sumber foto: Instagram Time

Perkembangan teknologi robotik semakin mengagumkan jika tak mau disebut mengerikan. Robot-robot luwes yang hanya muncul di film-film Hollywood, kini benar-benar ada. Lihat saja robot humanoid Atlas milik Boston Dynamics. Robot ini sekarang dapat melakukan backflips dan mampu melompati sejumlah balok.

Perusahaan perintis (startup) robot, yang baru-baru ini dijual ke SoftBank dari perusahaan induk Google Alphabet, Boston Dynamics, merilis satu video baru Kamis lalu (16/11/2017). Video tersebut memperlihatkan Atlas melompati sejumlah balok, bagaikan seorang atlet parkour.

Tak hanya itu, Atlas juga sanggup melakukan backflip; loncat memutar ke belakang, yang kebanyakan orang pun akan berjuang untuk melakukannya.

Video Atlas sebelumnya, yang awalnya dikembangkan untuk digunakan di militer Amerika Serikat (AS), telah menunjukkan objek berupa robot setinggi 5 kaki 9 inci, membuka pintu, berjalan di atas tongkat hoki, dan bergerak melalui medan yang kasar.

Boston Dynamics menjelaskan teknologi di balik penciptaannya dalam sebuah video yang diterbitkan pada tahun 2016 tersebut. “(Robot ini) menggunakan sensor di tubuh dan kakinya untuk keseimbangan, dan LiDAR [Light Detection And Ranging] serta sensor stereo di kepalanya untuk menghindari rintangan, menilai medan, membantu navigasi dan memanipulasi benda,” kata perusahaan itu.

Tapi jangan khawatir, revolusi robot belum benar-benar terjadi. Atlas masih merindukan pendaratan backflip yang mulus di akhir video, dan masih menabrak kotak yang dilompatinya. Kemanusiaan masih aman, untuk saat ini.

Sebelumnya, Boston Dynamics juga telah menunjukkan versi baru dari SpotMini, seekor anjing robot tanpa kepala. The Guardian menyebut, SpotMini seperti persilangan antara film Terminator dan karakter Pixar yang imut.

SpotMini yang tampil dalam cuplikan video teaser singkat, memperlihatkan evolusi terbaru dari anjing robot tersebut dengan gerakan yang mulus bagai anjing sungguhan. Meskipun sosoknya yang tanpa kepala agak menakutkan.

Saat di bawah Alphabet, SpotMini yang dipamerkan pada 2016 terlihat mampu meraih benda-benda dengan lengan robotnya yang beraa di posisi di mana kepala seharusnya berada. SpotMini dirancang untuk melakukan navigasi dalam batas-batas rumah, masuk ke bawah meja sampai melakukan pekerjaan rumah tangga.

SpotMini terbaru memiliki desain yang lebih dinamis, lebih ringkas, meskipun kurang berguna. Dikombinasikan dengan gerakannya yang halus, hampir seperti binatang betulan, dan dilengkapi sistem sensor gaya wajah di depannya (yang membuatnya terlihat seperti memiliki delapan mata).(***/fortune/guardian)

Share the knowledge