Warga Indonesia yang menonton Piala Dunia FIFA 2018, tak sungkan dengan lantang menyanyikan “Indonesia Raya” di tengah keramaian suasana di sekitar Stadion Luzhniki, Moskwa, Rusia. Mereka punya alasan sentimental yang dikaitkan dengan kehadiran Bung Karno di stadion ini sekitar lebih dari setengah abad silam.Dalam video yang diunggah di Youtube, seorang pria plontos dengan heroik menyanyikan “Indonesia Raya”. Suasana yang kondusif untuk setiap pengunjung melakukan apapun, tidak membuat pengunjung lain dari berbagai negara heran dengan apa yang dilakukan pria bernama Ivan ini.

Di akun Facebook-nya, Ivan yang bersama teman-temannya sengaja ke Rusia untuk menonton Piala Dunia, menulis, bahwa mereka merasakan gelora Soekarno di stadion tersebut.

“Di Stadion Luzhniki ini kami pertamakali menyanyikan lagu Indonesia Raya menjelang pertandingan Denmark melawan Perancis. Bukan sekedar untuk melawan riuhnya yel2 dan lagu Denmark dan Perancis,” tulis Ivan.

Postcomended   Tour de Singkarak ETAPPE 1, TANAH DATAR (Istano Basa Pagaruyung) - PADANG (Pantai Cimpago) sepanjang 109,3 km

“Kami adalah supporter bola yg dipenuhi literasi dan di sini kami merasakan Soekarno, merasakan geloranya Soekarno. Di Stadion Luzhniki Sukarno berorasi di depan 70 ribu org pada tahun 1956. Stadion ini pula yg mengusik keinsinyuran Soekarno untuk membangun Stadion GBK. Jadi akan nikmat sekali untuk menyanyikan Indonesia Raya disini. Kami menciptakan ruang Indonesia Raya mungil ditengah kerumunan Perancis dan Denmark,” kata Ivan, seperti ditulis di akun Facebook-nya.

Ivan dkk tidak hanya menyanyikan “Indonesia Raya” di Stadion Luzhniki, melainkan juga di tengah-tengah sekitar 45 ribu penonton yang memadati Stadion Spartak saat pertandingan Serbia melawan Brasil.

Laman Kumparan menulis, pada 1956, Soekarno berpidato di Stadion Luzhniki, Moskow. Saat itu Soekarno disebut begitu terkesan pada stadion tersebut, sehingga memutuskan bahwa Indonesia memerlukan kompleks olahraga sejenis.

Postcomended   22, 23, 24 Agustus dalam Sejarah: Usai Singgah di Bandung, Amelia Earhart Hilang

Niat itu pun dilaksanakan, bahkan dengan bantuan dana dari Uni Soviet (kini Rusia) sebesar 12,5 juta dolar AS. Arsitek dan insinyur Soviet dikerahkan untuk pembangunan stadion terbesar di Asia Tenggara ini, yang kini diberi nama Gelora Bung Karno (GBK).

Stadion Luzhniki, seperti dilaporkan laman Kompas, direnovasi selama empat tahun untuk menyambut ajang Piala Dunia 2018 ini. Kapasitasnya bertambah dari semula 78.000 orang menjadi 80.000.

Luzhniki berlokasi di kawasan indah di Moskwa, dengan luas  180 hektar. Di sampingnya terdapat Sungai Moskwa dan tersedia pula akses transportasi kereta gantung. Saking luas dan kompletnya kompleks ini, warga Moskwa menjadikannya sebagai tempat olahraga sekaligus sarana rekreasi.

Dalam Piala Dunia 2018, Stadion Luzhniki menjadi tempat digelarnya tujuh pertandingan, empat pertandingan babak penyisihan, satu pertandingan 16 besar, serta satu pertandingan semifinal dan final.***

Share the knowledge