Objek Wisata Pulau Dewata Bali Tempat Wisata Indonesia Yang ... Twisata1600 × 1120Search by image Objek Wisata Pulau Dewata Bali Tempat Wisata Indonesia Yang Mendunia - | Twisata

Objek Wisata Pulau Dewata Bali Tempat Wisata Indonesia Yang … Twisata1600 × 1120Search by image Objek Wisata Pulau Dewata Bali Tempat Wisata Indonesia Yang Mendunia – | Twisata

Pertengahan musim hujan waktu itu, tepat pada bulan Januari akhir, saya seperti burung yang keluar dari sangkarnya, terbang bebas mengibaskan sayap patah-patah, namun begitu riang, atau seperti anak merpati yang baru dilepas bebas dari meditasi sunyi induknya, belajar terbang riang menelusup lepas menelusuri cakrawala, darah rasa ingin tahu mengalir deras dalam tubuh. Saya juga tak ubahnya seperti belut yang baru ditaburi garam, gelisah menggelinjang.

Ah, orang seperti saya kalau tidak punya hasrat dan tekat baja tidak bisa kemana-mana, apalagi akhir-akhir ini acara Travelling di televisi menjadi semacam ‘mode of modern world’,membuat saya semakin gundah gulana. Maka dari itu saya memutuskan untuk keluar mencari kemungkinan-kemungkinan lain agar hidup tidak sekedar hidup.

Saya masih ingat perkataan Sartre, seorang filsuf sekaligus sastrawan Prancis itu, bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat melihat keluar dan memilih dirinya untuk mencari kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat menciptkan citra manusia seutuhnya.

Satu Lagi Surga Tersembunyi di Pulau Dewata kilatnews.com600 × 419Search by image Kilatnews.com – Jika berkunjung ke Bali, salah satu objek wisata yang dicari sudah pasti pantai. Tetapi ada juga objek wisata pantai lain dari yang lain di pulau dewata, yaitu sebuah billabong...

Satu Lagi Surga Tersembunyi di Pulau Dewata kilatnews.com600 × 419Search by image Kilatnews.com – Jika berkunjung ke Bali, salah satu objek wisata yang dicari sudah pasti pantai. Tetapi ada juga objek wisata pantai lain dari yang lain di pulau dewata, yaitu sebuah billabong…

Aku memilih menjadi Backpacker, kedengarannya agak menyesakkan dada, karena setidaknya saya telah memilih jalan dengan kemungkinan menggoda marabahaya dan menantang nyali. Tapi mungkin dengan jalan ini saya dapat menambah sudut pandang baru dalam memahami diri saya sendiri dan juga orang lain.

Destinasi wisata yang akan saya kunjungi adalah Bali, sebuah pulau mungil yang terletak di sebelah timur pulau Jawa. Bali adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia yang sudah dikenal sejak puluhan tahun silam dan merupakan salah satu destinasi wisata favorit dunia yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia maupun bagi wisatawan asing.

Itulah salah satu alasan saya. Bali menjadi sebuah penjajakan baru, dan mungkin akan menjadi antitesa bagi hidup saya.

Postcomended   Calendar of Events Cross-border 2018

Saya belum pernah ke Bali sebelumnya, oleh karena itu, saya terus mencari informasi. Selain teman, internet menjadi salah satu penyedia informasi bagi saya. Banyak jasa pariwisata yang ditawarkan di internet, mulai dari ini dan itu, kalau sudah disana, kamu harus ketempat ini itu dan sebagainya, membuat saya muak. Informasi di internet belum tentu memberikan kelimpahan keamanan. Akhirnya saya berangkat.

 Keintiman Bersama Pulau Dewata | ALAM's Wahyu Alam691 × 461Search by image Pantai Pandawa, Nusa Dua, Bali

Keintiman Bersama Pulau Dewata | ALAM’s Wahyu Alam691 × 461Search by image Pantai Pandawa, Nusa Dua, Bali

Malam yang begitu gelap itu, saya berjalan, lalu melintas cepat dengan laju kereta, hingga sampai pada dua persimpangan, terjebak pada dua arah yang berbeda, perbekalan habis, lalu berjalan terbata-bata sampai berpuluh-puluh kilo sambil menggendong tas ransel yang beratnya hampir 15 kg, saya terlempar pada dunia asing.

Terkadang saya duduk di pinggir jalan mencoba menyetop mobil apa saja yang melintas untuk minta tumpangan agar sampai tujuan, namun hasilnya nihil. Kanan kiri anjing menggongong, terus berjalan namun saya tetap kehilangan arah, berjalan berpuluh-puluh kilo, membuat kaki seperti ditusuk-tusuk jarum.

Dalam suasana sepi yang gelap, tiba-tiba saya dicegat oleh beberapa kelompok yang tak dikenal, mereka meminta ini itu yang menempel di tubuh yang ringkih ini, sialnya minta ampun, hidup yang melarat telah terjadi pada saya. Namun sekejam-kejamnya hidup di manapun saya berada satu tetespun airmata tidak boleh jatuh.

Terjatuh, bangkit, terjatuh lagi bangkit lagi. Mungkin inilah akibat dari tidak mau mengikuti panduan hidup normal kebanyakan orang.

Jam 05.00 Wit pagi, Dengan keadaan tubuh kumal, lusuh, akhirnya saya tiba di Kuta Bali, sebuah destinasi wisata yang menawarkan banyak hal. ‘Welcome To Bali’ !

