Keluarga

Membedah Arti Panel Lipid Anda: Mepereteli Makna Angka-angka Kolesterol (1)

Apa itu Kolesterol Jahat (LDL)? - Mediskus Mediskus kolesterol jahat

Apa itu Kolesterol Jahat (LDL)? – Mediskus Mediskus kolesterol jahat

LDL adalah “kolesterol jahat” dan HDL “kolesterol baik”. Tetapi sains telah berkembang. HDL tinggi tidak lagi otomatis bagus, misalnya. Mari kita lihat apa arti angka kolesterol Anda.

Dalam laporan panel lipid (jika anda memeriksakan diri ke lab), Anda akan diberi laporan tentang kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Hasilnya, Anda mungkin akan terpaksa duduk serius dengan dokter untuk berbicara tentang “perubahan gaya hidup”, bahkan obat penurun kolesterol.

 

Dari Wikipedia, lipid adalah kelompok molekul alami yang meliputi lemak, lilin, kolesterol, vitamin yang larut dalam lemak (seperti vitamin A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, dll. The American Heart Association merekomendasikan agar lipid dieriksa setidaknya lima tahun sekali dan lebih sering jika ada tanda-tanda mengkhawatirkan.

Panel lipid adalah salah satu cara utama agar dokter mengawasi risiko Anda mengembangkan aterosklerosis, yakni pembentukan plak lemak di dinding arteri yang mempersempit dan mengeraskan pembuluh darah ini, dan meningkatkan kemungkinan hadirnya sepotong plak atau darah dan bekuan darah, menghalangi aliran darah. Itu semua adalah hal yang dapat menyebabkan kerusakan di mana saja di dalam tubuh. Iika terjadi di arteri koroner jantung, bisa berakhir dengan serangan jantung. Jika terjadi di otak, bisa berakhir dengan stroke.

Aterosklerosis sebagian disebabkan oleh kolesterol dan trigliserida (lemak) yang beredar di darah Anda, dan panel lipid seperti jendela ke berapa banyak kolesterol yang beredar dan apa yang kemudian akan terjadi.

Tak adil memvonis kolesterol (HDL maupun LDL) menjadi semacam kata kotor, karena itu adalah molekul vital dalam tubuh manusia. Ini adalah komponen penting dari membran sel, bagian dari empedu (diperlukan untuk pencernaan lemak), dan pendahulu untuk vitamin D dan beberapa hormon, termasuk kortisol, estrogen, dan testosteron.

Postcomended   LIVE Diskusi Panel 3 dalam Rakornas Pariwisata III-2017

Namun hanya karena kolesterol itu penting tidak berarti kita perlu makan banyak. Faktanya, kita tidak perlu memakannya sama sekali karena tubuh kita dapat membuat semua kolesterol yang kita butuhkan. Tetapi, selain bagi vegetarian, kolesterol juga merupakan bagian dari diet Anda (upaya membatasi asupan zat tertentu ke tubuh). Dia hadir dalam makanan dengan lemak hewani, seperti daging, ikan, telur, susu, dan mentega (butter).

Selama beberapa dekade, pedoman diet AS merekomendasikan kita untuk membatasi berapa banyak kolesterol yang dikonsumsi, tetapi kita sekarang tahu bahwa jumlah kolesterol yang kita makan memiliki sedikit dampak pada jumlah dalam darah kita, karena kolesterol sintesis tubuh akan menurun jika kita makan banyak kolesterol.

Pedoman Diet terbaru untuk Amerika tidak merekomendasikan batasan pada diet kolesterol. Mereka, bagaimanapun, mengatakan kita harus membatasi lemak jenuh dalam makanan kita, dan sebagian besar lemak hewani juga tinggi lemak jenuh, kecuali telur dan ikan.

Hasil lipid darah Anda akan memberi Anda nilai untuk kolesterol total, tetapi jumlah ini tidak terlalu berarti. Di situs American Heart Association (AHA) bahkan tidak memberikan kisaran untuk kolesterol total normal, dengan mengatakan, “Saat ini, rentang ini tidak digunakan. Sebaliknya, kadar kolesterol total dipertimbangkan dalam konteks dengan faktor risiko lain, dan pengobatan yang sesuai.”

