Mendadak Banyak Tikus di Lingkungan Rumah? Bisa Jadi Pertanda Ini

Internasional
Share the knowledge

Ledakan populasi tikus (kredit: Steve Bosch/PROVINCE)
Ledakan populasi tikus (kredit: Steve Bosch/PROVINCE)

Para ilmuwan memperingatkan, peningkatan suhu yang disebabkan perubahan iklim akan mengubah kota-kota di seluruh dunia menjadi tempat berkembang biak tikus yang ideal. Mereka memperkirakan, pemanasan global dua derajat Celcius, akan terjadi di seluruh dunia pada akhir abad ini. Kota-kota di AS mulai merasakan lonjakan populasi tikus.

Peningkatan musim dingin yang lebih hangat dan musim panas yang lebih panas ini memberikan tempat berkembang biak paling subur bagi tikus untuk bereproduksi dengan laju yang mengejutkan.
Bobby Corrigan, seorang “tikus tsar” dari Cornell University, menjelaskan kepada beberapa kantor berita tahun lalu bahwa hewan pengerat memiliki masa kehamilan 14 hari.

Seperti yang dicatat Bloomberg minggu ini, dan diteruskan laman Newsweek, bayi tikus dapat mulai bereproduksi setelah hanya satu bulan kehidupan. Artinya, satu tikus hamil dapat menyebabkan 15.000 hingga 18.000 tikus baru dalam waktu kurang dari satu tahun.

Beberapa kota AS termasuk New York, Chicago, dan Boston, memompa jutaan dolar setiap tahun ke dalam pertempuran masing-masing terhadap ledakan populasi tikus. The Boston Globe melaporkan bulan lalu, satu dewan direktur kesehatan untuk daerah pinggiran Boston, AS, mengklaim telah memiliki laporan 25 hingga 30 tikus yang bermain di genangan air.

Postcomended   Induk Lumba-lumba Biarkan Diri Disaksikan Manusia Saat Lakukan "Prosesi" Kematian Anaknya

Di New York, penyewa apartemen di komunitas perumahan umum mengatakan kepada Daily News bahwa populasi tikus semakin besar dan besar. Mereka bahkan sudah masuk ke apartemen-apartemen.

Seorang penyewa proyek Marcy berusia 43 tahun mengatakan kepada surat kabar bahwa tikus-tikus itu bahkan tidak kabuir ketika didekati oleh manusia karena mereka merasa sangat nyaman di beberapa bagian bangunan. “Mereka bahkan tidak lari,” kata Lenore, Oktober lalu. “Mereka hanya duduk di sana. Ini gila, mereka tidak takut pada orang.”

Menurut National Pest Management Association, kota-kota Chicago, New York, Los Angeles, San Francisco-Oakland dan Washington D.C. menjadi lima daerah perkotaan yang paling pengerat di negeri ini.

Postcomended   1 November dalam Sejarah: Bintang Pertama dari Peristiwa "Big Bang" Mulai Berkedip #SURUHGOOGLEAJA

Ini bukan peringatan pertama bahwa anggota komunitas sains mulai dari rodentologists hingga ahli biologi telah memberi peringatan tentang kondisi cuaca yang lebih hangat yang menyebabkan lonjakan hewan pengerat. New Republik mencatat tahun lalu bahwa masalah ini diperkirakan akan memburuk karena 70 persen dari populasi dunia diperkirakan akan tinggal di dalam kota pada 2050.

Menurut laporan USA Today, panggilan ke layanan pengendalian hama Orkin, naik 61 persen di Chicago; 67 persen di Boston; 174 persen di San Francisco; 129 persen di New York City; dan 57 persen di Washington, D.C.”

Fenomena reproduksi tikus memiliki efek di seluruh dunia, dengan beberapa kota di Selandia Baru menyediakan tempat berkembang biak yang subur bagi tikus karena negeri ini mengalami salah satu musim panas terpanas yang tercatat. “Di beberapa tempat kami melihat peningkatan sepuluh kali lipat dalam populasi hewan pengerat,” kata Dr. Graeme Elliott, dalam wawancara dengan The Guardian.***

Postcomended   Ilmuwan Sodorkan Teori Bunglon tentang Alam Semesta, Alternatif Teori Gravitasi Einstein

 


Share the knowledge

Leave a Reply