Internasional

Memulai Bisnis dari Garasi, Jeff Bezos Kini Bersiap Kirim Pesawat ke Bulan

Share the knowledge

Jeff Bezos dengan prototipe penjelajah Bulannya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=D9EyCVb4HAw)

Jeff Bezos dengan prototipe Blue Moon, pesawat robot Bulannya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=D9EyCVb4HAw)

Taipan Amazon, Jeff Bezos, mengatakan, dia akan mengirim pesawat ruang angkasa ke Bulan, bergabung dengan kebangkitan minat terhadap Bulan setengah abad setelah orang pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Bezos mengatakan perusahaan antariksanya, Blue Origin, akan mendaratkan sebuah pesawat robot seukuran rumah kecil (yang diberi nama Blue Moon), yang mampu membawa empat penjelajah dan menggunakan mesin roket yang baru dirancang dan roket ditingkatkan dayanya.

Ini akan diikuti oleh versi pesawat yang dapat membawa orang ke Bulan sepanjang jangka waktu yang bersamaan dengan misi kembalinya NASA (ke Bulan) yang direncanakan pada 2024, laman AP News melaporkan.

Bezos –yang presentasi kendaraan Blue Moon-nya pada Kamis (9/5/2019) diejek boss SpaceX, Elon Musk– mengatakan, “Ini adalah kendaraan luar biasa dan akan menuju ke Bulan. Sudah waktunya untuk kembali ke Bulan. Ini saatnya untuk tinggal (di sana).”

Terkait misi Bulan Bezos ini, melalui kicauan di akun Twitter-nya, Musk menyebut Bezos peniru, seperti dikutip laman CNBC.

Pengumuman perusahaan antariksa yang biasanya dilakukan tertutup itu, dihadirkan dengan segala kemewahan ala peluncuran produk Apple, di sebuah ruang pertemuan yang gelap yang (seolah-olah) dihiasi bintang-bintang berkilauan di dindingnya.

Postcomended   Singapura Kembalikan $40 Juta kepada Malaysia dalam Skandal yang Membelit Asia hingga AS

Astronot dan tokoh-tokoh ruang angkasa lainnya, duduk di antara hadirin di bawah pencahayaan berwarna biru sebelum Bezos meluncurkan kapal berbentuk kotak dengan empat kaki pendar yang panjang dan kurus. Bezos, yang kini juga memiliki The Washington Post, turun dari panggung tanpa memberikan rincian, termasuk tanggal peluncuran, pelanggan, dan siapa manusia yang akan berada di atas roketnya.

Dia menghabiskan lebih banyak waktu berbicara tentang mimpi generasi masa depan yang hidup di koloni stasiun ruang angkasa yang mengorbit, daripada menjelaskan detail konkret tentang misi Blue Origin.

Pejabat Blue Origin memberikan jawaban yang bertentangan ketika ditanya kapan perusahaan akan mendarat di Bulan dengan dan tanpa orang. Wakil Presiden Blue Origin, Clay Mowry mengatakan, 2024 bukanlah tujuan konkret untuk misi (ruang angkasa) dengan manusia, dan mengatakan itu lebih tergantung pada NASA sebagai pelanggan potensial.

Mantan anggota legislatif Amerika Serikat (AS) yang juga konsultan ruang angkasa swasta yang bekerja dengan Blue Origin, A. Robert Walker, mengatakan, pihaknya merencanakan peluncuran pada 2023 tanpa orang.

Postcomended   iTunes Ditutup, Pengguna Bisa Migrasi ke Aplikasi Berbayar Apple Music dan Apple TV

Blue Origin pada 2017 mengungkapkan rencana untuk mengirim roket tak berawak yang dapat digunakan kembali, yang mampu membawa muatan seberat 4.500 kilogram ke Bulan. Perusahaan ini pada awal Mei ini (2019) berhasil meluncurkan ke luar angkasa menggunakan kembali salah satu roket New Shepard-nya, yang nyaris mencapai tepi luar angkasa, untuk kelima kalinya.

Perlombaan Mengubek-ubek Bulan

Perlombaan mengeksplorasi Bulan saat ini memiliki profil lebih rendah daripada yang pernah terjadi di tahun 1960-an. Sekarang lebih melibatkan perusahaan-perusahaan swasta, negara-negara baru, dan misi NASA untuk menempatkan kembali astronotnya ke permukaan bulan pada 2024.

Belum lama ini, Cina telah mendaratkan penjelajah tanpa awaknya di sisi terjauh Bulan dari Bumi. SpaceX milik Elon Musk tahun lalu mengumumkan rencana untuk mengirim seorang pengusaha Jepang ke bulan pada 2023. Dan organisasi nirlaba Israel mengatakan akan memberikan kesempatan kedua setelah pada bulan lalu mengalami kegagalan ketika pesawat dummy-nya jatuh.

Pendaratan pertama di Bulan yang sukses dilakukan oleh Uni Soviet pada 1966 dengan Luna 9-nya, diikuti AS empat bulan kemudian. NASA menempatkan orang pertama –dan satu-satunya– di Bulan dalam program Apollo, dimulai dengan Apollo 11 pada Juli 1969.

Postcomended   Air Mata untuk Afghanistan: Bom Bunuh Diri ISIS Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Tewas

“Lompatan berikutnya di ruang angkasa akan didorong oleh perusahaan komersial seperti Blue Origin dan inovasi komersial,” kata mantan penasihat ruang angkasa Gedung Putih era Barrack Obama, Phil Larson, yang sekarang menjadi asisten dekan teknik di Universitas Colorado.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top