Tips Mengatasi Kecanduan Makanan Manis yang Tidak Sehat untuk Tubuh Job-Like.com Bagi Anda penikmat minuman manis dan bersoda, mulai sekarang cobalah untuk menguranginya. Minuman bersoda mengandung kalori yang tidak baik bagi tubuh.

Tips Mengatasi Kecanduan Makanan Manis yang Tidak Sehat untuk Tubuh Job-Like.com Bagi Anda penikmat minuman manis dan bersoda, mulai sekarang cobalah untuk menguranginya. Minuman bersoda mengandung kalori yang tidak baik bagi tubuh.

Riset terbaru mengaitkan obesitas ke 12 jenis penyakit kanker. Beberapa yang ada di dalam daftar yang harus dihindari adalah “minum”, kebanyakan makan daging olahan, minum minuman manis, kebiasaan mengonsumsi suplemen, dan tidak menyusui bayi bagi ibu. Untuk menghindari atau mengurangi risikonya, “hanya” memerlukan perubahan gaya hidup.

Dilansir Newsweek, pakar kesehatan telah merekomendasikan 10 perubahan gaya hidup, yakni menghentikan kebiasaan yang berisiko tersebut.

Dana Penelitian Kanker Dunia (WCRF) selama beberapa dekade ini menemukan bukti hubungan antara obesitas dan kanker lambung, mulut dan tenggorokan, hati, ovarium, usus, kandung empedu, ginjal, esofagus, pankreas, dan rahim. Kanker payudara setelah menopause dan kanker prostat lanjut juga terkait dengan obesitas.

Laporan “Diet, Gizi, Aktivitas Fisik dan Kanker: Sebuah Perspektif Global” yang dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas di Wina, termasuk dalam versi terbaru dari rekomendasi organisasi untuk pencegahan kanker.

Rekomendasi tersebut dijuluki dengan “cetak biru untuk mengalahkan kanker”, oleh alat Periksa Kesehatan Kanker. Cetak biru ini menawarkan rekomendasi mencegah terkena kanker yang dipersonalisasi alias disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Rekomendasi itu termasuk: memiliki berat badan yang sehat; berolahraga; makan biji-bijian, sayuran, buah dan kacang-kacangan; menghindari makanan berkalori tinggi; membatasi konsumsi daging merah dan olahan dan minuman manis, serta menyunat kebiasaan minum alkohol.
WCRF bahkan juga memperingatkan agar tidak bergantung pada suplemen makanan dan menekankan manfaat menyusui bayi.

Postcomended   Pengemudi Blue Bird Harus Beri Impresi Baik ke Wisatawan

Minum minuman manis secara teratur yang dikaitkan dengan kanker karena ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan berujung pada obesitas, kata para ahli. Tetapi aktif secara fisik dapat langsung melindungi terhadap ancaman kanker usus, rahim dan pasca menopause, payudara, serta memotong risiko yang lebih luas mengembangkan kanker lainnya.

Bercermin pada peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 yang mengaitkan konsumsi daging olahan dan daging merah pada bentuk-bentuk kanker termasuk usus, laporan penelitian tersebut merekomendasikan diet yang mencakup gandum, sayuran, buah dan kacang-kacangan.

Daging merah harus dibatasi tidak lebih dari tiga porsi (350-500 gram porsi matang) seminggu untuk mencegah kanker usus, kata WCRF.

Sementara itu alkohol “kuat” dikaitkan dengan kanker payudara, hati, mulut, usus, tenggorokan, kerongkongan, dan perut.

Dan karena lebih banyak negara mengadopsi gaya hidup Barat dengan hidup menetap dan makanan penyebab obesitas, tingkat kanker diperkirakan akan meningkat 58% pada 2035, menyebabkan 24 juta kematian global per tahun, kata para peneliti.

Namun mereka menekankan, tanggung jawab untuk mencegah kanker tidak hanya terletak pada individu, melainkan mendesak juga agar pemerintah memprioritaskan kebijakan pencegahan kanker.

Postcomended   Gurun Sahara Makin Mekar, Menyamai Luas Amerika Serikat

Susannah Brown, manajer program sains senior WCRF, mengatakan kepada Newsweek, “Laporan ini berisi temuan signifikan tentang bagaimana diet, berat badan dan aktivitas fisik mempengaruhi risiko kanker dan menunjukkan betapa pentingnya mengadopsi gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker.”

Dengan lamporan ini, kata Brown, pihaknya ingin orang mengetahui bagaimana makanan apa yang mereka makan, apa yang mereka timbang, dan seberapa aktif secara fisik mereka dapat mempengaruhi risiko mereka. “Laporan ini dapat memberikan informasi praktis tentang pola diet dan aktivitas apa yang kondusif untuk mengurangi risiko kanker,” jelas Brown.

Ditanya apakah ada risiko bahwa masyarakat akan bersikap bahwa “semua menyebabkan kanker” dan percaya tidak ada perubahan perilaku yang diperlukan, Brown mengatakan, “Laporan ini mengumpulkan bukti ilmiah kuat selama 30 tahun dan termasuk data dari lebih dari 50 juta orang dan itu adalah tinjauan yang sangat komprehensif, berisi informasi tentang langkah positif apa yang dapat dilakukan orang untuk mengurangi risikonya (‘kabar baik’-nya adalah bahwa ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker) dan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus tidak disebabkan faktor makanan tunggal. Yang terpenting kata Brown, adalaj apa yang Anda makan dan minum, berat badan Anda, dan seberapa aktif Anda selama masa hidup Anda.

Postcomended   Barat Curiga Putin yang Mantan Anggota KGB, Terlibat Upaya Pembunuhan Skripal

“Menjalani gaya hidup sehat di zaman sekarang tidak selalu mudah, sering sulit, atau sulit untuk menemukan waktunya. Ini adalah salah satu alasan mengapa kami ingin pemerintah mengambil tindakan untuk menciptakan lingkungan di mana lebih mudah bagi orang untuk mengikuti rekomendasi kami dan menjadi sehat,” papar Brown.

Sementara laporan itu menegaskan kembali informasi yang sudah kita ketahui (bahwa gaya hidup kita mengurangi risiko kanker), profesor Linda Bauld, seorang ahli pencegahan di Cancer Research UK, mengatakan, penting untuk diingat hal-hal yang kita lakukan setiap hari.

“Membangun perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari Anda, seperti memilih minuman bebas gula atau berjalan kaki lebih banyak, dapat menambah perbedaan besar bagi kesehatan Anda.”(***/newsweek)

Share the knowledge