Ternyata Mengunyah Makanan lebih Lama bisa Menurunkan Resiko ... The Maniax!500 × 333Search by image Dalam kehidupan yang sibuk dan serba cepat, terkadang orang lebih suka untuk mengunyah makanan dengan cepat. Ternyata kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko ...

Ternyata Mengunyah Makanan lebih Lama bisa Menurunkan Resiko … The Maniax!500 × 333Search by image Dalam kehidupan yang sibuk dan serba cepat, terkadang orang lebih suka untuk mengunyah makanan dengan cepat. Ternyata kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko …

Makan perlahan bisa membuat Anda cenderung tidak menjadi gemuk atau mengalami sindrom metabolik. Sebaliknya, makan dengan cepat kemungkinan dapat menyebabkan fluktuasi gula darah, yang dapat menyebabkan resistensi (penolakan) insulin. Meluangkan waktu untuk secara sadar mengunyah makanan dan makan perlahan memungkinkan otak Anda menerima sinyal kenyang, jadi Anda cenderung berhenti makan lebih awal.

Sindrom metabolik adalah kombinasi dari kelainan yang melipatgandakan risiko seseorang terkena penyakit jantung, diabetes dan stroke. Ini terjadi ketika seseorang memiliki tiga faktor risiko yang meliputi obesitas perut, gula darah puasa tinggi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi dan/atau HDL (kolesterol baik) rendah.

Postcomended   Mati Dini Gara-gara Sakit Hati Bakal lebih Banyak daripada Sakit Jantung

Menurut penelitian yang dipresentasikan pada American Scientific Sessions 2017 ini, seperti dilaporkan Independent, makan lebih lambat bisa menjadi kunci untuk menjaga kesehatan dan tubuh Anda tetap terkendali. Sebuah tim dari Universitas Hiroshima di Jepang pada 2008 mengevaluasi 642 pria dan 441 wanita dengan usia rata-rata 51,2 tahun, yang tidak memiliki sindrom metabolik.

Para peserta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan bagaimana mereka menggambarkan kecepatan makan mereka: lambat, normal, atau cepat. Lima tahun kemudian, para peneliti menilai ulang partisipan.

Mereka menemukan bahwa pemakan cepat lebih mungkin (11,6 persen) mengembangkan sindrom metabolik daripada pemakan normal (6,5 persen) dan pemakan lambat (2,3 persen).

Postcomended   Balada Bawang Merah dan Bawang Putih

Makan cepat juga dikaitkan dengan penambahan berat badan lebih banyak, lingkar pinggang lebih besar dan glukosa darah yang lebih tinggi. Mengunyah makanan lebih lama dan makan perlahan memungkinkan otak menerima sinyal kepenuhan, Anda pun akan berhenti makan lebih awal.

“Makan lebih lambat mungkin merupakan perubahan gaya hidup yang penting untuk membantu mencegah sindrom metabolik,” kata Takayuki Yamaji, M.D., penulis studi dan ahli jantung di Universitas Hiroshima di Jepang.

“Saat orang makan cepat mereka cenderung tidak merasa kenyang dan lebih cenderung makan berlebihan. Makan cepat menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar, yang dapat menyebabkan resistensi insulin. Kami juga yakin penelitian kami akan berlaku untuk populasi Amerika Serikat.”***

Postcomended   Internis: Begitu Usia 40, Cek Gula Darah

 

Share the knowledge