Bali tentunya bukan hanya dikenal sebatas wilayah yang bersifat geografis, tapi Bali merupakan kode keindahan Nusantara, lambang keragaman budaya, sakralitas Agama, dan juga di lain sisi Bali khususnya di Kuta, menawarkan kehidupan yang menggairahkan, Hedonistik, dan segala potret kenikmatan dunia. Disini, hal yang dianggap tabu oleh sejumlah kelompok menjadi hal biasa.

Hari pertama di Kuta, saya melihat para turis asing berlalu lalang, para Backpacker Eropa dengan tubuh kusut sedang bercakap-cakap di tourist information center. Di Kuta inilah, Wisatawan menjadi semacam kunci keberlangsungan hidup masyarakat, fluktuasi ekonomi tergantung seberapa banyak wisatawan yang berkunjung kesini. oleh karenanya setiap saat, Bali semakin mempercantik diri untuk mengundang selera para wisatawan untuk berlibur.

Postcomended   Kolaborasi si Burung Camar dengan Ikmal Tobing Hangatkan Gelaran Ijen Jazz 2017

Apa yang menarik dari Kuta?, perlu diketahui bahwa para turis asing tergila-gila kesini salah satunya adalah karena pantainya dengan ombak besar, ombak besar bukan merupakan kode bencana bagi para peselancar tapi menjadi sebuah primadona. Oleh karena itu, Kuta merupakan surga bagi peselancar baik amatir maupun professional, di tambah pantainya yang menghadap ke arah barat dimana matahari tenggelam.

Sore kala itu di pantai Kuta, adalah cara terbaik menikmati senja, banyak turis asing yang sedang menari-menari di atas papan selancar menikmati ombak, ada yang menagkap momen sunset, duduk manis menunggu matahari terbenam, atau sekedar membaca buku, dan segala aktifitas para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pernah waktu itu saya duduk di depan cafe bernuansa Italiano Vintage, hujan baru saja reda, saya melihat dua gadis Aussie (sebutan untuk orang Australia) berperawakan cantik, fashionable, rule of model, melintas di depan saya, salah satu darinya saya melihat ada tato di belakang pundak dengan kalimat, “Without sadness, we wouldn’t know the happiness”,begitu mempesona kata-katanya, tato di gadis itu memberikan saya satu pelajaran.

Saya juga pernah menjumpai hal yang menggelikan, waktu itu saya melihat seorang bocah Aussie, mungkin umurnya sekitar dua setengah tahun berjalan tanpa alas kaki didampingi ayahnya, saya perhatikan di kedua lubang hidungnya ada ingus mengalir seperti krim susu lamban jatuhnya.

Saya bilang sama dia dengan senyum ragu sambil menunjuk ke posisi hidungnya agar dibuang secepatnya, tiba-tiba dia melotot pandangi saya, sambil mengangkat tangan lalu mengeluarkan jari telunjuk dan menyentuh ingus seperti saat sedang mencicipi makanan.

Kemudian dia mengulurkan lidah dan mengunyamnya sampai beberapa kali, tawa tak bisa dibendung, lalu saya dengar suara geram seperti kata berhenti dari ayahnya dalam bahasa mereka, Mengingatnya saya seperti orang gila. Fenomena seperti ini mungkin yang disebut sebagai ‘unexpected sense of humor’.

Beberapa hari setelahnya, saya bertemu dengan gadis Backpacker asal London Inggris negri ratu Elizabeth itu, namanya Emma, penampilannya sangat sederhana, rambutnya lurus, wajahnya cantik, seperti gadis yang membintangi film romansa ‘A Walk to Remember’yang diadaptasi dari novel karya Nicholas Sparks.

Postcomended   Dampak Ekonomi Singkawang Makin Menggeliat

Waktu itu saya lagi duduk di depan artshop semacam tempat yang menjual segala aksesoris dan oleh-oleh khas Bali, saya kenal dengannya ketika dia bertanya bagaimana dapat memperpanjang masa visa yang sudah habis waktunya, Dia sudah sebulan disini dan dia ingin memperpanjang masa visa nya agar dapat lebih lama lagi tinggal di Bali dan keliling Indonesia, jika bisa diperpanjang dia berencana akan mengunjungi Borneo Kalimantan.

Namun, kalau tidak diperpanjang, mau tidak mau besok dia harus take off dari Bali, saya turut prihatin, saya mencoba mencari informasi ke beberapa teman saya bahkan ke jalur agen ilegal, ternyata sudah tidak bisa, kecuali seminggu sebelum masa berakhirnya tiba. Bisa diperpanjang namun harus ke Singapura dulu, dan itu membutuhkan dana lumayan mahal.

Perlu diketahui bahwa para Backpacker Eropa adalah orang-orang yang ‘totality traveller’,mereka berkunjung ke Indonesia tidak hanya sebentar tapi berbulan-bulan, alasannya adalah biaya dari sana ke Indonesia cukup mahal dan juga durasi libur di Negara mereka panjang.

Bali yang kita kenal sebagai pulau Dewata, di samping memilki eksotisme wisata, juga menyimpan ingatan sosial yang kelam, tepatnya pada tahun 2002 di Kuta, pernah terjadi aksi ledakan bom yang dilakukan oleh sejumlah kelompok teroris, aksi yang banyak menelan korban wisatawan asing itu menimbulkan problem bagi industri pariwisata, sensitifitas meningkat sejak kejadian itu, banyak sekali dampak yang dirasakan.

Para teroris itu tidak hanya membunuh para wisatawan, namun juga membunuh perekonomian masyarakat, konsekuensinya adalah para wisatawan menjadi enggan berkunjung ke Bali. Tentunya kita harapkan kejadian semacam itu tidak sampai terulang lagi.