Internasional

Mengguncang Jiwa, Bocah 13 Tahun Ledakan Diri di Pesta Pernikahan

Share the knowledge

Anak-anak direkrut untuk menjadi pembom bunuh diri untuk Taliban. Mereka disebut diculik dengan dibius (gambar dari: https://www.pbs.org/wgbh/frontline/article/why-afghanistans-children-are-used-as-spies-and-suicide-bombers/)

Anak-anak direkrut untuk menjadi pembom bunuh diri untuk Taliban. Mereka disebut diculik dengan dibius (gambar dari: https://www.pbs.org/wgbh/frontline/article/why-afghanistans-children-are-used-as-spies-and-suicide-bombers/)


Seorang bocah lelaki berusia 13 tahun meledakkan dirinya di suatu acara pernikahan di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur. Lima orang tewas dan melukai 40 lainnya. Acara pernikahan tersebut diketahui digelar di rumah seorang komandan milisi pro-pemerintah.

Pejabat setempat mengatakan, bocah itu meledakkan bahan peledak yang tersemat di badannya pada Jumat (12/7/2019) pagi, di rumah Malik Toor, seorang komandan milisi pro-pemerintah, kata pejabat polisi Fayz Mohammad Babarkhil, dikutip The Independent.

Malik Toor tewas dalam serangan itu. Para pejabat mengatakan, Toor kemungkinan menjadi sasaran utama bom bunuh diri itu. Juru bicara gubernur setempat mengatakan, 40 pria dan wanita yang terluka dilarikan ke rumah sakit, sementara penduduk setempat mengatakan 10 orang tewas.

Milisi pro-pemerintah sering bekerja sama dengan pasukan keamanan Afghanistan yang kewalahan untuk mencegah wilayah jatuh ke tangan pejuang Taliban dan milisi ISIS.

Postcomended   Grab Kucurkan Investasi Baru ke Indonesia, Bidik e-Kesehatan dan Mobil Listrik

Serangan itu terjadi di distrik Pacheragam di provinsi Nangarhar. Wilayah ini diketahui sebagai tempat ISIS bermarkas. Taliban juga dilaporkan memiliki kehadiran yang kuat di tempat ini. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Dalam beberapa tahun terakhir ISIS telah melakukan serangkaian pemboman bunuh diri dan serangan terhadap kantor-kantor pemerintah, sekolah-sekolah, dan kelompok-kelompok bantuan di kota utama provinsi Jalalabad ini.

Pada 29 Juni lalu, gerilyawan Taliban membunuh 26 anggota milisi pro-pemerintah di Afghanistan utara, ketika perundingan damai putaran ketujuh dengan AS akan dimulai di Qatar. Pembicaraan damai itu digambarkan oleh seorang pejabat AS “dibuat atau dihancurkan”.

Namun juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah dampak serangan Juni terhadap pembicaraan damai. “Kami akan terus berperang melawan pasukan asing dan Afghanistan sampai kesepakatan damai ditandatangani,” katanya.

Anak-anak Diculik, Dibius, untuk Jadi Pembom Bunuh Diri

Perekrutan anak-anak untuk menjadi pembom bunuh diri di Afghanistan bukan isu baru. Dikutip dari laman Radio Free Europe Radio Liberty, pada Juli 2017 misalnya polisi Afghanistan menangkap anggota lingkaran perdagangan manusia yang mereka katakan menculik 25 anak-anak.

Postcomended   NASA dan NOAA: Jaringan 5G Bisa Kacaukan Ramalan Cuaca yang Berimplikasi pada Nyawa Manusia

Ke-25 anak-anak itu diselundupkan ke Pakistan di mana mereka dilatih sebagai pembom bunuh diri untuk Taliban Afghanistan. Paling tidak satu dari anak-anak yang akan dilatih sebagai pembom bunuh diri adalah (berusia) 4, kata seorang gubernur di daerah bernama Ghazni itu, Abdul Karim Mateen. Mereka, kata Mateen, mungkin telah dibius juga.

Polisi menangkap empat tersangka penyelundup yang mengangkut anak-anak dalam dua van selama operasi keamanan di provinsi tenggara Ghazni, dekat perbatasan dengan Pakistan, pada 9 Juli 2017. Tujuan akhir mereka adalah kota Quetta di Pakistan barat daya, tempat kepemimpinan Taliban Afghanistan diyakini bermarkas, kata para pejabat.

Insiden itu terjadi ketika organisasi-organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa Taliban telah merekrut, melatih, dan mengerahkan anak-anak untuk operasi militer termasuk misi pemboman bunuh diri dan penanaman alat peledak improvisasi.

Postcomended   Bahrain Bela Australia, Oman Merasa Saatnya Akui Israel: Ada Apa dengan Arab?

Mateen mengatakan anak-anak itu berusia antara 4 dan 14. Dia mengatakan mereka tampaknya telah diberi obat-obatan atau zat lain oleh penculik mereka yang membuat mereka pusing dan bingung.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top