Secara tradisional, kolesterol total di bawah 200 mg/dL telah dianggap sehat. Dr. Ali Rahimi, seorang ahli jantung dengan Kaiser di daerah Atlanta, mengatakan ia masih suka melihat kolesterol total di bawah tanda itu. Tetapi yang lebih penting dari kolesterol total adalah bagaimana dia dikemas dan ke mana ia menuju di dalam tubuh. Inilah yang akan m=membawa kita ke LDL dan HDL.

Postcomended   Empat Wanita Kembangkan Kanker Setelah Terima Organ dari Donor Sama, Tiga Meninggal

Keduanya adalah jenis lipoprotein: kendaraan pengangkut yang mengangkut kolesterol dan lipid lainnya melalui darah. Tetapi mereka masing-masing memiliki pekerjaan yang berbeda dan dengan demikian efek yang berbeda pada kesehatan kita. Idealnya jumlahnya di bawah 200 mg/dL. Tetapi kolesterol total ternyata tidak terlalu berarti; angka-angka lain dalam laporan lipid Anda lebih penting bagi kesehatan Anda.

LDL itu Buruk

LDL diisi kolesterol, karena tugas mereka adalah mengirim kolesterol dari hati ke semua sel lain yang membutuhkan. Ini adalah pekerjaan penting. Tetapi LDL dapat memulai aterosklerosis. Jadi, terlalu banyak LDL bersirkulasi dalam darah bukan hal baik. Di sinilah reputasi LDL sebagai “kolesterol jahat” berasal.

Orang dengan LDL tinggi lebih mungkin mengembangkan aterosklerosis dan penyakit jantung. Menurunkan LDL dengan obat (biasanya statin) atau mengubah gaya hidup, bisa mengurangi risiko.

Hasil dokter atau lab mungkin akan mengatakan LDL harus di bawah 130 mg/dL. Namun, ahli jantung kini menggunakan nilai ini dengan lebih bernuansa daripada lima tahun lalu. “Sebelumnya, kami sangat, sangat terfokus untuk melihat jumlah pasti dan berpikir bahwa lebih rendah lebih baik, dan kemudian kami akan memulai farmakoterapi pada level (tinggi) tertentu,” kata Rahimi.

Jika LDL Anda di atas 190 mg/dL, ini akan dianggap sangat tinggi, dan AHA akan merekomendasikan perawatan dengan statin terlepas dari faktor lainnya. Tetapi di bawah angka itu, AHA menganggap LDL sebagai salah satu faktor risiko di antara banyak yang lain, termasuk merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat penyakit jantung koroner premature di keluarga, yang semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan mungkin meningkatkan urgensi minum obat untuk menurunkan kolesterol. Ini adalah hal-hal yang perlu didiskusikan dengan dokter Anda, tetapi Anda juga dapat menggunakan kalkulator daring ini untuk menghitung risiko Anda.

Postcomended   Wakatobi Wave 2017

Rahimi mengatakan LDL kurang dari 130 adalah tujuannya. Jika jatuh di antara 130 dan 190, rekomendasi obat akan tergantung pada semua faktor risiko lainnya (inilah yang dimaksud bernuansa). Tetapi bagaimanapun juga, orang-orang dalam rentang ini dapat mengambil manfaat dengan berhenti merokok, melakukan lebih banyak olah raga, dan memperbaiki pola makan. Rahimi pun lebih memilih memulai dengan pendekatan ini jika memungkinkan. Perubahan ini dapat menurunkan LDL sebanyak 30 mg/dL, katanya, dan itu adalah lompatan yang sangat membantu, baik dengan atau tanpa obat penurun kolesterol.

Intinya, LDL masih merupakan kolesterol “jahat”, dan hasil yang baik adalah di bawah 130 mg/dL. Perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat membantu, dan Anda sangat mungkin diresepkan obat jika LDL Anda di atas 190 mg/dL.(***/Alice Calahan/lifehacker/bersambung)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top