Kronologi Penyerangan Mapolsek Bayah : Okezone News Okezone News Penyerangan Polsek Bayah

Kronologi Penyerangan Mapolsek Bayah : Okezone News Okezone News Penyerangan Polsek Bayah

Polsek Banten diserang oleh puluhan nelayan. Alasannya adalah karena polisi telah menangkap ketiga rekannya saat sedang menangkap bibit lobster. Bangunan Polsek diobrak-abtik sehingga sampai rumah berat dan kendaraan dinas milik Polsek pun dibakar. Sebuah cerminan negara demokrasi yang tidak tepat. 

Memang benar jika negara demokrasi membebaskan rakyat untuk berpendapat kapan pun, dimana pun, dan tentang apa saja. Tidak ada batasan tentang cara mengajukan endapan antara rakyat dengan pemerintah. Namun tidak sampai melakukan kekerasan seperti yang dilakukan oleh para nelayan Banten tersebut. Itu termasuk dalam tindakan anarkis atau main hakim sendiri. Bukan penyelesaian yang di dapat, justru memancing masalah baru.

Para pemberontak yang diduga para nelayan tersebut adalah benar para nelayan yang hidup di pesisir pantai daerah Bayah, kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Para nelayan tersebut geram, karena mengetahui Polisi menangkap 3 temannya dengan tuduhan mencuri benur atau bibit lobster. Padahal diakui oleh para nelayan demonstran bahwa ketiga temannya itu memang tengah melaut.

Postcomended   Konsentrasi Gas Efek Rumah Kaca Melampaui Ambang Baru

Kronologi penangkapan dari ketiga teman nelayan tersebut adalah bahwa ketiga nelayan tersebut sangat kaget ketika melihat polisi mendatanginya. Mereka bertiga lari tunggang-langgang. Satu tertangkap, dan dua berhasil kabur. Namun saking paniknya kedua nelayan yang berhasil kabur tersebut ternyata menabrak mobil polisi sehingga tertangkap. Yang satunya lagi saking kencangnya berlari menabrak warga sehingga langsung tertangkap juga. Perusahaan pun langsung mengglendeng ketiga nelayan tersebut ke kantor Polsek untuk melakukan tindakan selanjutnya. Perlawanan yang berujung pada kekalahan, karena kegesitan petugas Polsek Banten.

Postcomended   Menteri Pariwisata Hadiri HUT ke-46 REI, Kompak Gubernur Babel dan REI Dukung Pembentukan KEK Pariwisata di Bangka

Polsek Banten diserang Selasa pukul 08.30 pagi. Para nelayan langsung bertindak anarkis. Jumlah mereka banyak, sehingga petugas Polsek tidak bisa berbuat banyak. Mereka langsung demo di depan Polsek sambil bertindak. Tangannya mulai memberontak, melempari bangunan Polsek hingga rusak parah, 4 unit sepeda motor dinas petugas di bakar mentah-mentah, dan satu unit mobil patroli pun tidak ketinggalan menjadi sasaran amukan nelayan. Mobil pun tidak hanya di rusak, melainkan juga di bakar.

Terkait masalah Polsek Banten diserang, petugas Polsek menghentikan tindakan anarkis warga nelayan dengan mengajukan jalan kekeluargaan. Petugas berjanji untuk mengadakan pertemuan dengan para nelayan secepat mungkin agar masalahnya segera selesai. Janji ini diutarakan karena pimpinan Polsek sedang tidak ada di tempat, yakni sedang dalam perjalanan ke Sukabumi.

Kejadian Polsek Banten diserang tersebut adalah sebuah contoh nyata bahwa rakyat kini bukan hanya memegang kendali kuat akan penerapan prinsip demokrasi, melainkan juga kuat dalam hal bertindak. Mereka masih mengedepankan otot, sehingga selalu lupa dengan esensi demokrasi itu sendiri. Kekerasan bukanlah prinsip demokrasi. Demokrasi yang baik adalah dengan berpendapat sesuai porsi dan kemudian dilakukan proses yang tidak instan.

Postcomended   Sudah "Hijrah", Caisar Terpaksa Joged Lagi demi Menolong Teman

Share the knowledge