Di Venesia Teriak

Di Venesia Teriak “Allahu Akbar” Ditembak Mati. Toleran Banget Kan … Spirit Islam600 × 300Search by image SpiritIslamid- Perintah Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro untuk segera menembak siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” untuk mencegah ekstremisme di …

Karena teroris sering meneriakannya saat melakukan aksi kejahatan kemanusiaan alih-alih jihad, teriakan “Allahu Akbar” menjadi semakin mengalami penurunan makna. Pada 23 Agustus 2017, Wali Kota Venesia, Italia, mengeluarkan instruksi kepada sniper untuk menembak setiap orang yang berteriak “Allahu Akbar”. Pada 2 September 2017, sembilan penumpang dikeluarkan dari penerbangan Ryanair karena salah satunya berteriak “Allahu Akbar”.

Akibatnya, seperti dilansir Dailymail, pesawat yang sudah sempat meninggalkan bandara Zaventem di Brussels, Belgia, pada pukul tujuh pagi itu, terpaksa kembali dan menunda penerbangan selama beberapa jam. Semua penumpang diperintahkan untuk turun.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Kepada saluran berita lokal, VTM Nieuws, polisi mengatakan bahwa kesembilan orang tersebut adalah warga negara Belgia yang akan menunju Madrid, Spanyol. Salah seorangnya disebutkan berteriak “Allahu Akbar” seraya mengatakan bahwa ada bom di pesawat, namun ternyata hanya lelucon.

Peter De Waele dari polisi federal mengatakan kepada saluran berita tersebut, komandan penerbangan menolak membawa sembilan orang ini.

Setelah pemeriksaan yang memakan waktu dua jam lebih; semua koper penumpang diperintahkan dibuka, namun tak ditemukan hal yang mencurigakan, pesawat baru diizinkan berangkat pada pukul 09.25.

Tindakan saksama oleh pihak Ryanair tak mengherankan. Selain kota tujuan penerbangan, Madrid, baru saja mendapat serangan teroris, Bandara Brussels-Zaventem dan metro kota, pada Maret 2016 juga pernah menjadi subyek serangan teroris secara terpisah yang menewaskan 32 orang.

Postcomended   Pemimpin ISIS Tewas, Siapa Penggantinya?

Para teroris mungkin harus disarankan mengganti teriakan mereka saat melakukan aksi terornya, misalnya “demi iblis”. Pasalnya teriakan “Allahu Akbar” yang seharusnya sakral, kini mejadi hal yang menakutkan sekaligus menjadi bahan lelucon

Pada 23 Agustus lalu, Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro, memerintahkan polisi sniper menembak mati siapa saja yang meneriakkan “Allahu Akbar” di alun-alun Santo Markus.

Brugnaro mengungkapkan, seperti dikutip dari The Sun, perintah itu disampaikan saat bertemu delegasi pemikir pada musim panas baru-baru ini. Perintah itu mendapat tepuk tangan dari para delegasi. Brugnaro tidak mau ambil risiko pelaku yang berteriak “Allahu Akbar” itu melakukan serangan terlebih dahulu.

Dilansir Tempo, survei Pew Research pada 2016 mengungkapkan, empat persen dari total penduduk Italia adalah muslim, yakni sekitar 2,2 juta orang.

Frasa “Allahu akbar” selalu hadir dalam kehidupan muslim sehari-hari. Azan atau panggilan salat lima kali sehari, dimulai dengan empat kali ucapan “Allahu akbar”. Karenanya, instruksi Brugnaro sempat dicemooh.***

Postcomended   Tercorengnya Nobel Perdamaian Si Anggrek Baja #StopKillingRohingyaMuslims