, setengah lusin negara lain kini juga berusaha memindahkan kedutaan mereka ke Jerusalem, tetapi sejauh ini hanya Guatemala yang memiliki rencana konkret melakukannya. Guatemala akan secara resmi membuka kedutaannya di Yerusalem dua hari setelah pembukaan pos Amerika.

Postcomended   Pendiri WikiLeaks Terancam Segera Terusir dari Tempat "Persembunyiannya"

Status Yerusalam merupakan isu utama dalam konflik Israel-Palestina. Israel menduduki kawasan timur kota itu –yang sebelumnya dikuasai Yordania– saat Perang Timur Tengah tahun 1967 dan menganggap seluruhnya sebagai ibu kota yang tidak bisa dipisah-pisahkan.

Sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota dari negara masa depan. Berdasarkan Kesepakatan Oslo tahun 1993, status akhir Yerusalem akan ditetapkan dalam tahap perundingan damai Israel-Palestina, namun tak kunjung menghasilkan kesepakatan lanjutan. (***/CNN/BBC)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top