Nikah Itu Membebaskan, Ini Prinsip Tyas Mirasih Melepas Lajangnya ... Grid.ID Pernikahan

Nikah Itu Membebaskan, Ini Prinsip Tyas Mirasih Melepas Lajangnya … Grid.ID Pernikahan

Setiap pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan acara pernikahan akan selalu menggebu-gebu untuk mendapatkan sosok momonga yang nantinya juga ingin menjadikan orang tuanya bangga ketika menggendong 

seorang cucu. Hal yang demikian ini merupakan suatu tradisi di kalangan masyarakat. Namun, tahukah anda bahwa skala prioritas pernikahan bukan anak?
Mengapa demikian? Mungkin sebagian dari anda akan cukup kaget dengan pernyataan yang demikian ini, sehingga akan lebih baik ketika anak dinomer sekiankan. Namun demikian, andapun tetap harus menerima titipan dari Yang Maha Kuasa ketika sudah saatnya anda diberikan seorang momongan. Akan sangat tidak bijak ketika anda menolak titipan tersebut karena keinginan pribadi dengan pasangan.

Kembali lagi pada skala prioritas pernikahan bukan anak. Bahwasannya, anda yang baru saja menikah tidak perlu buru-buru mempunyai anak. Hal ini disebabkan oleh adanya tersitanya waktu bersama pasangan yang jauh lebih intim ketika hadir sosok anak di tengah-tengah hidup anda. seperti yang dikutip pada bravotov.com tertanggal 31 Januari 2018, bahwasannya yang harus diprioritaskan terlebih dahulu atas pernikahan anda adalah pasangan yang telah anda pilih untuk menjadi bagian dari kehidupan anda nantinya.
Dalam hal ini, tanpa mengabaikan perihal masalah skala prioritas pernikahan bukan anak, sangat disarankan untuk anda yang baru saja menikah untuk selalu mencoba memperbaiki hubungan komunikasi terlebih dahulu guna menjadi sosok orang tua yang baik. ketika hubungan komunikasi tersebut berjalan dengan baik, maka sudah pasti hal yang demikian ini nantinya akan merembet pada perihal lain termasuk di dalamnya juga masalah anak.
Ketika telah hadir seorang bayi di antara kalian, maka sudah pasti waktu akan tersita untuk mengurus bayi tersebut. kaitannya dengan skala prioritas pernikahan bukan anak adalah bahwasannya ketika pekerjaan mengasuh menjadi nomer pertama daripada hubungan harmonis dengan pasangan, maka akan timbul perasaan dendam, keterasingan hingga pengunduran diri.
Selanjutnya, pernikahan tersebut akan menjadi hal yang kurang membahagiakan bagi pasangannya. bahkan, ada juga orang tua yang kemudian mengirimkan sinyak ketidakbahagiaan atas hadirnya buah hati dalam hidupnya. Dengan kata lain, pernikahan akan berujung dengan kecemasan.
Bahkan, dengan merujuk bahwa skala prioritas pernikahan bukan anak juga dikaitkan dengan adanya perselisihan dalam membesarkan anak, maka yang demikian inilah juga menjadi sumber permasalahan di dalam suatu pernikahan. Tanpa disadari pula, pernikahan yang telah anda jalani tidaklah memberikan kebahagiaan yang seutuhnya. Bahkan, keretakan dalam pernikahan juga sangat memungkinkan atas hadirnya anak.
Untuk itu, akan lebih baik jika skala prioritas pernikahan bukan anak sedikit kita perhatikan dan tidak selalu memaksa untuk buru-buru memiliki momongan. Kehadiran momongan dalam sebuah hubungan pernikahan akan bisa memberikan kebahagiaan ataupun kesengsaraan seperti yang tersebut di atas. Namun demikian, akan sangat bijak untuk memperhatikan pasangan sehingga terjalin komunikasi yang baik dan pada akhirnya akan bisa mengarah pada keinginan untuk memiliki momongan.

Share the knowledge